Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Donor Darah Sukarela di Lingkup Kampus Politeknik Kesehatan Megarezky Makassar Feriana Basri, Ririn; Sitti Rahbiah Akram
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v1i2.1809

Abstract

Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela. Darah ini kemudian akan diolah sehingga menghasilkan produk darah yang aman untuk ditransfusikan. Mendonorkan darah secara rutin akan membantu tubuh meningkatkan produksi sel-sel darah baru serta membantu orang yang membutuhkan darah. Kegiatan donor darah sangat penting dilakukan karena kebutuhan darah yang sangat tinggi sedangkan ketersediaan darah masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu donor darah sukarela dilakukan bersama Unit Donor Darah PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertempat di kampus Politeknik Kesehatan Megarezky dengan 47 partisipan. Berdasarkan hasil kegian donor darah ini disimpulkan bahwa tidak semua partisipan lolos dalam seleksi donor darah. Partisipan yang berhasil donor darah sebanyak 29 orang, batal donor 15 orang darah dan gagal donor darah 3 orang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Calon Pendonor dengan Minat Donor Darah Pada Mahasiswa Achmad Mulyaone; Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.108

Abstract

Blood donation is an essential humanitarian act that contributes to the healthcare system by ensuring the availability of safe blood for patients in need. However, the participation rate of university students in blood donation remains low, even though they are in the productive age group. This study aimed to determine the relationship between knowledge level and interest in blood donation among students in Makassar. A cross-sectional analytic method was used with a total of 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured and validated questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The findings showed that 41% of respondents had a high level of knowledge, 26% moderate, and 33% low. Meanwhile, blood donation interest levels were 7% high, 78% moderate, and 15% low. The statistical test revealed a significant relationship between knowledge level and blood donation interest (p=0.026). Higher knowledge levels tend to influence student interest, although other factors such as fear, information access, and social support also contribute. It is concluded that education and outreach programs are needed to increase awareness and build a strong culture of voluntary blood donation among students
Gambaran Golongan Darah Sistem ABO dan Rhesus Siswa SMA dalam Kegiatan EXPO 2024 A. Arviani Desianti Nur; Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri; Dahniar Dahniar; Dirgah Agum Parawansa
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.99

Abstract

Blood is classified into four main types: A, B, AB, and O. Besides the ABO system, the Rhesus (Rh) system is also important to identify. Knowing one's blood type is essential, especially for safe and effective blood transfusions. Blood typing ensures compatibility between donors and recipients.This study was conducted at the Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, during the Sulawesi Education Techno (EXPO) 2024, held from January 23–25, 2024. The participants were high school students attending the event. A total of 258 students voluntarily participated in blood and Rh typing using a convenience sampling method. Results showed that blood type O was the most dominant, followed by types B, A, and the least common was type AB. This distribution is consistent with the general blood type distribution in Indonesia, where blood type O is the most prevalent. This data can serve as a reference for planning future blood donation drives and increasing awareness about the importance of knowing one's blood type, especially among young people
Edukasi Pentingnya Donor Darah di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Basri, Ririn Feriana; Akram, Sitti Rahbiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.243

Abstract

Donor darah merupakan tindakan mulia yang dapat menyelamatkan nyawa. Darah diambil dari seseorang secara sukarela yang kemudian stok darah tersebut disimpan di bank darah untuk digunakan dalam transfuse darah. Pemberian edukasi pentingnya donor darah adalah salah satu upaya memberikan pemahaman kepada remaja, remaja dengan pemahaman mendalam mengenai manfaat donor darah cenderung lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan donor, terutama ketika berada di lingkungan yang suportif dan memiliki akses informasi yang baik. Pemberian edukasi dilakukan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 12 Makassar, terkait pentingnya donor darah, manfaat donor darah dan kriteria donor darah. Peserta berjumlah 50 siswa kelas XI. Diharapkan kegiatan edukasi mengenai pentingnya donor darah dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah menengah sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sejak masa remaja.
Edukasi Hepatitis dalam Pencegahan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah Akram, Sitti Rahbiah; Basri, Ririn Feriana; Maulana, Muhammad Alfian; Natsir, Dinda Suci Salsabila
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1fxreb15

Abstract

Hepatitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang organ hati dan dapat terjadi pada semua kelompok usia. Salah satu jalur penularan hepatitis adalah melalui transfusi darah apabila darah yang digunakan tidak melalui proses skrining yang memadai. Remaja, khususnya siswa sekolah menengah atas, merupakan kelompok yang perlu mendapatkan edukasi sejak dini agar memiliki pemahaman yang baik terkait pencegahan penyakit menular, termasuk hepatitis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai hepatitis serta upaya pencegahan penularannya melalui transfusi darah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah yang disertai diskusi interaktif. Sasaran kegiatan adalah 50 orang siswa SMA Negeri 12 Makassar. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ketua Program Studi serta perwakilan guru sekolah. Selanjutnya dilakukan pemberian materi edukasi mengenai pengertian hepatitis, jenis-jenis hepatitis, cara penularan, serta pentingnya uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) untuk menjamin keamanan darah donor. Kegiatan juga dilengkapi dengan pengecekan golongan darah siswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengetahui golongan darah masing-masing dalam konteks transfusi darah yang aman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai hepatitis dan pencegahan penularannya. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan pengetahuan siswa, menekan risiko penularan hepatitis, serta meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan siswa SMA
Tingkat Partisipasi Pendonor Reaktif IMLTD terhadap Konseling Pascadonor Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri; Dahniar, Dahniar; A. Arviani Desianti Nur
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6643

Abstract

Screening for Transfusion-Transmissible Infections (TTIs) is an essential process in obtaining safe blood. Donors with reactive screening results must receive counseling, which is preceded by a notification process informing the donor of their test results, followed by post-donation counseling. Post-donation counseling is crucial to gather demographic information and assess risk exposure among donors with positive results. This study aims to determine the level of participation of reactive donors in attending post-donation counseling. It is a quantitative descriptive study using secondary data from the Blood Transfusion Unit of the Indonesian Red Cross (UTD PMI) of South Sulawesi Province. The study population consisted of donors who tested reactive for Transfusion-Transmissible Infections, with samples being those reactive donors who attended post-donation counseling. The results showed that out of a total of 353 reactive donors, only 33% attended counseling, while 67% did not. Several factors contributed to the absence of reactive donors during counseling sessions, including difficulties in contacting the donors and a lack of willingness to attend counseling. Considering the importance of donor counseling for the donors themselves, their families, and the community, it is a crucial activity to implement. Donor counseling contributes to the continuity of health services, plays a key role in preventing further transmission of infections, assists in outbreak control, and helps reduce the disease burden on the national health system.