Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAKTERI POTENSIAL PADA FASE PEMATANGAN KOMPOS MANUR Fatmawati, Fenti
Journal of Pharmacopolium Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.218 KB)

Abstract

Pengomposan merupakan salah satu sumber dalam mencari mikroorganisme potensial penghasil enzim Selama proses pengomposan, terjadi perubahan komunitas mikroorganisme yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan suhu. Proses pengomposan pada penelitan ini terbagi menjadi 5 tahap pengomposan yaitu fasa inisiasi/ awal pengomposan (suhu pengomposan 28oC), mesofilik pertama (suhu 50 oC), termofilik (suhu 55 oC), mesofilik kedua (suhu 50 oC) dan fasa pematangan (suhu 37 oC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase pada fase pematangan/ fase akhir pada proses pengomposan manur sapi. Dari hasil penelitian didapatkan bakteri F5A yaitu bakteri potensial dari hasil fase pematangan/fase akhirkompos manur sapi.  Bakteri ini sangat potensial karena memiliki aktivitas amilase, selulase, xilanase dan lipase. Dari hasil analisis filogenetik diketahui bahwa bakteri F3A memiliki homologi terdekat dengan Viridibacillus arenosi dengan kemiripan 98%. Kata Kunci:   Amilase, Lipase, Selulase, Xilanase, Viridibacillus arenosi
ANALISIS Pb dan Cd PADA LIPSTIK YANG BEREDAR DI PASAR KIARACONDONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM FATMAWATI, FENTI
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.885 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.399

Abstract

Dalam penelitian ini kami menganalisis timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) pada lipstik yang berasal dari Pasar Kiaracondong Bandung dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Sampel diambil secara acak dari lipstik terdaftar BPOM dan tidak terdaftar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar timbal logam (Pb) dan kadmium (Cd) pada lipstik di pasar Kiaracondong Bandung serta untuk mengetahui keamanannya dengan mengacu pada ketentuan BPOM di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan logam berat timbal dan kadmium pada 6 sampel lipstik yang beredar di Pasar Kiaracondong. Ada 4 sampel yang mengandung timbal dengan kadar melebihi batas aman sesuai BPOM. sedangkan 2 sampel lainnya mengandung timbal tapi masih dalam batas aman. Begitu pula kadmium, 6 sampel yang dianalisis mengandung kadmium tapi masih di bawah batas aman sesuai BPOM dan bisa dikatakan aman digunakan.Kata kunci: Cd, lipstick, Pb, SSA
Meningkatkan Pemahaman Masyarakat dalam Sosialisasi Bahaya Cemaran Logam Berat Pada Kosmetik Fatmawati, Fenti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.267 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4149

Abstract

Cosmetics are ingredients or preparations used on the outside of the human body (epidermis, hair, nails, lips, and external genital organs) or teeth and oral mucous membranes, especially to cleanse, fragrance, change the appearance and improve body odor or protect or preserve the body in good condition. Cosmetics become a tool for women to make them more beautiful. But often they are not aware of the heavy metal content in cosmetics. For this reason, socialization in the community, especially women, is needed for the importance of choosing safe cosmetics by the CLICK CEK method. Communities need to be protected from cosmetics circulation that does not meet safety, usefulness and quality requirements that can endanger the health of the community itself. As for the targets of this activity are the women who are member of PKK RW 08 kecamatan Rancasari, kelurahan Manjahlega Bandung. Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Kosmetik menjadi alat bagi kaum hawa untuk menjadikan mereka lebih cantik. Namun seringkali mereka tidak menyadari kandungan logam berat dalam kosmetik tersebut. Untuk itu maka diperlukan adanya sosialisasi pada masyarakat khususnya para wanita akan pentingnya cara memilih kosmetik yang aman dengan metode CEK KLIK. Masyarakat perlu dilindungi dari peredaran kosmetika yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, kemanfaatan dan mutu yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat itu sendiri. Adapun yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah para kaum wanita yang menjadi anggota PKK RW 08 Kelurahan Rancasari, Kecamatan Manjahlega Bandung.
ARTIKEL REVIEW : STUDY α-AMILASE DARI MIKROBA SERTA PEMANFAATANYA DALAM PEMBUATAN MALTODEKSTRIN Algofar, Muhammad Alif Aziz; Rosmansyah, Hurryatul Fikri; Rum, Ira Adiyati; Muhsinin, Soni; Fatmawati, Fenti
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i1.4517

Abstract

Amilase adalah hidrolase penting yang telah digunakan secara luas selama beberapa dekade. Enzim ini secara acak memotong ikatan glikosidik internal dalam molekul pati untuk menghidrolisisnya dan menghasilkan gula. Di antara amilase, α-amilase memiliki permintaan terbesar karena berbagai aplikasinya di bidang industri. Ketika konsumen menjadi lebih sadar akan masalah lingkungan, industri menemukan bahwa enzim dapat menggantikan katalis kimia lainnya. α-amilase dapat diproduksi dari tumbuhan atau sumber mikroba. Karena keuntungan yang diberikan oleh produksi mikroba, α-amilase dari mikroorganisme telah menjadi fokus perhatian dan lebih disukai daripada sumber produksi lainnya. Sifatnya yang ada di mana-mana, produksi yang mudah, dan berbagai aplikasi menjadikan α-amilase sebagai enzim yang penting bagi industri. Tujuan review ini adalah untuk memberikan informasi mengenai pengaplikasian enzim α-amilase yang berasal dari mikroba yaitu bakteri dan yeast serta pemanfaatannya dalam industri farmasi terutama dalam pembuatan maltodekstrin.Kata kunci: α-Amilase ; Mikroba ; Maltodekstrin
ANALISIS Pb PADA SEDIAAN EYESHADOW DARI PASAR KIARACONDONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM FATMAWATI, FENTI
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.168 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.226

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis timbal (Pb) pada sediaan kosmetik eyeshadow yangberasal dari Pasar Kiaracondong Kota Bandung dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom.Sampel diambil secara acak dari eyeshadow yang teregisterasi BPOM dan yang tidak teregistersiBPOM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar dari logam Timbal (Pb) padasediaan kosmetik eyeshadow yang didapatkan dari pasar Kiaracondong Bandung serta untukmenentukan keamanan pada sediaan tersebut yang beredar dengan mengacu pada ketetapan BPOM.Hasil pengujian didapatkan bahwa kadar sampel eyeshadow yang tidak teregisterasi yaitu 127.356 ;16.194 dan 6.864 bpj. Dari ketiga sampel tersebut terdapat 1 sampel yang tidak aman untuk digunakanyaitu sampel ESTR1. Kadar sampel eyeshadow yang teregisterasi yaitu 3.801; 7.605 dan 2.331 bpj danketiganya dinyatakan aman digunakan.
IDENTIFIKASI BAKTERI POTENSIAL PENGHASIL ENZIM AMILASE, SELULASE, XILANASE DAN LIPASE PADA FASE TERMOFILIK KOMPOS MANUR SAPI Fatmawati, Fenti; Warganegara, Fida Madayanti; Puspasari, Made
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.236 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.168

Abstract

Kebutuhan akan enzim di Indonesia cukup besar namun pasokannya masih dipenuhi oleh impor. Keaneka ragaman hayati di Indonesia yang begitu melimpah dapat menjadi alternatif dalam mencari sumber- sumber enzim potensial yang banyak digunakan dalam industri. Amilase, selulase, xilanase dan lipase merupakan enzim yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kompos dari kotoran sapi adalah kompos yang menggunakan limbah kotoran sapi sebagai bahan campurannya. Proses pengomposan dapat terbagi menjadi beberapa tahap yaitu fase mesofilik awal, fase termofilik, mesofilik akhir dan fase pematangan. Perbedaan fase tersebut berdasarkan atas perbedaan suhu yang menyebabkan perubahan komunitas bakteri di dalamnya. Pada fase termofilik terjadi peningkatan suhu yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase pada fase termofilik kompos manur sapi. Pada penelitian ini dilakukan isolasi mikroba pada fase termofilik lalu dilakukan skrining enzim. Kemudian dilakukan identifikasi secara genetik dengan metode penentuan urutan nukleotida gen 16S rRNA untuk mengetahui spesies bakteri tersebut. Dari hasil skrining dipilih koloni bakteri F3A pada fase termofilik dimana bakteri tersebut dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase. Koloni bakteri tersebut memiliki ukuran sebesar 20.000 pb. DNA kromosom hasil isolasi ini selanjutnya digunakan sebagai templat dalam proses PCR untuk mendapatkan gen secara utuh. Hasil PCR menunjukkan bahwa proses amplifikasi telah berhasil dilakukan yang ditunjukkan diperolehnya ukuran fragmen DNA yang berukuran 1500 pb. Setelah diamplifikasi lalu dilakukan sequensing. Berdasarkan urutan homologi dengan analisis BLAST dan analisis filogenetik dengan menggunakan program MEGA 5 diketahui bahwa bakteri F3A memiliki kemiripan 93% dengan Ureibacillus thermosphaericus.
Validasi Metode dan Penentuan Kadar Asam Salisilat Bedak Tabur dari Pasar Majalaya Fenti Fatmawati; Lina Herlina
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 2, No 2 (2017): Available Online in July 2017
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.982 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v2i2.1187

Abstract

Bedak Salisil adalah bedak yang mengandung asam salisilat sebagai zat aktifnya. Bedak ini pada umumnya digunakan untuk menghilangkan keluhan gatal-gatal yang disebabkan oleh biang keringat, dan gangguan kulit lainnya. Kadar asam salisilat dalam bedak tidak boleh lebih dari 2% berdasarkan peraturan Badan POM. Tujuan penelitian ini adalah melakukan validasi metode dan menentukan kadar asam salisilat dalam sediaan kosmetika bedak tabur berlabel (bermerk) dan non label (tanpa merk) menggunakan metode spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan kurva kalibrasi linier dengan persamaan regresi  y= 0,029x + 0,038 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,999. Persen perolehan kembali asam salisilat dalam sampel simulasi mempunyai rentang  91,28% - 96,71%. Koefisien variasi dalam hari sebesar 0,26%, sedangkan dalam antar hari nilai koefisien variasi adalah 0,25%, 0,33% and 0,26%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validitas yang dilakukan menunjukkan bahwa metode spektrofotometri uv vis telah memenuhi persyaratan validasi. Enam sampel kosmetik bedak tabur yang dianalisis mengandung asam salisilat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam salisilat dalam produk kosmetik tidak melebihi batas maksimal dan aman untuk digunakan. Kadar asam salisilat yang diperoleh pada tiga sampel berlabel adalah 1,66%, 0,50% dan 0,19%. Kadar asam salisilat pada tiga sampel non label adalah 0,15%, 0,19% dan 0,09%.
EDUKASI OBAT DAN MAKANAN AMAN DI KALANGAN SISWA TAMAN KANAK-KANAK Fatmawati Fenti; Vina Vina; Dewi Dewi; Lenny Lenny; Ivan Ivan; Ira Ira
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v2i2.1819

Abstract

Jumlah penduduk yang besar jika tidak diikuti dengan kualitas penduduk yang baik hanya akan menimbulkan masalah dan menjadi beban pembangunan. Salah satu aspek peningkatan kualitas penduduk adalah dengan meningkatan kesehatan penduduknya. Jumlah penduduk yang kompleks memiliki permasalahan yang kompleks pula. Permasalahan pada kedua mitra Pengmas ini terletak pada kekompleksan penduduknya. Mengapa dipilih siswa Taman Kanak-kanak dikarenakan kami ingin  meningkatan pengetahuan secara dini mengenai pentingnya kesehatan. Pengetahuan mengenai obat dan makanan yang aman bagi anak-anak sangat perlu untuk disosialisasikan secara dini. Adapun target luaran atau tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah anak-anak diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir dan memahami tentang definisi obat dan cara penggunaan obat serta memahami mengenai jajanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v2i2.1819
ANALISIS Cd PADA SEDIAAN EYESHADOW DARI PASAR KIARACONDONG BANDUNG Fenti Fatmawati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 1, No 2 (2016): Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.413 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v1i2.795

Abstract

In this research has been done cadmium analysis (Cd) on eyeshadow cosmetics derived from Kiaracondong Market Bandung City with Atomic Absorption Spectrophotometric method. Samples were taken at random from the registered and unregistered. The purpose of this research is to determine the content of cadmium metal (Pb) on eyeshadow cosmetic obtained from Kiaracondong Bandung market and to determine the safety of the eyeshadow  with reference to BPOM regulation. Based on the result of research, we obtained the data that content of cadmium on unregistered eyeshadow sample that is 1,018; 0.720 and 0.805. The content of cadmium on registered eyeshadow samples that is 0.371; 1,631 and 1,161 bpj. All samples, whether registered or unregistered, can be declared safe Kata kunci: Cadmium, eyeshadow, AAS validation methode
IDENTIFICATION OF ATSIRI OIL COMPONENTS IN SPICES COFFEE USING KG S Fenti Fatmawati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Natural research Pharmaceutical Journal
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.584 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v2i2.978

Abstract

Spice coffee is a blend of arabica and  robusta coffee bean by using the addition of spice such as ginger, red ginger, galingale, black paper, cardamom, cumin and cinnamon. Spice coffee is intended to improve the taste of fresh coffee and warm. This study aims to determine the essential oil component in spice coffee. Identification of essential oil components has been done by using Gas Chromatography Spectrometry Mass (GC-MS) method in spice coffee produced from 3 cities Bandung, Surabaya and Malang. The first step was sample preparation using vapor distillation and extraction with solvent. The second step was to identify essential oil components in the sample using the GC- MS method. The result of identification essential oil component in spice coffee showed that in sample A had 3 main components identified as Phenol,nonyl (53.40%), 4-Azido-Phenol 18.70%) and Caffeine (98.40%), sample B has 4 main components identified as γ-Terpinene (32.80%), Linalool (43.20%), α-Terpineol (30.30%) and Caffeine (98.40%), sample C has 7 main components identified as Linalool (53.4%), 4-Terpineol (55.0%), α-Terpineol (32.9%), Cinnamyl alcohol (78.2%), α-Curcumene (84.2%), Caffeine (98.3%) and Gingerol (93.7%). Key words: Coffee, Essential oil, Spice.