Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KONFLIK OTORITAS, KEKUASAAN DAN KELOMPOK KEPENTINGAN DI PERUSAHAAN PERKEBUNAN : Studi pada PT. Musirawas Citraharpindo di Kabupaten Seruyan Jhon Roy Purba; Joni Rusmanto
Journal SOSIOLOGI Vol. 4 No. 1 (2021): ISU-ISU KONTEMPORER PADA MASYARAKAT KALIMANTAN TENGAH
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.652 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v4i1.3714

Abstract

This thesis is titled Conflict of Authority, Power and Interest Group of Oil Palm Plantation Companies (Study at PT. Musirawas Citraharpindo in Perspective of Conflict of IndustrialSociety RALF DAHRENDORF). The purpose of this thesis research is to examine and explain the system of authority, power and interest groups of PT. Musirawas Citraharpindo, as well as researching and explaining the authority and power in leadership can affect the emergence of internal conflict PT. Musirawas Citraharpindo. In this study, the approach used by researchers is qualitative approach by conducting direct observation in the field and conducting interviews to PT employees. Musirawas Citraharpindo, recorded the observations and results of interviews and documentation on the grounds that researchers wanted to dig up information, collect data, analyze data and conclude how corporate authority, power, and interest groups and how authority and leadership power affect the dynamics of internal conflicts of the company.Based on the results of research on authority, power and interest groups in PT. Musirawas Citraharpindo was awakened as a result of the dominant role and position of a person who was then used as a regulator and controller to every employee, especially small employees who worked on the plantation. In addition, the conflict in PT. Musirawas Citraharindo was awakened by labor dissatisfaction both individually and collectively that was not organized in fighting for interests and achieving a goal.
EKSISTENSI PASAR SEBAGAI RUANG PUBLIK : Penelitian Pasar Kahayan Kota Palangka Raya Handi K. Pratama; Joni Rusmanto
Journal SOSIOLOGI Vol. 4 No. 2 (2021): RUANG HIDUP SOSIAL MASYARAKAT KALIMANTAN TENGAH
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.229 KB) | DOI: 10.59700/jsos.v4i2.4174

Abstract

In this modern era, the market is not only used as a place for transactions between traders and buyers, but there are many other functions of this traditional market. traditional market as a public space where there is no authoritarian power in the market and everyone is free to express opinions, where the market is also referred to as a public space and a place to interact and communicate. The method used in this research is qualitative. With data collection techniques through observation, interviews and documentation. The source of data used in this study is primary data in the form of interviews with key informants in the Kahayan market, Palangka Raya City. Data collection techniques used by researchers are direct observation, interviews and documentation. The results of this study aim to find out about how the Kahayan market has another function for the public sphere of the people of the city of Palangka Raya, not just a place for transactions or a place for buying and selling services. But there is still a function as a public space and a social function of the Kahayan market is indeed a public space that was built by the Palangka Raya city government for the needs of the community.
Challenging the Hegemony of the Grand Paradigm of Social Movement Studies: A Review of Paradigmatic Weaknesses Joni Rusmanto; Ester Sonya Ulfarita; Muhammad Farid
Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Vol. 12 No. 2 (2023): JISPAR
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jispar.v12i2.9647

Abstract

The study of social movements today is dominated by three grand paradigms (grand theory) in the 1980s, and even in Indonesia since the 70s. The three major paradigms of study are the "structural tension paradigm", the "resource mobilization paradigm", and the "identity-oriented paradigm", all of which have become the main sources of reference in various studies that have been developed. Through the literature review method, the critical analysis in this article aims to map, classify and categorize the grand theory and its influence on various social movement studies in Indonesia. The findings of this article show that the "structural tension" paradigm fails to consider how individuals experience dispossession as embedded in broader social structures. The "resource mobilization" paradigm places too much emphasis on collective action, which tends to be squeezed into market theory and consumerism. Placing the target achieved is only a political target, oriented towards the "economic man" (socios economiculus), which merely calculates a deterministic hedonistic calculus. While the "identity-oriented" paradigm fails when positioning the identity of new collective actors is recognized, then by themselves their expressive actions can be transformed into instrumental actions whose names can be seen clearly as a case of institutionalizing collective mobility. In conclusion, in many cases today's theorists have synthesized the insights of earlier older schools while adding dimensions that they overlooked. The overall trend, which one would like to focus on, is the clustering of large structures in favor of a concern with the micro-foundations of social and political action.
Pelatihan dan Edukasi Penggunaan Aplikasi TikTok Sebagai Media Promosi Desa Wisata di Desa Bahu Palaw Saputra Adiwijaya; Dhanu Pitoyo; Joni Rusmanto; Muhamad Arief Rafsanjani; Yuliana Yuliana; Anisa Pebrianti; Ida Bagus Suryanatha; Windi Susetyo Ningrum; M. Syaeful Anam; Paulus Alfons Yance Dhanarto
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i3.122

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 ini mendisrupsi seluruh aspek kehidupan manusia, dari aspek sosial, ekonomi, budaya, pertanian, hingga parawisata. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menghadapi perubahan sosial ini adalah beradaptasi dan berkolaborasi serta memahami caranya untuk menggunakan teknologi berbasis internet. Salah satu desa dengan potensi wisatanya adalah Desa Bahu Palawa. Desa Bahu Palawa terletak di Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Potensi sebagai desa wisata di Bahu Palawa dapat dijadikan sebagi objek kajian, dimana elemen masyarakat, sosial, dan sistem menjadi satu kombinasi yang tepat. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan edukasi penggunaan aplikasi TikTok sebagai media promosi. Pengabdian ini memberikan sebuah gambaran baru kepada masyarakat Desa Palawa sebagai pelaku ekonomi di desa wisata tersebut. Metode yang digunakan adalah metode service learning yaitu memberikan pemahaman dan penjelasan secara langsung agar masyarakat dapat memahami dan menerapkan TikTok untuk mendukung perkembangan desa wisata. Pemanfaatan TikTok diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung, meningkatkan taraf ekonomi, serta dapat membentuk sebuah branding supaya keberadaan Desa Wisata Bahu Palawa ini dapat diketahui oleh masyarakat Palangka Raya dan Kalimantan Tengah dengan menggunakan platform TikTok sebagai media promosinya. Hasil penelitian menunjukkan penggerak desa wisata di Bahu Palawa dapat mengimplementasikan penggunaan TikTok secara efektif dalam pengembangan potensi desa wisata
Penguatan Kapasitas Sosial dan Pendampingan Kewirausahaan Anggota Koperasi Merah Putih Kota Palangka Raya melalui Pelatihan Pengolahan Abon Ikan Gabus Yorgen Kaharap; Andrie Elia; Joni Rusmanto; Dhanu Pitoyo; Sontoe; Anisa Pebrianti; M Syaeful Anam; Osi Karina Saragih; Elia Damayanti
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1769

Abstract

Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kapasitas organisasi dan kepemimpinan sosial pengurus, terbatasnya keterampilan pengolahan produk ikan, serta belum adanya produk unggulan bernilai tambah yang dapat dikembangkan sebagai usaha koperasi. Kegiatan pengabdian ini merespons masalah tersebut melalui pelatihan terpadu pengolahan abon ikan gabus yang dikombinasikan dengan penguatan kapasitas sosial, pelatihan desain logo dan kemasan, pemasaran digital berbasis media sosial, serta sosialisasi sertifikasi halal. Intervensi dilaksanakan bersama 40 peserta yang terdiri atas 15 anggota koperasi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Output utama kegiatan meliputi terbentuknya kelompok belajar usaha abon, produk abon ikan gabus siap jual sebanyak [N_kemasan] kemasan (@ [berat_gram] gram), serta peningkatan rata-rata skor pemahaman teknis dari [skor_pre] menjadi [skor_post]. Secara substantif, kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas sosial anggota koperasi, meningkatnya kepercayaan diri untuk memulai usaha rumah tangga, serta posisi koperasi sebagai pusat pembelajaran kewirausahaan lokal. Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal, dan SDG 5 (Gender Equality) melalui keterlibatan aktif perempuan dalam rantai produksi dan pengelolaan usaha koperasi.
Resiliensi Nelayan Sebangau Dalam Mempertahankan Mata Pencaharian : Sebuah Kajian Fenomenologi Osi Karina Saragih; Joni Rusmanto; Ester Sonya Ulfaritha Lapalu; Iman Irawansyah; M. Zainuddin Lutfi Fauzi; Elia Damayanti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2428-2436

Abstract

Perubahan musim secara signifikan memengaruhi pendapatan nelayan, menghadirkan tantangan yang kompleks bagi mereka. Selama musim hujan, ketika ikan bermigrasi dan menyebar, hasil tangkapan menurun drastis. Di sisi lain, meskipun potensi tangkapan besar tinggi di musim kemarau, harga jual yang rendah akibat kelebihan pasokan seringkali menyebabkan nelayan mengalami kerugian. Selain itu, ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau juga menghambat mata pencaharian mereka dan lingkungan sekitar. Intensitas musim hujan yang tinggi juga menimbulkan risiko banjir. Nelayan dihadapkan pada tantangan yang kompleks akibat perubahan musim. Hasil Focus Group Discussion (FGD) mengungkapkan bahwa terdapat tiga kapasitas ketahanan di Kelurahan Kereng Bangkirai: pengetahuan lokal nelayan selama transisi musim merupakan aset berharga, diversifikasi mata pencaharian nelayan sebagai pendapatan alternatif, dan kelompok nelayan sebagai aset jaringan sosial. Namun, kapasitas ketahanan nelayan cenderung terbatas pada strategi pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Masih terdapat tantangan yang harus dihadapi nelayan, terutama dalam hal data sumber daya manusia.