Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Makanan, Ingatan, dan Identitas: Kajian Kuliner Pecel dalam Novel Rahasia Salinem Riswari, Aninditya Ardhana; Pamuji, Yanuar Ikhsan; Apriliyanto, Galih; Putra, Febrian; Wiwana, I Putu Adi Putra
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2: (2025): prosodi
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v19i2.29949

Abstract

Makanan dalam budaya Jawa tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai dan identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pecel sebagai simbol ingatan dan identitas budaya Jawa dalam novel Rahasia Salinem karya Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian budaya, yang didukung oleh teori representasi Stuart Hall, konsep cultural memory Jan Assmann, teori gastronomy and identity Sidney Mintz, dan semiotika makanan. Data utama diperoleh dari analisis mendalam terhadap narasi dalam novel, dengan fokus pada deskripsi makanan dan nilai-nilai yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pecel dalam novel tidak hanya hadir sebagai latar budaya, tetapi juga menjadi artefak kultural yang memuat memori kolektif, nilai spiritualitas, dan simbol identitas gender. Praktik kuliner yang diwariskan tokoh Salinem mencerminkan hubungan antara makanan, keluarga, dan pengalaman migrasi. Pecel menjadi medium komunikasi antargenerasi serta bentuk resistensi terhadap keterputusan budaya akibat modernitas. Melalui proses memasak dan penyajian, makanan dikonstruksikan sebagai simbol cinta, kesederhanaan, dan keberlanjutan tradisi Jawa. Dengan demikian, novel Rahasia Salinem memperlihatkan bahwa makanan tradisional juga berfungsi sebagai pusat makna dalam narasi sastra, sekaligus memperkuat posisi kuliner lokal sebagai mekanisme pelestarian budaya dan ekspresi identitas kolektif masyarakat Jawa.
Negoisasi Penyajian Karya Seni Mural Di Yogyakarta (Komunitas Jogja Mural Forum) Yanuar Ikhsan Pamuji; Kusuma, Alfiandi Eka; Bagja, Bachrul Restu
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6611

Abstract

Seni ruang publik merupakan bentuk ekspresi artistik yang hadir di tengah masyarakat, merespons dan melebur dengan kondisi sosial yang berkembang. Di Indonesia, khususnya Yogyakarta, seni mural menjadi salah satu bentuk seni ruang publik yang berkembang pesat. Perkembangan seni mural di Yogyakarta tidak dapat dipisahkan dari peran penting yang dimainkan oleh Jogja Mural Forum (JMF), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan seni mural melalui pendekatan partisipatoris. JMF mengajak masyarakat Yogyakarta untuk berperan langsung dalam proses penciptaan mural, baik sebagai seniman maupun sebagai bagian dari audiens yang turut merasakan dampak sosial dan kultural yang ditimbulkan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam seni mural ini tidak hanya memperkaya apresiasi terhadap karya seni, tetapi juga membentuk ruang interaksi sosial yang baru, di mana seni berfungsi sebagai media komunikasi antara individu dan komunitas. Dengan demikian, seni mural di Yogyakarta, melalui proyek JMF, tidak hanya menjadi sarana ekspresi artistik, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat setempat.
OPTIMALISASI POKDARWIS DALAM TATA KELOLA PARIWISATA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI WARGA DESA SERANG PURBALINGGA Bagja, Bachrul Restu; Pamuji, Yanuar Ikhsan; Sari, Rida Purnama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37932

Abstract

Desa Serang, Purbalingga, menyimpan potensi wisata yang sangat besar. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Beberapa kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam pengelolaan pariwisata, kurangnya inovasi dalam mengembangkan produk dan pariwisata yang unik, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pariwisata desa. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sebuah upaya yang terstruktur dan komprehensif. Salah satu solusinya melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas Pokdarwis Lembah Asri. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Pokdarwis dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola dan mengembangkan potensi pariwisata desa. Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, Pokdarwis dapat lebih kreatif dalam menciptakan produk dan pariwisata yang unik, serta mampu menerapkan konsep creative placemaking untuk menjadikan Desa Serang sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap awal meliputi analisis situasi dan kondisi mitra, identifikasi masalah, dan perumusan solusi. Metode yang digunakan meliputi pendidikan dan pelatihan, analisis lingkungan, pembentukan tim kerja, pengembangan media promosi, pelatihan inovasi produk lokal, dan penyelenggaraan festival budaya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi wisata desa. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat mampu mengembangkan produk lokal dan memanfaatkan teknologi digital untuk promosi.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Plastik Serta Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Ekonomi Warga Dusun Semingkir Purwokerto Bachrul Restu Bagja; Luqman Wahyudi; Yanuar Ikhsan Pamuji; Yohani Setiya Rafika Nur
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i4.2454

Abstract

Covid-19 has left many traces on the Indonesian people, the sorrow of losing family, friends and relatives, as well as the consumer behavior of society. Behavior during the pandemic then becomes a new habit for society, where purchases of goods, food or drinks online continue to be made. This has an impact on the increasing amount of household waste, there is a buildup of waste, especially plastic-based waste. Plastic waste is a type of waste that poses a serious threat to the environment because it is not easily decomposed by nature. Destruction of plastic waste through burning also creates new problems in the form of air pollution which increases the risk of cancer. Public awareness of the negative impacts of plastic waste is increasing in big cities and in regions, such as Banyumas Regency, one of which is encouraged by the existence of a non-governmental group that is engaged in utilizing waste, namely the Inyong Waste Bank. Conventional methods in processing waste, product distribution patterns and management that are not optimal have caused the public's interest in getting involved in the Inyong Waste Bank to decrease because the economic value has decreased drastically. There are solutions in the form of increasing capabilities in processing waste using alternative methods, public interest in managing the Inyong Waste Bank, as well as arranging new distribution patterns so that they can increase the economic value of products resulting from periodic training activities with outputs in the form of websites, logo designing and product innovation and promotion training.