Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Inovasi Kurikulum

The development of student’s soft skills in Tutorial Webinar (Tuweb) at Universitas Terbuka A. Afriani; Paulina Pannen; Sri Dewi Nirmala; I. Isfarudi; Sendi Ramdhani
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.62881

Abstract

This study aims to see the development of student soft skills in online learning at Universitas Terbuka (UT). The case study focused on postgraduate students at UT. The soft skills aspects are teamwork and communication in webinar tutorials (Tuweb) at the UT Postgraduate Program. The selected two aspects departed from the results of previous research, which observed the development of student soft skills in several aspects. Two aspects stand out in learning, namely teamwork and communication. The data collection instrument used was Focused Group Discussion (FGD). Data analysis uses content analysis. An important result of the research is that the two aspects of students' soft skills on Tuweb have developed as expected in online learning at UT. This result is an interesting reason for students to study at UT, considering that UT conducts online learning. Students' ability develops not only from the aspect of hard skills but also from the aspect of soft skills. The study's findings suggest that online learning can be an effective way for students to develop their soft skills.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan soft skill mahasiswa dalam pembelajaran daring di Universitas Terbuka (UT). Studi kasus berfokus pada mahasiswa pascasarjana di UT. Aspek soft skill yang dilihat adalah aspek kerjasama tim dan komunikasi dalam tutorial webinar (Tuweb) di Program Pascasarjana UT. Dua aspek yang dipilih berangkat dari hasil penelitian sebelumnya yang mengamati perkembangan soft skill mahasiswa pada beberapa aspek. Ada dua aspek yang menonjol dalam pembelajaran, yaitu kerjasama tim dan komunikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Focused Group Discussion (FGD). Analisis data menggunakan content analysis. Hasil penting dari penelitian ini adalah pengembangan kedua aspek soft skill mahasiswa pada tuweb telah berkembang sesuai dengan yang diharapkan dalam pembelajaran daring di UT. Hasil tersebut menjadi alasan menarik mahasiswa untuk kuliah di UT, mengingat UT melaksanakan pembelajaran secara daring. Kemampuan peserta didik berkembang tidak hanya dari aspek hard skill saja tetapi juga dari aspek soft skill. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online dapat menjadi cara yang efektif bagi siswa untuk mengembangkan soft skill mereka.Kata Kunci: Kerjasama; komunikasi; soft skill; tutorial online; tutorial webinar
Student perspectives of MOOCs process M. Ridwan Sutisna; Arie Susanty; Paulina Pannen; Gatot Fatwanto Hertono; Rahayu Dwi Riyanti; Rini Febrianti; Rudi Susilana
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.76161

Abstract

This study investigates participants' experiences in Massive Open Online Courses (MOOCs). In the last decade, online learning has experienced rapid growth, and MOOCs have become one of the most popular forms of online learning. The digital transformation led to increased mobile and internet users, facilitating the adoption of online learning platforms. As one of the digital transformation products, this study aims to describe the use of Massive Open Online Courses from the perspectives of higher education students. Despite the increase of MOOCs use in the higher education, the dropout rates tend to be high. Students play an essential role in that case. This study focuses on MOOCs prior to learning, the activity during learning, and how the learning assessment is delivered from student perspectives. Using descriptive method, with the involvement of twelve MOOCs students from higher education. This study has concluded that the information presented in the prior learning process is essential regarding choosing specific MOOCs courses. Students value interaction and engage in content during the learning process, especially real-world examples. Although some participants found the assessment process challenging, it was perceived as relevant to the course objectives. At the same time, easy navigation and access to learning resources are essential for MOOCs platforms to be considered user-friendly courses. Overall, the study suggests that MOOCs students should be well informed initially. Then MOOCs courses should be delivered dynamically to maintain student motivation and provide relevant assessment. AbstrakSelama sepuluh tahun terakhir, telah terjadi pertumbuhan yang signifikan dalam pendidikan daring, dengan MOOCs muncul sebagai salah satu opsi yang paling populer. Transformasi digital, yang ditandai dengan peningkatan langganan seluler, pengguna internet, dan akses pita lebar, telah mendorong munculnya platform pembelajaran daring. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman individu yang berpartisipasi dalam Massive Open Online Courses (MOOCs). Sebagai salah satu produk transformasi digital, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Massive Open Online Courses dari perspektif mahasiswa pendidikan tinggi. Meskipun penggunaan MOOCs meningkat di universitas yang lebih tinggi, tingkat penyelesaian kursus cenderung tinggi. Sangat jelas bahwa mahasiswa memainkan peran penting dalam kasus tersebut. Fokus penelitian ini adalah pada pembelajaran sebelumnya melalui MOOCs, aktivitas selama pembelajaran, dan bagaimana penyampaian asesmen pembelajaran dari perspektif mahasiswa. Dengan menggunakan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan dua belas mahasiswa pendidikan tinggi yang mengikuti MOOCs. Temuan menunjukkan bahwa materi pembelajaran awal sangat penting dalam memengaruhi keputusan untuk mendaftar di kursus MOOCs tertentu. Selama fase pembelajaran, mahasiswa menghargai konten yang interaktif dan menarik, terutama jika mencakup aplikasi dunia nyata. Meskipun beberapa peserta menganggap proses penilaian sulit, mereka menganggapnya relevan dengan tujuan kursus. Selain itu, navigasi yang mudah dan akses ke materi pembelajaran sangat penting agar platform MOOCs dianggap sebagai kursus yang mudah digunakan. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menyoroti pentingnya memberikan informasi yang memadai kepada siswa di awal dan menyarankan agar MOOCs disampaikan dengan cara yang menarik untuk mempertahankan motivasi siswa dan menawarkan penilaian yang relevan di akhir.Kata Kunci: desain pembelajaran; kursus daring; MOOCs; pembelajaran di perguruan tinggi