Tata guna lahan di Kota Bandar Lampung telah berubah secara signifikan. Kota Bandar Lampung telah mengalami masalah banjir selama lima tahun terakhir. Untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana banjir, peta zonasi rawan banjir telah dibuat sebagai sistem peringatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat risiko banjir di Sub-DAS Way Kandis Hulu dan zonasi wilayah berdasarkan kerentanan banjir. Metode geospasial yang digunakan untuk membuat peta ini meliputi pembagian interval kelas kerentanan banjir, analisis zonasi tingkat kerentanan banjir, peta tematik meteorologi, variabel banjir yang diberi skor dan bobot, proses overlay, dan elemen DAS yang berkontribusi terhadap banjir. Tingkat kerawanan banjir Sub-DAS Way Kandis Hulu diklasifikasikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi berdasarkan analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa interval nilai untuk kelas kerawanan banjir mencapai 150. Berdasarkan analisis, Kecamatan Rajabasa memperoleh skor kerawanan banjir tertinggi, seluas 3,2153 km², atau 41,30% dari total luas Sub-DAS Way Kandis Hulu. Zona kerawanan banjir tinggi merupakan zona terluas yaitu 7,7585 km² (99,66%).