Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ZONASI WILAYAH RAWAN BANJIR SUB DAS WAY KANDIS HULU DENGAN PENDEKATAN GEOSPASIAL Rizki, Sekar Dwi; Kuswadi, Didik; Idrus, Muhammad; Purnomo, Adi
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.461

Abstract

The land used in Bandar Lampung City has changed significantly. Bandar Lampung City has experienced flooding issues for the last five years. In order to anticipate and lessen the effects of flood disasters, maps identifying locations that was prone to flooding were created as an early warning system. This study aims to map the degree of flood risk in the Way Kandis Hulu Sub-watershed area and zoning areas according to flood vulnerability. The geospatial method used to create this map includes the division of flood vulnerability class intervals, flood vulnerability level zoning analysis, meteorological thematic maps, flood variables that were scored and weighted, an overlay process, and watershed features that contribute to flooding. The Way Kandis Hulu Sub-watershed's level of flood susceptibility was classified as low, medium, and high based on the analysis, which showed that the value interval for the flood vulnerability class reached 150. According to the analysis, Rajabasa District received the highest score for flood vulnerability, covering an area of 3.2153 km2, or 41.30% of the Way Kandis Hulu Sub-DAS's total area. The high Risc zone has the highest level of flood vulnerability, with an area of 7.7585 km2 (99.66%).
Perbandingan Citra Google Satelite dan ESRI World Imagery Dalam Sebaran Tambang di Kabupaten Lahat Yunisa, Ria; Rizki, Sekar Dwi; Kuswadi, Didik
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v9i1.403

Abstract

Kegiatan pertambangan memiliki resiko merubah fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan melakukan perbandingan terhadap penggunaan citra Google Satellite Imagery dan ESRI World Imagery dalam interpretasi sebaran lahan tambang. Interpretasi menggunakan pendekatan spasial yang diolah menggunakan ArcGIS 10.8. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan luasan tambang yang teridentifikasi berdasarkan sumber citra satelit yang digunakan. Google Satellite Imagery mampu mendeteksi luasan pertambangan yang lebih besar, yaitu 12.022,02 Ha, dibandingkan ESRI World Imagery yang menghasilkan 11.485,41 Ha, sedangkan data acuan dari KLHK tahun 2023 mencatat luas tambang sebesar 10.798,46 Ha. Perbedaan ini dipengaruhi oleh resolusi spasial, kejelasan tekstur permukaan, serta pembaruan data pada masing-masing citra. Persentase perubahan luas lahan pertambangan yang dihitung dari perbandingan Google Satellite Imagery dengan data KLHK mencapai 11,33%, sementara perbandingan dengan ESRI World Imagery hanya sebesar 6,37%. Hasil ini menunjukan Google Satellite Imagery lebih sensitif dalam mengidentifikasi ekspansi tambang, meskipun berpotensi menghasilkan overestimation, sedangkan ESRI World Imagery cenderung lebih konservatif dalam estimasi luas. Untuk memastikan konsistensi dan akurasi pemantauan perubahan lahan tambang, diperlukan pemilihan sumber citra yang tepat, penggunaan metode interpretasi yang konsisten, serta validasi silang dengan data resmi maupun observasi lapangan.