Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Kombinasi Tablet Tambah Darah dengan Jeruk Manis dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin: The Effectiveness of Combining Iron Supplementation with Sweet Orange in Increasing Hemoglobin Levels Sihotang, Urbanus; Sinaga, Nora Martis; Nasution, Erlina
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i3.2025.412-418

Abstract

Background: Iron (Fe) deficiency is the leading cause of anemia worldwide due to the impact on hemoglobin (Hb) production. Meanwhile, several nutrients, including protein, iron, copper (Cu), zinc (Zn), vitamin A, and vitamin C, influence Hb levels. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of iron supplementation combined with sweet orange in increasing Hb levels. Methods: A quasi-experimental pretest-posttest design was used with a total of 45 menstruating female students from Grades 8 and 9 as participants. These individuals were divided into two groups, one group received iron supplements (TTD) alone, while the other was given TTD combined with 130 grams of sweet orange, providing 63.7 mg of vitamin C, for 12 weeks. Hb levels before and after the intervention were measured using the Easy Touch GCHb device. An independent t-test was used for statistical analysis. Results: The results showed that the combination of TTD and vitamin C from sweet orange was significantly more effective in increasing Hb levels in adolescents compared to TTD alone (p-value=0.001). Conclusions: The combination of TTD and sweet orange was more effective in increasing Hb levels. These results provide valuable insights for government programs aimed at improving adolescent iron supplementation by incorporating vitamin C-rich food sources, such as sweet orange, to enhance iron absorption.
Formulation of Recipes and Organoleptic Properties of Tinuktuk as Simalungun Traditional Food Tarigan, Novriani; Silalahi, Jansen; Sihotang, Urbanus
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i2.1228

Abstract

Tinuktuk is a traditional spice sauce of the  simalungun ethnic group. It is believed as a traditional health icon  To search the best formulation of ingredients', to search the best production process and to evaluate its organoleptics properties. The search for formulation ingredients is an exploratory qualitative study with participant observation method. The organoleptic test was carried out by fifty untrained panelists on a scale of 1 (dislike) to 5 (very like). Organoleptic values ​​including taste, aroma, texture and color Six formulations of tinuktuk, containing of 8 to 15 ingredients. Three kinds of production process:  first by mashing the fresh ingredients and then roasting them. The second process is mashing the rosated material. The third is a combination of both processes. These processes could be distingueished by the organoleptic values. The incremented values resulted from T5, T1, T3 formulations. T3 formula contains 15 ingredients use the third production process. This value could be taken as a reference for tinuktuk standard.
Sensory Evaluation and Nutritional Analysis of High-Fiber Baked Brownies Made from Breadfruit and Red Bean Flours Sihotang, Urbanus; Syahfitri, Rahmayanti; Heriyanto, Sri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.2.534-545

Abstract

Brownies merupakan salah satu makanan kudapan yang banyak disukai masyarakat, namun umumnya dibuat menggunakan tepung terigu yang cenderung memiliki indeks glikemik tinggi dan kandungan serat yang rendah. Pemanfaatan tepung sukun dan tepung kacang merah berpotensi menghasilkan produk brownies yang lebih sehat karena dapat meningkatkan kandungan serat dan memperbaiki kualitas karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung sukun dan tepung kacang merah terhadap karakteristik organoleptik, menentukan formula terpilih, serta menganalisis kandungan serat dan indeks glikemik brownies panggang yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tiga formulasi perlakuan, yaitu A, B, dan C. Uji organoleptik dilakukan terhadap warna, tekstur, rasa, dan aroma menggunakan skala hedonik lima tingkat. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Formula terpilih ditentukan berdasarkan tingkat kesukaan panelis dan hasil perbedaan antarperlakuan. Formula terbaik selanjutnya dianalisis kandungan serat dan indeks glikemiknya. Pengujian indeks glikemik dilakukan menggunakan metode Incremental Area Under the Curve (IAUC) dengan membandingkan respons glukosa darah pangan uji terhadap pangan referensi berupa glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan tepung sukun dan tepung kacang merah berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter organoleptik (p<0,05). Perlakuan C merupakan formula yang paling disukai panelis dibandingkan perlakuan lainnya. Formula terpilih memiliki kandungan serat sebesar 9,6% dan nilai indeks glikemik sebesar 68,49 yang termasuk kategori indeks glikemik sedang. Dapat disimpulkan bahwa brownies panggang berbahan dasar tepung sukun dan tepung kacang merah berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pangan yang lebih sehat karena memiliki kandungan serat yang tinggi, indeks glikemik sedang, dan karakteristik sensori yang dapat diterima oleh konsumen.
Analisis Organoleptik dan Kimia Snack Bar Tepung Ubi Jalar Ungu dan Pisang Raja untuk Hipertensi: Organoleptic and Chemical Analysis of Purple Sweet Potato Flour and Raja Banana Snack Bar for Hypertension Sihotang, Urbanus; Sitanggang, Tamara
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.385-397

Abstract

Hipertensi adalah kondisi meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Penanggulangan hipertensi dapat dilakukan secara non-farmakologi melalui konsumsi makanan selingan yang tinggi serat (>6 g/100 g), aktivitas antioksidan, dan kalium (470 mg), salah satunya melalui snack bar tepung ubi jalar ungu dan tepung pisang raja sebagai snack alternatif bagi penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan mutu kimia (aktivitas antioksidan, kalium, dan serat pangan) snack bar tepung ubi jalar ungu dan tepung pisang raja sebagai snack alternatif bagi penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Variasi perlakuan didasarkan pada perbedaan proporsi tepung ubi jalar ungu dan tepung pisang raja, dengan tepung terigu tetap sebanyak 25 g pada setiap perlakuan. Penilaian mutu fisik dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Medan, Lubuk Pakam, oleh 60 panelis agak terlatih, yaitu mahasiswa yang telah lulus mata kuliah Ilmu Teknologi Pangan. Uji mutu kimia dilakukan di Laboratorium Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya. Data dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan jika berbeda nyata dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa snack bar dengan penambahan tepung ubi jalar ungu 70 g, tepung pisang raja 30 g, dan tepung terigu 25 g memperoleh nilai rata-rata 4,34 (sangat suka) pada seluruh aspek organoleptik, dengan aktivitas antioksidan 231,806 ppm, kalium 0,330 mg, dan serat pangan total 6,097%.