Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : tampiasih

POTENSI NANOTEKNOLOGI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN Ziana Warsani
JURNAL TAMPIASIH Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global climate change and rapid population increase inflict challenges to food endurance and demand efficient food improvement methods that ensure superior food quality and quantity. Advances in nanotechnology can be explored to enhance sustainable improvement of agricultural yields. Recently, nanotechnology has made a great revolution in solving various problems faced by the human population especially in the food industry. This literature review aims to describe the potential use of nanotechnology in building food endurance through improvment in processing, packaging, preservation, and food safety. The design of this study used literature review and data collection was carried out using the literature search method with several keywords on internet sites including Research Gate, Science Direct, NCBI and Google Scholar. Based on the 28 literature obtained, nanotechnology has been widely applied in the food industry such as in the fields of processing, packaging, preservation and food safety. The results of this study indicate several successes of nanotechnology that have been applied to several fields in the food industry and the potential of the application will continue to be developed in the future by considering issues of safety and human health. ABSTRAK Perubahan iklim global dan peningkatan populasi yang cepat menimbulkan tantangan bagi ketahanan pangan dan menuntut metode perbaikan pangan yang efisien yang memastikan kualitas dan kuantitas pangan yang unggul. Kemajuan dalam nanoteknologi dapat dieksplorasi untuk meningkatkan hasil pertanian yang berkelanjutan. Baru-baru ini, nanoteknologi telah membuat revolusi besar-besaran dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh populasi manusia terutama dalam industri pangan. Studi literature review ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi pemanfaatan nanoteknologi dalam membangun ketahanan pangan melalui perbaikan dalam pengolahan, pengemasan, pengawetan, dan keamanan pangan. Desain. Penelitian ini menggunakan literature review dan pengambilan data dilakukan menggunakan metode penelusuran literatur dengan beberapa kata kunci pada situs internet diantaranya Research Gate, Science Direct, NCBI dan Google Scholar. Literatur yang diperoleh dianalisis menggunakan Content Analysis. Berdasarkan 28 literatur yang diperoleh, nanoteknologi telah banyak diaplikasikan dalam industri pangan seperti pada bidang pengolahan, pengemasan, pengawetan dan keamanan pangan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa keberhasilan nanoteknologi yang telah diaplikasikan pada beberapa bidang dalam industri pangan dan potensi aplikasi ini masih terus dikembangkan kedepannya dengan mempertimbangkan isu keamanan dan kesehatan manusia
Keragaman Pemanfaatan Tumbuhan sebagai bahan pangan alternatif di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah: Keragaman Pemanfaatan Tumbuhan sebagai bahan pangan alternatif di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah Lalu Amrullah; Affan Gaffar; Ziana Warsani; Soufa Malita; Rahayu Safitri Rahman
JURNAL TAMPIASIH Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan umat manusia sudah mualai dilakuakn sejak lama, karan tumbuhan merupakan salah satu elemen penting dan utama yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup sebagai sumber pangan yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan memiliki keragaman antar daerah yang berbeda.Oleh karna itu dilakuakn penelitian untuk mengtahui jenis tumbuhan apa yang di manfaatkan oleh masarakat desa Labulia. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif yaitu Pengumpulan data dilakukan dengn wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menujukan lima spesies yang umum di gunakan oleh masarakat dalam kehidupan sehari hari adalah : Talas (C. esculenta), Ubi jalar (Ipomoea),Ubi Kayu (M. esculenta),Jagung (zea mays), Pisang (Musa spp).
Potensi Antikanker Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Yuliatin Hasfiani; Rahayu Safitri Rahman; Ziana Warsani
JURNAL TAMPIASIH Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Database GLOBACON 2020 melaporkan kasus kanker terjadi lebih dari 19,3 juta dengan angka kematian hampir 10 juta jiwa. Pengobatan kanker umumnya menggunakan radioterapi, pembedahan, dan kemoterapi yang memiliki efek samping berbahaya seperti resistensi obat. Adanya komponen bioaktif khususnya pada tumbuhan menjadi alternatif solusi sebagai agen antikanker yang lebih aman. Rimpang temulawak memiliki senyawa bioaktif seperti xanthorrhizol dan kurkumin yang memiliki efektivitas sebagai antikanker. Studi literatur ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai temuan-temuan tentang kandungan senyawa bioaktif pada temulawak serta mekanisme seluler yang berkaitan dengan antivitasnya sebagai antikanker. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review secara sistematis dan meta analisis menggunakan database Google Scholar dan Science Direct. Literatur diperoleh dengan kata kunci “Curcuma xanthorrhiza as anticancer, bioactive compound of Curcuma xanthorrhiza, Javanese turmeric as functional food”. Literatur yang diperoleh dikumpulkan, diseleksi, dan dirangkum berdasarkan tujuan artikel ini. Hasil: Hasil studi literatur menunjukkan temulawak memiliki aktivitas pencegahan dan terapi terhadap berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara, tenggorokan, mulut dan esofagus, usus besar, dan hati. Studi secara in vitro dan in vivo menunjukkan senyawa-senyawa bioaktif temulawak menargetkan sitokin proinflamasi, protein apoptosis sel, dan penghentian siklus sel. Kesimpulan: Studi literatur ini difokuskan pada temuan terbaru terkait potensi antikanker pada temulawak berdasarkan studi in vitro dan in vivo. Kata Kunci: Kanker, antikanker, temulawak, senyawa bioaktif.