Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENTINGNYA ASI EKSKLUSIF MELALUI PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI DESA AIKPERAPA Khairiyatun Sholihah; Ziana Warsani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18743

Abstract

Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dapat menurunkan kematian balita sekitar 13%. Sekitar 16% kematian neonatal dapat dicegah apabila bayi disusui sejak hari pertama kelahiran dan bayi yang menyusui dalam satu jam pertama dapat menurunkan risiko kematian sekitar 22%. Namun angka cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia berfluktuasi cenderung menurun. Desain peneltian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre and post with control group design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah multistage random sampling. Teknik pemilihannya sebagai berikut; dari 7 posyandu di Desa Aikperapa dipilih secara acak yaitu Posyandu Lembah Rinjani, Posyandu Lembah Rinjani terpilih sebagai kelompok kontrol, dan Posyandu Sempurna Jaya terpilih sebagai kelompok intervensi. Sampel berjumlah 60 ibu (30 kontrol dari Posyandu Lembah Rinjani dan 30 perlakuan dari Posyandu Sempurna Jaya). Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah ibu  yang sedang hamil dan memiliki bayi usia 0-6 bulan serta bersedia menjadi responden. Pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi pada kelompok perlakuan lebih tinggi 6,10 dibandingkan sebelum dilakukan dilakukan perlakuan. Uji statistik menggunakan independent t-test untuk membandingkan pengaruh kelas menyusui pada kelompok perlakuan dan kontrol dan hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,001). Program promosi kesehatan kelas menyusui sangat penting untuk dilakukan terutama sejak saat masih hamil sehingga para calon ibu sudah mempersiapkan diri, memiliki pengetahuan menjadi bekal saat setelah melahirkan.
Identifikasi Kandungan Klorin Pada Beras Putih (Oryza sativa L.) Yang Beredar Di Pasar Tradisional Masbagik Kabupaten Lombok Timur Ziana Warsani; Khairiyatun Sholihah
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v6i3.17169

Abstract

Abstract:  Rice is a basic commodity whose quality and safety need to be guaranteed because it is useful as an energy source, but it is not uncommon for producers to add food additives to rice with the aim of extending the shelf life or improving the texture, taste and color. One of them is the addition of the harmful substance chlorine to rice. Chlorine is detrimental and harmful to consumers then prohibited from being used in food. This research aims to identify the presence of chlorine content in rice that traded at the Masbagik traditional market, East Lombok Regency. This research was carried out experimentally in the Food Technology Laboratory of the Institute Technology and Health Aspiration on 10 rice samples taken from the total number of rice traders in Masbagik tradisonal market, East Lombok Regency. The chlorine in rice was analyzed qualitatively using the color reaction method to determine the presence of chlorine. The results of research on 10 rice samples using the color reaction method using povidone iodine and starch showed negative results or the absence of the dangerous substance chlorine in all rice samples which was indicated by no color change like the positive control so it can be concluded that the rice was traded in Masbagik traditional markets, East Lombok Regency doesn’t contain chlorine and it safe for consumption.Abstrak: Beras merupakan komoditas pokok yang perlu dijamin mutu dan keamanannya karena berguna sebagai sumber energi tetapi tidak jarang produsen menambahkan bahan tambahan pangan ke dalam beras dengan tujuan memperpanjang masa simpan atau memperbaiki tekstur, citarasa dan warna. Salah satunya adalah penambahan zat berbahaya klorin pada beras. Klorin bersifat merugikan dan membahayakan konsumen serta dilarang penggunaannya pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan klorin pada beras yang diperjual belikan di pasar Tradisional Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium Teknologi Pangan Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi terhadap 10 sampel beras yang diambil dari total keseluruhan pedagang beras di pasar Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Klorin pada beras dianalisis secara kualitatif menggunakan metode reaksi warna untuk mengetahui adanya klorin. Hasil penelitian pada 10 sampel beras dengan metode reaksi warna menggunakan povidon iodine dan amilum menunjukkan hasil yang negatif atau tidak ditemukannya zat berbahaya klorin pada seluruh sampel beras yang ditandai dengan tidak terjadi perubahan warna seperti kontrol positif sehingga dapat disimpulkan bahwa beras yang diperjual belikan di pasar Tradisional Masbagik Kabupaten Lombok Timur tidak mengandung klorin dan aman untuk dikonsumsi.
POTENSI NANOTEKNOLOGI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN Ziana Warsani
JURNAL TAMPIASIH Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global climate change and rapid population increase inflict challenges to food endurance and demand efficient food improvement methods that ensure superior food quality and quantity. Advances in nanotechnology can be explored to enhance sustainable improvement of agricultural yields. Recently, nanotechnology has made a great revolution in solving various problems faced by the human population especially in the food industry. This literature review aims to describe the potential use of nanotechnology in building food endurance through improvment in processing, packaging, preservation, and food safety. The design of this study used literature review and data collection was carried out using the literature search method with several keywords on internet sites including Research Gate, Science Direct, NCBI and Google Scholar. Based on the 28 literature obtained, nanotechnology has been widely applied in the food industry such as in the fields of processing, packaging, preservation and food safety. The results of this study indicate several successes of nanotechnology that have been applied to several fields in the food industry and the potential of the application will continue to be developed in the future by considering issues of safety and human health. ABSTRAK Perubahan iklim global dan peningkatan populasi yang cepat menimbulkan tantangan bagi ketahanan pangan dan menuntut metode perbaikan pangan yang efisien yang memastikan kualitas dan kuantitas pangan yang unggul. Kemajuan dalam nanoteknologi dapat dieksplorasi untuk meningkatkan hasil pertanian yang berkelanjutan. Baru-baru ini, nanoteknologi telah membuat revolusi besar-besaran dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh populasi manusia terutama dalam industri pangan. Studi literature review ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi pemanfaatan nanoteknologi dalam membangun ketahanan pangan melalui perbaikan dalam pengolahan, pengemasan, pengawetan, dan keamanan pangan. Desain. Penelitian ini menggunakan literature review dan pengambilan data dilakukan menggunakan metode penelusuran literatur dengan beberapa kata kunci pada situs internet diantaranya Research Gate, Science Direct, NCBI dan Google Scholar. Literatur yang diperoleh dianalisis menggunakan Content Analysis. Berdasarkan 28 literatur yang diperoleh, nanoteknologi telah banyak diaplikasikan dalam industri pangan seperti pada bidang pengolahan, pengemasan, pengawetan dan keamanan pangan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa keberhasilan nanoteknologi yang telah diaplikasikan pada beberapa bidang dalam industri pangan dan potensi aplikasi ini masih terus dikembangkan kedepannya dengan mempertimbangkan isu keamanan dan kesehatan manusia
Keragaman Pemanfaatan Tumbuhan sebagai bahan pangan alternatif di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah: Keragaman Pemanfaatan Tumbuhan sebagai bahan pangan alternatif di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah Lalu Amrullah; Affan Gaffar; Ziana Warsani; Soufa Malita; Rahayu Safitri Rahman
JURNAL TAMPIASIH Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan umat manusia sudah mualai dilakuakn sejak lama, karan tumbuhan merupakan salah satu elemen penting dan utama yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup sebagai sumber pangan yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan memiliki keragaman antar daerah yang berbeda.Oleh karna itu dilakuakn penelitian untuk mengtahui jenis tumbuhan apa yang di manfaatkan oleh masarakat desa Labulia. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif yaitu Pengumpulan data dilakukan dengn wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menujukan lima spesies yang umum di gunakan oleh masarakat dalam kehidupan sehari hari adalah : Talas (C. esculenta), Ubi jalar (Ipomoea),Ubi Kayu (M. esculenta),Jagung (zea mays), Pisang (Musa spp).
Pelatihan Deteksi Boraks dan Formalin Menggunakan Indikator Alami di SMA Islam Plus Musthofa Kamal Lombok Timur Affan Gaffar; Ziana Warsani; Lalu Amrullah; Soufa Malita; Rahayu Safitri Rahman
MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Mei - Agustus
Publisher : Yayasan Miftahul Ulum Sangatta Kutai Timur (KEP. MENKUMHAM RI No. AHU-0014779.AH.01.04.Tahun 2018) bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta Kab. Kutai Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71382/mayara.jurn.peng.masy..v1i2.24

Abstract

Food safety is often associated with health, especially about food poisoning. Cases of food poisoning often occur in Indonesia with a high incidence rate. One of the causes of food poisoning is the presence of food additives such as formaldehyde, borax, and textile dyes in food. To find out whether or not there is borax and formalin in food, a laboratory test must be carried out. However, laboratory tests require quite a lot of money. Therefore the purpose of this community service is to educate the public about hazardous chemicals used for food preservatives and provide training to detect borax and formalin using natural ingredients from plants with fairly accurate results qualitatively. The method used is an experimental method with a laboratory approach which will be carried out with a series of experiments. The ingredients used include turmeric and dragon fruit skin. The food samples analyzed in this activity were crackers, tofu and meatballs which were taken randomly from traders in the montong betok market, East Lombok. The result of this service is that people are educated about hazardous chemicals that are still used by people as preservatives and people are able to detect borax and formaldehyde in food using natural indicators.
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PRODUK PANGAN LOKAL DI DESA PERIGI KECAMATAN SUELA LOMBOK TIMUR Affan Gaffar; Yuliatin Hasfiani; Ziana Warsani; Soufa Malita; Lalu Amrullah; Rahayu Safitri Rahman; Nia Ulfa Madani
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.5426

Abstract

This community engagement program aims to strengthen the capacity of Perigi Village residents in East Lombok, Indonesia, to process cassava into MOCAF (Modified Cassava Flour) through hands-on training and the application of basic technological transfer. The program commenced with theoretical dissemination addressing the potential of cassava as a value-added local commodity and the function of MOCAF as a gluten-free wheat flour substitute. Training stages included raw material selection, fermentation, drying, milling, and product formulation using MOCAF. The results indicated a significant improvement in participants’ technical knowledge and operational skills related to standardized MOCAF production processes. Furthermore, the demonstration of MOCAF-based brownies increased participants’ interest in developing local food businesses. Overall, this activity contributed to enhancing community competence in food diversification, adding economic value to local commodities, and strengthening the village economy.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PELATIHAN KOMBUCHA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN NILAI TAMBAH PRODUK Ziana Warsani; Affan Gaffar; Soufa Malita
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 2 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, June 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i2.6709

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the Indonesian economy, yet they still face limitations in product innovation and value-added development, particularly in the functional food sector. This community service program aims to enhance the knowledge, skills, and creativity of MSMEs through training in the production of probiotic kombucha tea. The program was conducted in June 2024, involving 25 MSMEs assisted by the East Lombok Regency Cooperatives and MSMEs Office. The implementation method used a participatory approach, encompassing needs analysis, conceptual outreach and education, hands-on training in kombucha production, packaging-based product innovation, and activity evaluation. The results showed that participants were able to follow the stages of kombucha production, understand the importance of sanitation, and begin to develop creativity through packaging design. This activity demonstrates the effectiveness of practice-based training in increasing MSME capacity and encouraging the development of innovative and value-added functional food-based businesses.
Potensi Antikanker Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Yuliatin Hasfiani; Rahayu Safitri Rahman; Ziana Warsani
JURNAL TAMPIASIH Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Database GLOBACON 2020 melaporkan kasus kanker terjadi lebih dari 19,3 juta dengan angka kematian hampir 10 juta jiwa. Pengobatan kanker umumnya menggunakan radioterapi, pembedahan, dan kemoterapi yang memiliki efek samping berbahaya seperti resistensi obat. Adanya komponen bioaktif khususnya pada tumbuhan menjadi alternatif solusi sebagai agen antikanker yang lebih aman. Rimpang temulawak memiliki senyawa bioaktif seperti xanthorrhizol dan kurkumin yang memiliki efektivitas sebagai antikanker. Studi literatur ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai temuan-temuan tentang kandungan senyawa bioaktif pada temulawak serta mekanisme seluler yang berkaitan dengan antivitasnya sebagai antikanker. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review secara sistematis dan meta analisis menggunakan database Google Scholar dan Science Direct. Literatur diperoleh dengan kata kunci “Curcuma xanthorrhiza as anticancer, bioactive compound of Curcuma xanthorrhiza, Javanese turmeric as functional food”. Literatur yang diperoleh dikumpulkan, diseleksi, dan dirangkum berdasarkan tujuan artikel ini. Hasil: Hasil studi literatur menunjukkan temulawak memiliki aktivitas pencegahan dan terapi terhadap berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara, tenggorokan, mulut dan esofagus, usus besar, dan hati. Studi secara in vitro dan in vivo menunjukkan senyawa-senyawa bioaktif temulawak menargetkan sitokin proinflamasi, protein apoptosis sel, dan penghentian siklus sel. Kesimpulan: Studi literatur ini difokuskan pada temuan terbaru terkait potensi antikanker pada temulawak berdasarkan studi in vitro dan in vivo. Kata Kunci: Kanker, antikanker, temulawak, senyawa bioaktif.
Isolation and characterisation of lytic bacteriophages for biological control of Salmonella spp. (Enterobacteriaceae) in raw vegetables (lalapan) Affan Gaffar; Ziana Warsani
Bioma Vol. 22 No. 1 (2026): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bioma.v22i1.67435

Abstract

Salmonella spp. contamination in fresh vegetables, particularly those consumed raw without heat treatment, poses a significant food safety risk. Lytic bacteriophages offer promise as biological control agents due to their ability to specifically lyse target bacteria. This study aimed to isolate and characterise lytic bacteriophages active against Salmonella spp. from raw vegetables. Samples of lettuce (Lactuca sativa), eggplant (Solanum melongena), cabbage (Brassica oleracea var. capitata), and basil (Ocimum basilicum) were collected from local markets and processed using the double-layer agar method. Two bacteriophage isolates were recovered: SLSp from lettuce and TRSp from eggplant, while no plaques were detected in cabbage or basil. Host range analysis revealed that both isolates lysed only Salmonella spp., with no activity against Bacillus cereus, Escherichia coli, or Staphylococcus aureus. SLSp exhibited a higher titer (2.2 × 10⁵ PFU/mL) than TRSp (8.9 × 10⁴ PFU/mL). Both isolates remained active at 30°C and neutral pH but showed reduced lytic activity at 60–80°C and under extreme pH conditions (2 and 12). These findings indicate that SLSp and TRSp are promising candidates for development as biocontrol agents against Salmonella in fresh foods.