Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Struktur dan Makna dalam Cerpen “Negosiasi Hati dan Pikiran (Chemistry Kisah Mistis Hidupku)” Karya Uji Saputro: Structural and Meaning Analysis in The Short Story “Negotiation Of Heart And Mind (Chemistry Of My Mystical Story Of Life)” By Uji Saputro Fahlia, Jeni Sinta; Rifai, Ahmad; Utami, Hadi Riwayati
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 3 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i3.2880

Abstract

This study aims to describe the narrative structure and interpret the meaning contained in the short story “Negosiasi Hati dan Pikiran (Kisah Mistis Hidupku)” by Uji Saputro. The story presents a personal journey marked by inner conflict and mystical experiences, told from a first-person point of view that explores the struggle between the mind, heart, and physical endurance. The research focuses on how the story’s structure is composed and what meanings can be interpreted from it. This study uses a descriptive qualitative method. The story features a dynamic plot, complex characters, emotional settings, and a first-person perspective that enhances reader engagement. In terms of meaning, the short story illustrates an internal negotiation between heart, mind, and body in facing life pressures and mystical experiences. This process symbolizes the search for identity, the balance between logic and emotion, and the effort to achieve inner peace. Overall, the story not only delivers a touching personal narrative but also offers a philosophical reflection on how humans overcome inner crises through strength from within.
Addressing the Gap between Language Literacy and Physical Education: A Bilingual Socratic Play-Based Inquiry Model for Vocabulary and Grammar Development Utami, Hadi Riwayati; Sumardiyani, Listyaning; Zahraini, Dian Ayu; Ambarini, Ririn
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i7.656

Abstract

This study aims to address the persistent gap between language literacy and physical education by developing and implementing a Bilingual Socratic Play-Based Inquiry Model designed to enhance students’ vocabulary and grammar development. Employing a qualitative descriptive design, the research involved a purposive sample of elementary students participating in integrated English–Physical Education learning sessions. Data were collected through classroom observations, learning artefacts, field notes, and semi-structured interviews with students and teachers. The key variables examined included bilingual interaction patterns, vocabulary acquisition, grammar awareness, and engagement through physical activities. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of linguistic development emerging from play-based inquiry tasks. The findings revealed that combining Socratic questioning with kinesthetic, game-based activities fostered deeper vocabulary retention, improved grammar accuracy, and increased learner motivation. Students demonstrated stronger metalinguistic awareness when guided through dialogues that connected physical actions with target linguistic forms. The study concludes that a bilingual Socratic play-based inquiry approach is an effective instructional model for bridging disciplinary gaps, promoting meaningful language use, and supporting holistic literacy development within physical education contexts. Future research may explore the model’s long-term impact, scalability across grade levels, and adaptability for multilingual or inclusive classroom.
Inclusive English Language Teaching for Students with Disabilities: A Systematic Literature Review Ambarini, Ririn; Sumardiyani, Listyaning; Utami, Hadi Riwayati; Zahraini, Dian Ayu
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 11 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i11.799

Abstract

Pendidikan inklusif telah menjadi fokus penting dalam sistem pendidikan global, menekankan kesempatan belajar yang setara bagi semua siswa, termasuk siswa dengan disabilitas. Dalam konteks Pengajaran Bahasa Inggris (English Language Teaching/ELT), guru menghadapi tantangan dalam merancang strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasi kebutuhan linguistik, kognitif, dan fisik yang beragam di dalam kelas reguler. Penelitian ini merupakan systematic literature review (SLR) terhadap 60 artikel peer-reviewed yang dipublikasikan antara tahun 2010 hingga 2024, dipilih dari 250 artikel awal di database Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar. Mengikuti kerangka PRISMA, kajian ini menelaah karakteristik studi, metode penelitian, kelompok sasaran, dan strategi pengajaran yang digunakan. Analisis tematik mengidentifikasi empat pendekatan utama dalam ELT inklusif: diferensiasi pembelajaran, teknologi bantu, strategi pengajaran adaptif, dan interaksi kolaboratif di kelas. Temuan menunjukkan bahwa diferensiasi pembelajaran meningkatkan keterlibatan dengan menyesuaikan tugas berdasarkan kemampuan individu, teknologi bantu meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman, strategi adaptif mendukung pembelajaran melalui scaffolding dan materi multimodal, serta kegiatan kolaboratif mendorong perkembangan bahasa dan inklusi sosial. Kajian ini juga menyoroti tren penelitian global, dengan sebagian besar studi dilakukan di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, serta keragaman metode penelitian (kualitatif, kuantitatif, dan campuran). Meskipun strategi-strategi tersebut efektif, terdapat beberapa kekurangan dalam literatur, termasuk penelitian longitudinal terbatas, laporan hasil belajar yang tidak konsisten, dan intervensi untuk tipe disabilitas tertentu yang masih jarang diteliti. Hasil kajian ini memberikan panduan berbasis bukti bagi guru, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa Inggris yang inklusif, aksesibel, dan efektif.
Bilingual Language Learning in Inclusive Vocational Classrooms: A Linguistic Perspective on Students with Special Educational Needs Utami, Hadi Riwayati; Sumardiyani, Listyaning; Ambarini, Ririn; Zahraini, Dian Ayu
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 11 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i11.800

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi salah satu pendekatan penting untuk memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus. Dalam konteks pendidikan vokasi, di mana siswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik tetapi juga keterampilan praktis, pembelajaran bahasa yang efektif memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam lingkungan pembelajaran bilingual. Penelitian ini mengeksplorasi pembelajaran bahasa bilingual di kelas vokasi inklusif dari perspektif linguistik, dengan menyoroti bagaimana praktik pembelajaran bahasa dapat mendukung siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus sekaligus tetap mendorong perkembangan bahasa bagi seluruh siswa. Penelitian ini menelaah berbagai strategi linguistik dalam pembelajaran bahasa Inggris bilingual, seperti scaffolding bahasa, penyederhanaan input linguistik, serta interaksi kelas yang komunikatif untuk membantu siswa dengan beragam profil pembelajaran memahami materi dan berpartisipasi secara aktif. Dengan mengintegrasikan perspektif pendidikan bilingual dan pedagogi inklusif, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dapat dirancang secara adaptif untuk mengakomodasi keragaman kemampuan kognitif dan linguistik siswa tanpa memisahkan mereka dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya interaksi kelas yang inklusif, peran guru dalam memediasi proses pembelajaran bahasa, serta dukungan linguistik yang terstruktur untuk menciptakan pengalaman belajar bilingual yang lebih bermakna. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan bahasa yang lebih inklusif dalam konteks pendidikan vokasi.
Implementasi Pembelajaran PJOK Berbasis Deep Learning dan Bilingual untuk Penguatan Literasi Digital di SMK Diponegoro Semarang Dian Ayu Zahraini; Listyaning Sumardiyani; Hadi Riwayati Utami; Ririn Ambarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4774

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis deep learning yang dipadukan dengan pendekatan bilingual dan penguatan literasi digital di SMK Diponegoro Semarang. Program dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penerapan pembelajaran PJOK yang berorientasi pada physical literacy, berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pemanfaatan teknologi digital dan komunikasi bilingual dalam aktivitas pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, workshop, pelatihan, pendampingan penyusunan perangkat ajar, implementasi pembelajaran, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 15 guru lintas mata pelajaran dengan guru PJOK sebagai mitra utama dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan aktivitas fisik, literasi kesehatan, penggunaan terminologi olahraga berbahasa Inggris, serta media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar 41,1% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Sebanyak 86,7% peserta berhasil menyusun modul pembelajaran berbasis deep learning, implementasi pembelajaran terlaksana pada lima kelas, penggunaan instruksi bilingual mencapai 80%, serta dihasilkan tujuh produk digital siswa yang mendukung penguatan literasi digital dan pemahaman konsep PJOK. Program ini juga menghasilkan Community of Practice sebagai strategi keberlanjutan pengembangan profesional guru. Kegiatan pengabdian terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK yang lebih bermakna, kontekstual, kolaboratif, serta mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21.  
ENHANCING ENGLISH VOCABULARY THROUGH TOY THEATER: GAMIFICATION AND CULTURE IN INDONESIAN CLASSROOMS Ambarini, Ririn; Sumardiyani, Listyaning; Utami, Hadi Riwayati; Zahraini, Dian Ayu
JELT (Jambi-English Language Teaching) Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10, No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the persistent challenge of low student motivation and engagement in English language learning in Indonesia by examining an innovative instructional approach. It evaluates the effectiveness of Toy Theater, a gamified learning platform integrated with local cultural content, in improving English vocabulary acquisition among secondary school students. The intervention embedded vocabulary learning within familiar cultural narratives, aiming to support cognitive development, socio-emotional engagement, and cultural relevance in language education. Using a mixed-methods design, the study combined quantitative data from pre- and post-tests with qualitative data from classroom observations and interviews. The participants included sixty students and three teachers at a secondary school in Semarang, Indonesia, who took part in an eight-week implementation. Toy Theater offered interactive, game-based activities aligned with the national curriculum and enriched with traditional arts and folklore to increase student engagement. Findings revealed a statistically significant improvement in students’ vocabulary proficiency, as reflected in higher post-test scores. Students reported increased motivation and enjoyment, largely due to the gamified features and culturally relevant content. Teachers also noted improved classroom dynamics, with greater participation and collaboration. Overall, the study demonstrates the potential of gamified, culturally responsive tools to enhance English language learning, emphasizing the value of integrating technology with local cultural contexts to improve educational outcomes.
Peningkatan Literasi Gizi Santri melalui Pelatihan Gaya Hidup Sehat dalam Program Pesantren 4.0 Dian Ayu Zahraini; Hadi Riwayati Utami; Ririn Ambarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3570

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi santri melalui pelatihan gaya hidup sehat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Semarang. Kegiatan diikuti oleh 400 santri tingkat SMP dan MA, meliputi pre-test, penyampaian materi gizi, demonstrasi praktik, diskusi interaktif, serta post-test untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan gizi dasar, kebiasaan memilih jajanan sehat, hidrasi, dan kesadaran aktivitas fisik. Perilaku santri juga berubah ke arah positif, terlihat dari bertambahnya frekuensi konsumsi air putih, peningkatan kebiasaan membawa bekal sehat, serta meningkatnya aktivitas olahraga. Tingkat kepuasan peserta yang berada pada kategori sangat tinggi menunjukkan bahwa materi dan metode pelatihan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan kehidupan pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan gaya hidup sehat efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan mendorong pembentukan perilaku sehat santri. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kesehatan di lingkungan pesantren.
Implementasi Socratic Play-Based Inquiry untuk Meningkatkan Kreativitas dan Partisipasi Pembelajaran Guru Lintas Mata Pelajaran di MA Darut Taqwa Semarang Ririn Ambarini; Hadi Riwayati Utami; Dian Ayu Zahraini; Nur Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3656

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis guru di MA Darut Taqwa Semarang melalui pelatihan dan pendampingan penerapan metode Socratic Play-Based Inquiry (SPI). Permasalahan utama yang dihadapi madrasah adalah rendahnya kreativitas guru dalam merancang pembelajaran inovatif serta minimnya partisipasi siswa selama proses belajar. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan, pelatihan konsep SPI, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru mengenai prinsip SPI, kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis dialog dan permainan edukatif, serta peningkatan partisipasi dan interaksi siswa selama pembelajaran berlangsung. Guru mampu mengadaptasi SPI ke berbagai mata pelajaran dengan memanfaatkan media low-cost yang mudah diterapkan. Temuan ini menegaskan bahwa SPI merupakan pendekatan yang efektif, fleksibel, dan relevan untuk mendorong pembelajaran aktif di madrasah. Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam pengembangan profesional guru dan inovasi pembelajaran di lingkungan pendidikan Islam.
Pemberdayaan Santri Pesantren melalui Literasi Digital dan Pembelajaran Bilingual pada Mata Pelajaran PJOK untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat Menuju Pesantren 4.0 Ririn Ambarini; Hadi Riwayati Utami; Dian Ayu Zahraini; Yulia Ratimiasih; Listyaning Sumardiyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4025

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Fithrah Semarang dengan tujuan meningkatkan kompetensi santri di era digital melalui penguatan literasi digital, pembelajaran bilingual, dan gaya hidup sehat yang terintegrasi secara khusus dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pesantren dalam menyiapkan santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu memahami istilah olahraga dalam Bahasa Inggris, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pola hidup sehat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui delapan kali kunjungan tematik yang mencakup pelatihan instruksi PJOK bilingual, penggunaan media digital seperti Canva, Duolingo, dan teknologi berbasis AI untuk mendukung pembelajaran gerak, serta edukasi kesehatan bertema gizi seimbang dan kebugaran jasmani. Peserta kegiatan terdiri dari ustadz, ustadzah, pengurus pesantren, dan perwakilan santri senior maupun yunior. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan santri dalam memahami terminologi olahraga bilingual, memanfaatkan platform digital untuk pembelajaran PJOK, serta meningkatnya kesadaran terhadap aktivitas fisik dan pola makan sehat. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya pesantren modern dan berdaya saing di era Pesantren 4.0