Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kurikulum PAUD di Kabupaten Rejang Lebong dan Relevansinya Terhadap Kurikulum Prodi PIAUD IAIN Curup Zulaiha, Siti; Baryanto, Baryanto
AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v3i1.818

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya dilakukan analisis terkait dengan pelaksanaan kurikulum pada PAUD di Kabupaten Rejang Lebong, hal ini dikarenakan kurikulum yang diterapkan belum seragam seiring dengan perubahan peraturan yang ada. Selain itu didasari oleh pentingnya menganalisis relevansi kurikulum Prodi PIAUD dengan kurikulum yang berlaku di PAUD sehingga bisa menjadi perbaikan kedepan. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana konsep kurikulum, menganalisis pelaksanaan Kurikulum mendeskripsikan relevansi kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Rejang Lebong terhadap Kurikulum Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data atau informan adalah Kepala dan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu interview, observasi dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mereduksi data yang telah dikumpulkan, kemudian disajikan dalam bentuk uraian deskripsi data dan terakhir ditarik kesimpulan dari hasil dan analisis yang telah dilakukan. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa : pertama, muatan kurikulum PAUD di Kabupaten Rejang Lebong yang mengacu pada Permen 58 tahun 2009 meliputi PAI, Bahasa, Kognitif, Fisik, Akhlakul Karimah, Kemandirian, Sosial Emosional. Sedangkan yang mengacu pada Permen 146 tahun 2014 yaitu aspek perkembangan Nilai Agama dan Moral, Fisik Motorik, Kognitif, Sosial Emosional, Bahasa dan Seni. Kedua, pelaksanaan kurikulum PAUD di Kabupaten Rejang Lebong secara umum telah sesuai dengan pedoman kurikulum yang berlaku hanya saja pada kegiatan belajar mengajar masih banyak yang belum menggunakan model pembelajaran yang seharusnya diterapkan, kemudian pendekatan belum secara implisit dimasukkan dalam rencana kerja harian yang disusun oleh guru. Ketiga, relevansi kurikulum PAUD terhadap kurikulum Prodi PIAUD secara umum telah relevan, akan tetapi pada muatan dan penempatan pada komponen mata kuliah yang ditawarkan dan tingkat keluasan serta kedalamannya perlu dikaji ulang.
Manajemen Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di MTS Nurul Kamal Kabupaten Rejang Lebong Baryanto, Baryanto
Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jsmp.v1i2.306

Abstract

Didalam Manajemen Kepala MTs Nurul Kamal dalam menjalankan operasional Madrasah banyak mengalami problematika Sumber Daya Manusia (SDM) didalam unsur Yayasan, Madrasah, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Untuk membedah permasalahan ini maka disampaikan rumusan masalah, 1). Problematika SDM apa saja di lihat unsur Yayasan, Madrasah, tenaga Pendidik dan tenaga Kependidikan di MTs Nurul Kamal. 2).Bagaimana Manajemen Kepala Madrasah dalam menyikapi Problematika dari unsur SDM didalam Yayasan, Madrasah, Tenaga Pendidik, tenaga Kependidikan di MTs Nurul Kamal Sambirejo Kecamatan Slupu Rejang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan; observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan datanya menggunakan alur reduksi yang diawali dengan memilih hal-hal pokok atau penting dan memfokuskan hal-hal yang penting tadi yang berasal dari lapangan sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih tajam. Dalam penelitian ini terdapat temuan-temuan sebagai berikut, bentuk-bentuk problematika-problematika SDM di dalam Yayasan Nurul Kamal lemahnya Sumber Daya Manusia di dalam kepengurusan yayasan kerena peneliti menemukan ketidak seriusan dalam mengelola yayasan di buktikan hingga kekinian yayasan boleh di katakan tinggal namanya saja sehingga MTs Nurul Kamal berjalan dengan sendirinya, Di dalam Madrasah dari segi siswa secara input hanya sekedar menerima limpahan dari madrasah negeri hal ini otomatis sumber daya manusia di lihat dari kualitas siswa rendah, demikian juga dalam sarana prasarana masih jauh dari ideal. Di dalam masyarakat animo masyarakat masih sangat kurang karena cara pandang masyarakat MTs Nurul kamal madrasah swasta. Dilihat dari Tenaga pendidik dilihat dari Etos Kerja yang masih lemah hal utama karena keterkaitan honor yang rendah, dari tenaga kependidikan tenaga karyawan yang masih terbatas skilnya , sehingga hal ini juga mempengaruhi proses operasional madrasah, di lihat dari Stakeholder Kantor Kemenag dan kemendiknas kabupaten kota dalam pembinaan mesih mengedepankan Madrasah yang berstatus Negeri, khusunya masalah bantuan.
Manajemen Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di MTS Nurul Kamal Kabupaten Rejang Lebong Baryanto, Baryanto
Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.568 KB) | DOI: 10.29240/jsmp.v1i2.306

Abstract

Didalam Manajemen Kepala MTs Nurul Kamal dalam menjalankan operasional Madrasah banyak mengalami problematika Sumber Daya Manusia (SDM) didalam unsur Yayasan, Madrasah, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Untuk membedah permasalahan ini maka disampaikan rumusan masalah, 1). Problematika SDM apa saja di lihat unsur Yayasan, Madrasah, tenaga Pendidik dan tenaga Kependidikan di MTs Nurul Kamal. 2).Bagaimana Manajemen Kepala Madrasah dalam menyikapi Problematika dari unsur SDM didalam Yayasan, Madrasah, Tenaga Pendidik, tenaga Kependidikan di MTs Nurul Kamal Sambirejo Kecamatan Slupu Rejang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan; observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan datanya menggunakan alur reduksi yang diawali dengan memilih hal-hal pokok atau penting dan memfokuskan hal-hal yang penting tadi yang berasal dari lapangan sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih tajam. Dalam penelitian ini terdapat temuan-temuan sebagai berikut, bentuk-bentuk problematika-problematika SDM di dalam Yayasan Nurul Kamal lemahnya Sumber Daya Manusia di dalam kepengurusan yayasan kerena peneliti menemukan ketidak seriusan dalam mengelola yayasan di buktikan hingga kekinian yayasan boleh di katakan tinggal namanya saja sehingga MTs Nurul Kamal berjalan dengan sendirinya, Di dalam Madrasah dari segi siswa secara input hanya sekedar menerima limpahan dari madrasah negeri hal ini otomatis sumber daya manusia di lihat dari kualitas siswa rendah, demikian juga dalam sarana prasarana masih jauh dari ideal. Di dalam masyarakat animo masyarakat masih sangat kurang karena cara pandang masyarakat MTs Nurul kamal madrasah swasta. Dilihat dari Tenaga pendidik dilihat dari Etos Kerja yang masih lemah hal utama karena keterkaitan honor yang rendah, dari tenaga kependidikan tenaga karyawan yang masih terbatas skilnya , sehingga hal ini juga mempengaruhi proses operasional madrasah, di lihat dari Stakeholder Kantor Kemenag dan kemendiknas kabupaten kota dalam pembinaan mesih mengedepankan Madrasah yang berstatus Negeri, khusunya masalah bantuan.
Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Mendisiplinkan Guru di MTs Negeri 1 Kepahiang Bastian, Dian; Asha, Lukman; Baryanto, Baryanto
Cakrawala : Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Cakrawala Journal is a scientific journal published by Nahdlatul Ulama Islamic Institute (IAINU) Kebumen. This journal focuses on the Islamic Education Management Study and Social Studies which is published twice a year.IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/cakrawala.v8i2.2011

Abstract

The focus of this research is on common rule violations committed by some educators in schools such as being late, leaving early, and attending to personal matters during work hours. The study aims to describe how the head of the Islamic Junior High School plays a crucial role in managing the discipline of teachers at State Islamic Junior High School 01 Kepahiang. The research method used is qualitative with data collection techniques including observation, interviews, documentation, and data validation through triangulation method. Data analysis is based on Miles and Huberman's opinion, involving data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings reveal that the head of State Islamic Junior High School 01 Kepahiang has seven important roles in enhancing the work discipline of educators. The head of the school acts as an educator by demonstrating personal discipline to set an example for subordinates. As a manager, the head of the school conducts regular evaluations and coordination to maintain discipline. As a leader, the head of the school guides and motivates all parties towards the school's goals. As a supervisor, the head of the school supervises and controls to improve discipline with a familial approach. As an innovator, the head of the school provides facilities that support teachers in their tasks. As an administrator, the head of the school regularly checks teachers' administration. Lastly, as a motivator, the head of the school rewards and penalizes teachers based on their level of discipline.
Manajemen Kepala Madrasah dan Guru Pembina dalam Optimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler di MTs Baitul Makmur Arista, Helsi; Harmi, Hendra; Baryanto, Baryanto
AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Vol 14 No 2 (2024): AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/alidarah.v14i2.22706

Abstract

This research aims to determine the management of Madrasah Heads and Supervising Teachers in Optimizing Extracurricular Activities at MTs Baitul Makmur. has quite complex problems, one of the causes is that the movement of extracurricular activities is not optimal enough due to a lack of coordination between the Head of the Madrasah, the guidance teacher, and the students of Madrasah Tsanawiyah Baitul Makmur. This research describes the management of Madrasah Heads and Supervising Teachers in Optimizing Extracurricular Activities at MTs Baitul Makmur which includes Planning, Organizing, Actuating, Controlling. This research data was collected through observation, interviews and documentation. Using a qualitative research method with a descriptive approach, as well as a type of sociological research using a field survey method. The informants involved in this research were the Head of Madrasah, Deputy Head of Student Affairs, mandatory extracurricular supervisor and selected extracurricular supervisor at Madrasah Tsanawiyah Baitul Makmur. The research results show that 1. Madrasah Head Management in Optimizing Extracurricular Activities at MTs Baitul Makmur, namely developing existing systems starting from Planning, Organizing, Actuating, Controlling. 2. Management of Supervising Teachers in Optimizing Extracurricular Activities at MTs Baitul Makmur is quite good starting from Planning, Organizing, Actuating, Controlling. 3. Supporting factors and inhibiting factors in Optimizing Extracurricular Activities at MTs Baitul Makmur, supporting factors such as appreciation for winners of extracurricular activity competitions, inhibiting factors are things that hinder such as the regeneration of extracurricular members at MTs Baitul Makmur
Adab kepada Guru dan Orang Tua: Studi Pemahaman Siswa pada Materi Akhlak Sari, Leni Elpita; Rahman, Abdul; Baryanto, Baryanto
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2020): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v6i1.1251

Abstract

A good moral character is a keyword for the success of educational processes. Everyone will never be able to control themselves if only relying on the knowledge they have without being espoused by a noble moral character. Hence, each teacher who establishes interactions with students is given a big responsibility to guide his/her students’ moral character. Seeing that responsibility, the current study aimed at finding out the depiction of the teacher’s efforts to give understanding to students in a public school, MTS No. 2 Kepahiang, as regards good manners to parents and teachers, using a qualitative approach with the primary informant, namely the Akidah Akhlak teacher in that school. This study concluded that the teacher handling Akidah Akhlak lesson had made good efforts and been adequately helpful in giving understanding to students about good manners to parents and teachers. This entity was seen from students’ behavior in doing their activities both at school and afterschool although based on the evaluation results, it was not a hundred percent of students who had been able to apply their understanding of the importance of good manners to parents and teachers. Akhlak yang baik adalah kata kunci keberhasilan proses pendidikan. Setiap orang tidak akan mampu mengendalikan dirinya jika hanya bersandar pada pengetahuan yang dimilikinya kecuali dibarengi dengan akhlak mulia. Dengan demikian setiap guru yang melakukan interaksi dengan murid diberikan tanggungjawab yang besar untuk membina akhlak anak didiknya. Melihat besarnya tanggungjawab itu penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran tentang upaya guru dalam memberikan pemahaman kepada siswa di MTs. Negeri 02 Kepahiang tentang adab baik kepada orang tua maupun guru, melalui pendekatan kualitatif dengan informan utama yaitu guru Akidah Akhlak di sekolah tersebut. Peneltian ini memperoleh simpulan bahwa guru pelajaran akidah akhlak sudah berusaha dan cukup membantu dalam memberikan pemahaman kepada siswa dalam hal adab kepada orang tua dan guru, hal ini terlihat dari perilaku peserta didik dalam menjalani aktivitas di sekolah maupun di luar sekolah meskipun dari hasil evaluasi belum sepenuhnya siswa mampu menerapkan pemahaman mereka tentang pentingnya adab baik kepada orang tua maupun guru.
Strategi Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Nurjannah, Eka; Masudi, Masudi; Baryanto, Baryanto; Deriwanto, Deriwanto; Karolina, Asri
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 3 No. 2 (2020): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v3i2.1381

Abstract

This study aims to find out how the teacher strategies of the subjects Akidah Akhlak in improving student learning discipline and how the state of student learning discipline in SDIT Rabbi Radhiyyah 01 rejang lebong district. This research uses qualitative approach with field research type. Observation data collection techniques, interviews, and documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation, verification/drawing conclusions. The results showed; First, the teacher's strategy of morality in improving student learning discipline by briefing students on the importance of enforcing discipline, teachers setting an example for students in good manners, teachers advising students to be good and teachers to sanction students who violate discipline; Second, the student's learning discipline situation is informed if the student's low interest in learning is due to students lacking introspection, weak student punishment and low support from some parents. In conclusion, the strategies implemented by teachers in improving student discipline by providing examples, advice to be good, as well as weak student discipline conditions caused by students lacking self-introspection, weak student punishment and low support of some parents. Keywords: Teacher Strategy, Moral Code Teachers, Learning Discipline
Kompetensi Guru dalam Menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stay untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Krismoni, Krismoni; Nuzuar, Nuzuar; Baryanto, Baryanto
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 3 No. 2 (2020): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v3i2.1384

Abstract

The purpose of this research is to know the competence of teachers in implementing the learning model of Two Stay Two Stay (TSTS) to improve the learning achievement of grade VII students of SMP 27 Rejang Lebong Desa Durian Mas. This research is qualitative research, with observation, interview and documentation data collection techniques. The data analysis techniques used are data collection, data selection, display data and conclusion retrieval. The results of the study, obtained 3 things related to the learning benefits of the two stay two stay model, first, the competence of teachers in applying learning models to improve the learning achievement of students is already good, and teachers convey the material as usual, forming groups and students more eager to learn and more active. With the learning model Two Stay Two Stay makes students feel themselves getting attention and the opportunity to express opinions, ideas and ideas. Both Two Stay Two Stay Lessons have advantages in improving students' learning. All three student learning outcomes after the teacher applied the learning model to PAI subjects have already shown success. This can be seen from the results of replays and assignments, either in groups or individually. In conclusion, the learning model of Two Stay Two Stay has been well run by pai subject teachers and provides positive results in improving the learning outcomes of grade VII students of SMP 27 Rejang Lebong Desa Durian Mas. Keywords: Learning, Teacher competency, Two Stay Two Stay, learning achievement
Penerapan Konsep Dasar Pemikiran Al-Ghazali dalam Pendidikan Agama Islam Rahma, Renita Nur; Amda, Ahmad Dibul; Baryanto, Baryanto; Deriwanto, Deriwanto; Karolina, Asri
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 4 No. 1 (2021): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v4i1.1439

Abstract

This study aims to determine the basic concepts of Al-Ghazali's thought in Islamic education. This study uses a qualitative approach with the type of library research. The data collection technique used in this research is documentation. Data collection refers to books or books that have something to do with the concept of Islamic religious education according to Al-Ghazali. Researchers use content analysis as a reference in extracting information. The results of the study, the basic concept of Al-Ghazali's thought in Islamic Religious Education includes educational factors, namely aqidah education, moral education, and shari'ah education. Then the application of the basic concepts of Al-Ghazali's thoughts in Islamic religious education from the material and methods. Aqidah educational material, namely about the substance of Allah, prophethood, and death. Meanwhile, the methods are memorizing, teaching, and monitoring. Then the material moral education is morals towards Allah, morals of parents, morals of oneself, and morals towards others. The method is self-improvement, self-development, kufin. Then the shari'ah education material is ushul, furu, and muqodimat, the methods are through the talqin method, riyadho mujahadah, kalam jadal, and bit talathuf da'wah. In conclusion, there are three factors in the application of the concept of Al-Ghazali's thought in Islamic education, namely the factor of Aqidah Education, Moral Education, and Sharia Education. Keywords: Concept Application, Al-Ghazali Thought, Islamic Education Learning.