Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONTESTASI ELIT LOKAL DALAM KEBERAGAMAAN UMAT HINDU DI KABUPATEN KLATEN Mr Dhanu Pitoyo
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 19 No 2 (2019): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.308 KB) | DOI: 10.32795/ds.v19i2.437

Abstract

Klaten menjadi lahan subur berkembangnya beragam ideologi dan membuka peluang bagi aktor maupun lembaga dalam dinamika internal umat Hindu di Klaten untuk memunculkan fenomena yang secara sosiologis disebut dengan kontestasi. Penelitian ini memfokuskan diri pada penyebab, bentuk dan implikasi kontestasi elite Hindu lokal di kabupaten Klaten. Secara sosiologis dapat dipahami bahwa terjadi kecemburuan finansial antar aktor, maupun lembaga sosial yang berpretensi keagamaan Hindu; perbedaan kepentingan antar elite lokal; persoalan aktualisasi diri. Kemudian bentuk kontestasi elite lokal dalam keberagaman Hindu di Kabupaten Klaten masuk dan melebur dalam berbagai ranah dan pelaksanaan program kerja lembaga-lembaga keberagamaan Hindu. Implikasi dari kontestasi itu adalah fungsi dan peran lembaga umat Hindu sebagai pusat orientasi pengembangan dan pembinaan umat semakin melemah dan menjauh dari tujuan idealnnya dan memicu pergerakan umat Hindu ke dalam kontestasi-kontestasi baru.
Pelatihan dan Edukasi Penggunaan Aplikasi TikTok Sebagai Media Promosi Desa Wisata di Desa Bahu Palaw Saputra Adiwijaya; Dhanu Pitoyo; Joni Rusmanto; Muhamad Arief Rafsanjani; Yuliana Yuliana; Anisa Pebrianti; Ida Bagus Suryanatha; Windi Susetyo Ningrum; M. Syaeful Anam; Paulus Alfons Yance Dhanarto
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i3.122

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 ini mendisrupsi seluruh aspek kehidupan manusia, dari aspek sosial, ekonomi, budaya, pertanian, hingga parawisata. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menghadapi perubahan sosial ini adalah beradaptasi dan berkolaborasi serta memahami caranya untuk menggunakan teknologi berbasis internet. Salah satu desa dengan potensi wisatanya adalah Desa Bahu Palawa. Desa Bahu Palawa terletak di Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Potensi sebagai desa wisata di Bahu Palawa dapat dijadikan sebagi objek kajian, dimana elemen masyarakat, sosial, dan sistem menjadi satu kombinasi yang tepat. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan edukasi penggunaan aplikasi TikTok sebagai media promosi. Pengabdian ini memberikan sebuah gambaran baru kepada masyarakat Desa Palawa sebagai pelaku ekonomi di desa wisata tersebut. Metode yang digunakan adalah metode service learning yaitu memberikan pemahaman dan penjelasan secara langsung agar masyarakat dapat memahami dan menerapkan TikTok untuk mendukung perkembangan desa wisata. Pemanfaatan TikTok diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung, meningkatkan taraf ekonomi, serta dapat membentuk sebuah branding supaya keberadaan Desa Wisata Bahu Palawa ini dapat diketahui oleh masyarakat Palangka Raya dan Kalimantan Tengah dengan menggunakan platform TikTok sebagai media promosinya. Hasil penelitian menunjukkan penggerak desa wisata di Bahu Palawa dapat mengimplementasikan penggunaan TikTok secara efektif dalam pengembangan potensi desa wisata
Eksplorasi Potensi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Desa Bahu Palawa Kecamatan Kahayan Tengah Saputra Adiwijaya; Andrie Elia Embang; Dhanu Pitoyo; Paulus Alfons Yance Dhanarto; Muhammad Zusanri Batubara; Juli Natalia Silalahi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1423

Abstract

Sektor pariwisata dijadikan sebagai sektor utama dalam rangka pembangunan nasional. Keberhasilan sektor pariwisata mampu menyumbang tingginya pendapatan devisa negara setelah berakhirnya wabah Pandemi Covid-19. Tulisan ini berupaya menganalisis potensi pariwisata berbasis kearifan lokal Desa Bahu Palawa. Tulisan ini menggunakan metode analisis kualitatif melalui observasi dan wawancara. Pengelolaan dan pengembangan pariwisata mesti dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek wisata di Indonesia. Selain itu, perlu adanya menjelajah potensi pariwisata yang belum dikelola dan dikembangkan dengan baik. Potensi pariwisata berbasis kearifan lokal perlu di gali dalam rangka meragamkan destinasi wisata di Indonesia. Desa Bahu Palawa menawarkan berbagai kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan dalam sektor pariwisata. Kearifan lokal menjadi wadah baru dalam prospek pengembangan pariwisata di Indonesia
Politik dalam Kehidupan Masyarakat Kota Palangka Raya Halimathus Sa'diah; Dhanu Pitoyo; Anisa Pebrianti
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2633

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemaknaan politik dalam kehidupan sehari-hari serta pengaruh media sosial terhadap pembentukan pemahaman politik masyarakat. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi politik mendorong perubahan cara masyarakat memahami realitas politik yang tidak lagi terbatas pada aktivitas pemerintahan dan pemilu, tetapi juga berkaitan dengan dinamika sosial di ruang digital. Penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat memaknai politik berdasarkan pengalaman sosial dan informasi yang diperoleh melalui media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Lokasi penelitian berada di Palangka Raya dengan melibatkan 12 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pandangan yang berbeda mengenai politik. Sebagian memandang politik sebagai proses penentuan kebijakan publik yang berdampak pada kehidupan masyarakat, sementara sebagian lainnya mengaitkan politik dengan kekuasaan, konflik, dan kepentingan yang banyak ditampilkan di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman sosial dan representasi media berpengaruh dalam membentuk pemahaman politik masyarakat sehingga diperlukan sikap kritis dalam menyikapi informasi politik di media digital.
MAKNA PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF GENERASI Y DAN GENERASI Z DI KOTA PALANGKA RAYA Halimathus Sa'diah; Dhanu Pitoyo; Anisa Pebrianti
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v9i2.29790

Abstract

Marriage is a social institution that plays an important role in society. However, social developments and changes in people’s mindset have led to differences in perspectives on marriage, particularly between Generation Y and Generation Z. This study aims to identify the meaning of marriage according to Generation Y and Generation Z and to analyze the factors influencing the differences in their perspectives on marriage in Palangka Raya City. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. The informants consisted of eight individuals from Generation Y and Generation Z, including both married and unmarried participants. Informants were selected purposively based on criteria relevant to the research objectives. Data were collected through in-depth interviews, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Generation Y tends to interpret marriage as an important stage of life related to social responsibility, religious values, and maturity. Meanwhile, Generation Z tends to view marriage as a life choice that requires mental, emotional, and financial readiness. These differences are influenced by economic factors, family environment, social experiences, social media, and religious values. This study shows that the meaning of marriage continues to change along with social developments and the life experiences experienced by each generation.
Penguatan Kapasitas Sosial dan Pendampingan Kewirausahaan Anggota Koperasi Merah Putih Kota Palangka Raya melalui Pelatihan Pengolahan Abon Ikan Gabus Yorgen Kaharap; Andrie Elia; Joni Rusmanto; Dhanu Pitoyo; Sontoe; Anisa Pebrianti; M Syaeful Anam; Osi Karina Saragih; Elia Damayanti
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1769

Abstract

Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kapasitas organisasi dan kepemimpinan sosial pengurus, terbatasnya keterampilan pengolahan produk ikan, serta belum adanya produk unggulan bernilai tambah yang dapat dikembangkan sebagai usaha koperasi. Kegiatan pengabdian ini merespons masalah tersebut melalui pelatihan terpadu pengolahan abon ikan gabus yang dikombinasikan dengan penguatan kapasitas sosial, pelatihan desain logo dan kemasan, pemasaran digital berbasis media sosial, serta sosialisasi sertifikasi halal. Intervensi dilaksanakan bersama 40 peserta yang terdiri atas 15 anggota koperasi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Output utama kegiatan meliputi terbentuknya kelompok belajar usaha abon, produk abon ikan gabus siap jual sebanyak [N_kemasan] kemasan (@ [berat_gram] gram), serta peningkatan rata-rata skor pemahaman teknis dari [skor_pre] menjadi [skor_post]. Secara substantif, kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas sosial anggota koperasi, meningkatnya kepercayaan diri untuk memulai usaha rumah tangga, serta posisi koperasi sebagai pusat pembelajaran kewirausahaan lokal. Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal, dan SDG 5 (Gender Equality) melalui keterlibatan aktif perempuan dalam rantai produksi dan pengelolaan usaha koperasi.
Penyuluhan Kesehatan Seksualitas Reproduksi Remaja dan Layanan Pemeriksaan VCT Gratis Bagi Siswa SMPN 3 Palangka Raya Windi Susetyo Ningrum; M. Zainuddin Lutfi Fauzi; Iman Irawansyah; Atem Atemq; Juli Natalia Silalahi; Ade Fristy Syahara; Dhanu Pitoyo; Andrie Elia; Ida Bagus Suryanatha; Paulus Alfons Yance Dhanarto
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1780

Abstract

Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berupaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa melalui pelatihan edukatif dan interaktif di SMPN 11 Palangka Raya. Upaya ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa siswa memperoleh informasi yang benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir remaja agar lebih kritis dalam menyaring informasi terkait seksualitas di era digital. Metode kegiatan meliputi konsultasi dengan mitra, perizinan, persiapan media pendukung, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, serta publikasi hasil kegiatan. Pelatihan menghadirkan Ketua PKBI Kota Palangka Raya sebagai fasilitator utama yang menyampaikan materi terkait pubertas, perilaku seksual berisiko, kesehatan organ reproduksi, dan pentingnya literasi seksual di era digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan aktif dalam diskusi, tanya jawab, serta kuis edukatif. Pihak sekolah dan peserta memberikan respons positif, menilai kegiatan sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan remaja. Pelaksanaan kegiatan juga didukung kolaborasi efektif antara SMPN 11 Palangka Raya dan PKBI Kota Palangka Raya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi. Namun, kegiatan selanjutnya perlu dilengkapi dengan instrumen evaluasi seperti pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan secara lebih objektif. PKM ini diharapkan menjadi program berkelanjutan sehingga mampu memperkuat pemahaman remaja, mendorong keputusan yang lebih bijaksana, serta mencegah perilaku yang berisiko bagi perkembangan mereka di masa depan.