Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS LEADERSHIP STYLE KEPALA RUANG KEPERAWATAN RAWAT INAP DALAM UPAYA PENINGKATAN KINERJA PERAWAT DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Deby Zulkarnain Rahadian Syah; Rahayu Iskandar
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1126

Abstract

Introduction: Nursing management is a special task that must be carried out by nursing managers to plan, organize, direct, and supervise existing resources, both human resources, tools, and funds, so that they can provide effective nursing services to patients, family, and society. As a nursing manager, you must have a leadership spirit to achieve organizational goals that have been determined through other people. Objective: to determine the relationship between the leadership style of the head of the nursing room and the performance of inpatient nurses. Methods: This research is a quantitative research type, using a cross sectional approach. The population of this study was the head of the treatment room and inpatient nurses at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital, Yogyakarta Special Region. Bivariate data analysis research using the contingency coefficient test. Result: The leadership style perceived by the nurse to the head of the room is democratic. The nurse's performance is in the sufficient category. The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between the leadership style of the head of the room and the performance of nurses with a p value of 0.000 with a close relationship in the strong category of 0.617. Conclusion: leadership style affects the performance of nurses in the inpatient room at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital.
Efektivitas Media Puzzle dalam Meningkatkan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Siswa di SDN Purwobinangun Kalasan Ratna Lestari; Dewi Utari; Rahayu Iskandar
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 1 No. 02 (2022): JURINSE, Agustus 2022
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.446 KB)

Abstract

Background: COVID-19 is an infectious disease that causes death globally. Prevention efforts are needed from all parties including school age children to break the chain of spread. Prevention can be done through the provision of information with appropriate media that suitable for the stage development, one of them is puzzle. Aim: The aim of this research is to identify the effect of puzzle as education media in improving COVID-19 prevention behavior in Public Elementary School, Purwobinangun, Kalasan, Sleman. Method: This was pra experimental study with pre post test without control group design. Total of 28 pupils in fourth grade involve as respondents. Researchers provide intervention in the form of health education about COVID-19 using puzzle for 2 weeks for 3 meetings in November 2021. The pretest questionnaires on knowledge of COVID-19 has been carried out with content validity with expert judgement and the I-CVI result is 1, which means the questionnaire is valid. While reliability use Inter Class Correlation (ICC) test with 0,840 which means reliable. Wilcoxon statistic test is used for bivariate analyzing. Result: obtained p value is 0,000 for knowledge, attitude, and behavior of COVID-19 prevention after the intervention. Conclusion:  There is an effect of puzzle in improving COVID-19 prevention behavior. Health education media according to pupils characteristics can be used as an alternative education during the pandemy.
Pendampingan Sekolah Sehat SD Krebet Kecamatan Pajangan Bantul D.I. Yogyakarta Ferianto Ferianto; Rahayu Iskandar; Ngatoiatu Rahmani; Anastasia Suci; Agus Warseno
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): JIPPM - Juni 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.769 KB) | DOI: 10.54082/jippm.17

Abstract

SD Krebet merupakan SD yang berada di wilayah Pajangan. SD Krebet tertantang untuk melakukan sebuah perubahan untuk menjadikan siswa SD Krebet memiliki nilai positif di tengah masyarakat desa Krebet. Dengan alasan inilah, SD Krebet menyusun program bimbingan pola hidup sehat, dengan melibatkan peran aktif siswa melalui kegiatan ekstra dokter kecil. Dalam pelaksanaannya, budaya hidup bersih dan sehat sudah mulai dimunculkan dalam program-program, diantaranya: membawa bekal, sarapan pagi bersama, sikat gigi, cuci tangan pakai sabun, pemeriksaan kesehatan oleh dokter kecil. Kegiatan tersebut merupakan program baru yang masih memerlukan bimbingan dan pendampingan dari tenaga kesehatan professional untuk memanajemen kegiatan tersebut dengan baik. Sekolah memiliki sumber daya alam yang sudah di siapkan secara sederhana. Kendala yang ada, bahwa pembimbing dokter kecil belum maksimal dikarenakan keterbatasan pembimbing. Untuk menanggulangi kendala tersebut diperlukan sebuah solusi dengan melakukan kegiatan pendampingan, pembinaan, dan bimbingan dalam upaya revitalisasi UKS di SD Krebet khususnya terkait dengan pengetahuan gizi seimbang. Pengabdian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran status nutrisi dan melakukan pendidikan kesehatan kepada dokter kecil tentang gizi seimbang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai pengetahuan siswa tentang pedoman gizi seimbang yang signifikan (nilai p = 0,00 (p < 0,05) setelah dilaksanakan kegiatan pendampingan sekolah sehat dengan pemberian pendidikan kesehatan.
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUMAH SAKIT DI INDONESIA: USE OF PERSONAL PROTECTION EQUIPMENT AT HOSPITAL IN INDONESIAN Rahayu Iskandar; Desy Pratiwi Samauna
Jurnal Keperawatan Sumba (JKS) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)
Publisher : Program Studi Keperawatan Waikabubak, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jks.v1i1.861

Abstract

Latar Belakang Alat pelindung diri (APD) merupakan perlengkapan yang wajib digunakan pekerja saat melakukan pekerjaan yang beresiko mengganggu keselamatan dan kesehatan. Hasil survei WHO (2011) didapatkan prevalensi kejadian HAI di negara-negara berpenghasilan tinggi berkisar antara 3,5%-12%, sedangkan di negara-negara berkembang berkisar antara 5,7%-19,1%. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi perilaku dan kepatuhan perawat dalam menggunakan APD, diantaranya pengetahuan, motivasi, ketersediaan APD, beban kerja, dan lama kerja. Tujuan dari literatur review ini adalah mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan APD oleh perawat di rumah sakit di seluruh Indonesia. Metode penelitian menggunakan literature review dengan menggunakan 15 literatur yang direview berdasarkan hasil seleksi menggunakan PICOS framework sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada direntan usia 20-35 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan, mayoritas pendidikan responden D3 Keperawatan, dan mayoritas lama kerja responden berada dalam rentang 0-10 tahun. Penggunaan APD oleh perawat di rumah sakit dipengaruhi 17 faktor yang terbagi dalam 3 domain yaitu, pengetauan, ruang lingkup pengalaman, dan karakteristik individu. Dari 15 artikel yang tereview, terdapat 3 faktor yang memengaruhi penggunaan APD perawat di rumah sakit. Kesimpulan: Penggunaan APD oleh perawat mayoritas dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pengawasan, dan motivasi.
Pengaruh Konsumsi Makanan terhadap Status Kesehatan Lansia Unjaya Tahun 2023 Reza Iqbal Suhada; Nurpuji Mumpuni; Rahayu Iskandar
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v9i1.529

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk lanjut usia, yaitu penduduk yang berusia di atas 60 tahun. Lansia merupakan tahapan akhir dalam proses kehidupan yang terjadi akibat banyaknya kemunduran dan perubahan mulai dari fisik, psikis, sosial yang saling berkaitan satu sama lain, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental pada lansia. Kampus Unjaya mempunyai program kegiatan yang dilakukan para lansia dalam menjaga kesehatan tubuhnya, yaitu dengan melakukan kegiatan senam dan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah pemeriksaan glukosa, kolesterol dan asam urat. Pemeriksaan ini dapat dijadikan sebagai penentu status kesehatan lansia. Hasil analisis data pengaruh konsumsi makanan terhadap status kesehatan lansia menunjukkan bahwa nilai p-value > α. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku konsumsi makanan terhadap status kesehatan lansia Unjaya.
CORRELATION BETWEEN BEHAVIOR AND NURSE'S COMPLIANCE IN HAND HYGIENE FIVE MOVEMENT AT INPATIENT WARD IN SLEMAN GENERAL HOSPITAL Rahayu Iskandar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.457

Abstract

Background: Washing hand is an effective way to break cross-infection chain. Hand hygiene five moment are such as : prior to contact with patient, prior to sanitation or sterilization procedure, post contact with patient's body fluid, post contact with patient, post contact with patient's surroundings.Objective: To identify The Correlation between Behavior and Nurse's Compliance in Hand Hygiene Five Movement in Inpatient Ward of Third Grade in Sleman General HospitalMethod: The type of this study was non experimental with descriptive and correlational study design. The number of samples was 60 nurses in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital. Data analysis method was gamma correlational test.Result: The study result identified that nurses' behaviors in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital were positive behaviors as many as 42 nurses (70,0%) and compliant behaviors as many as 38 nurses (63,3%). The result of bivariate test found out significant correlations between behaviors and nurses' compliance in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital (p value of 0,000) and correlation test figured out r value of 0,959 which indicated strong and positive correlations.Conclusion: There were significant correlations between behaviors and nurses' compliance in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital with strong and positive correlations. Keywords: Behavior, Compliance, Hand Hygiene Five Moment, Nurse.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA PERAWAT PELAKSANA DI RSU TASIKMALAYA DENGAN MAHASISWA PERAWAT STIKes BAKTI TUNAS HUSADA TENTANG PERAN PERAWAT ADVOKAT Rahayu Iskandar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.95

Abstract

Peran advokat klien bukanlah hal yang baru bagi perawat. Menurut sejarah, peran advokat klien telah menjadi kewajiban moral seorang perawat. Selama beberapa tahun terakhir, literatur keperawatan berfokus pada peran advokat dan profesi keperawatan telah mengadopsi istilah advokat klien ke dalam praktek keperawatan (Negarandeh, 2006). Hasil penelitian Gea dan Eldawati (2006) menyatakan tingkat pengetahuan perawat tentang peran perawat sebagai advokat klien pada umumnya berada pada kategori tingkat pengetahuan tinggi dan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, umur dan pengalaman kerja. Hipotesa dalam penelitian ada dua yaitu pengetahuan perawat pelaksana tentang peran advokat klien lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perawat dan sikap perawat pelaksana tentang peran advokat klien lebih positif dibandingkan mahasiswa perawat. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai masukan untuk pengembangan ilmu keperawatan khususnya yang berhubungan dengan peran perawat sebagai advokat klien., sebagai masukan bagi perawat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang peran perawat sebagai advokat klien dan hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya terkait peran perawat sebagai advokat klien. Penelitian dilaksanakan selama 14 minggu dari mulai minggu ke-2 bulan Oktober sampai dengan Minggu akhir bulan Januari 2013.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian cross sectional dengan hasil penelitian pada mahasiswa perawata didapatkan hasil tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa tehadap sikap mahasiswa tentang peran perawat advokat sedangkan pada perawat pelaksana didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan mahasiswa tehadap sikap mahasiswa tentang peran perawat advokat. Perbedaan hasil penelitian yang berbeda antara mahasiswa perawat dengan perawat pelaksana dapat dipengaruhi oleh karena tempat penelitian yang berbeda sehingga terdapat perbedaan dalam karakteristik responden, pengalaman kerja perawat dalam menerapkan konsep peran perawat advokat, serta situasi dan kondisi tempat penelitian saat penelitian dilakukan. Disamping itu persepsi dari responden juga dipengaruhi oleh : perhatian yang selektif, kebutuhan yang dirasakan saat itu, sistem nilai dan kepercayaan yang dianut, konsep diri dan pengalaman masa lalu ( Kozier, 2004 ). Dengan demikian akan terjadi perbedaan tingkat pengetahuan dengan sikap antara mahasiswa dengan perawat pelaksana dalam menerapkan peran perawat sebagai advokat klien Kata kuci:  pengetahuan, sikap, mahasiswa perawat, perawat pelaksana, peran perawat advokat klien
Variasi Olahan Gummy Herbal Kombinasi Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) dan Kunyit (Curcuma Domestica) Kusumawardani, Arum Margi; Yulaikah, Lily; Iskandar, Rahayu
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13120925

Abstract

Temulawak merupakan komponen  penyusun hampir setiap jenis obat tradisional  yang ada di Indonesia, sehingga dapat dikatakan temulawak merupakan primadona tumbuhan obat Indonesia1. Temulawak sudah dikenal secara luas dapat meningkatkan nafsu makan. Minyak atsiri dalam temulawak diduga memiliki efek untuk meningkatkan nafsu makan. Penelitian membuktikan bahwa minyak atsiri temulawak dapat meningkatkan nafsu makan tikus. Senyawa aktif kurkuminoid dari temulawak juga dianggap sebagai senyawa yang bertanggung jawab sebagai penambah nafsu makan, yaitu dengan memperbaiki kelainan pada kantung empedu dengan memperlancar pengeluaran cairan empedu dan pankreas, sehingga terjadi peningkatan aktivitas pencernaan2. Kunyit (Curcuma longa): komponen utama biologis aktif kunyit adalah kurkumin. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin memiliki antioksidan kuat, penyembuhan luka, dan sifat anti-inflamasi, yang terbukti menjadi terapi terhadap jerawat. Rempah yang berasal dari rimpang kunyit (Curcuma longa Linn) mengandung didalamnya antioksidan yaitu kurkuminoid dan gabungan senyawa lainnya (asam sinamat, eugenol, limonene, zingiberene, ?-turmerone, ?-turmerone, vanillic acid, minyak atsiri) yang terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunomodulator) dari ancaman bakteri dan virus berbahaya dan telah teruji secara uji praklinis maupun uji klinis. Manfaat yang diperoleh dari kunyit ini tentunya perlu dimanfaatkan dengan membuatnya menjadi produk nutrasetikal yang berfungsi sebagai peningkat daya tahan tubuh3. Tujuan pengembangan produk untuk menghasilkan beberapa jenis sediaan jamu sehingga pangsa pasar menjadi lebih luas dan pendapatan meningkat. Olahan yang dihasilkan dalam bentuk gummy, selain dapat memberikan segudang manfaat juga meningkatkan keanekaragaman pangan, sekaligus memperpanjang masa simpan karena temulawak dan kunyit cepat dan mudah rusak. Hasil olahan gummy herbal dengan bahan dasar temulawak dan kunyit, dapat menjadi salah satu alternatif konsumsi herbal yang mudah dengan pangsa pasar kalangan muda hingga dewasa5.  Hasil pengabdian menunjukkan rata-rata skor uji penerimaan rasa 3,5, rata-rata bobot sampel 7,99 gram, standar deviasi 0,296, dan koefisien variasi 3,7%. Kesimpulan kegiatan pengabdian didapatkan produk gummy herbal dengan ketepatan/ reproducibility yang baik dengan gambaran rasa yang dapat diterima.
Peningkatan Kualitas Asuhan Keperawatan Melalui Penerapan Perencanaan Pulang Iskandar, Rahayu; Darussalam, Miftafu
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v6i1.13672

Abstract

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan dapat memberikan dampak positif berupa kesembuhan bagi orang sakit tetapi dapat pula menimbulkan beberapa dampak negatif. Pelaksanaan discharge planning yang tidak efektif akan menyebabkan tidak terjadi kontinuitas perawatan ketika pasien di rumah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran perawat akan pentingnya pelaksanaan discharge planning pada pasien, dan meningkatnya kepuasan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara. Kegiatan difokuskan kepada pasien dengan Diabetes Mellitus, dari 11 Mei sampai dengan 16 Juli 2022, dengan identifikasi SOP dan membuat video discharge planning. Evaluasi dilaksanakan setelah seluruh proses kegiatan terlaksana, dengan mengevaluasi kepatuhan perawat terhadap pelaksanaan discharge planning, dan evaluasi kepuasan pasien Diabetes Mellitus. Hasil evaluasi, terjadi peningkatan kepatuhan perawat Ruang Merak terhadap pelaksanaan discharge planning pasien Diabetes Mellitus, dari sebelum pembuatan sarana video adalah 87%, menjadi 97%, dan meningkatnya kepuasan pasien Diabetes Mellitus terhadap pelayanan asuhan keperawatan, dari 69% sebelum adanya media yang memudahkan pasien menerima informasi dari perawat menjadi 84%.
Monitor IPCLNs Regarding Nurses' Performance in Preventing Nosocomial Infections Iskandar, Rahayu; Nur, Wahida
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol 1 No 2 (2023): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v1i2.1066

Abstract

Backgroud: In the professional practice of nursing, supervision is the process that provides nurses with the many tools they need to carry out their work in order to achieve the goals of the organization. Nursing supervision is part of nursing management, which focuses on nurses' competencies and skills in the delivery of nursing care to patients and families. In an effort to improve service quality and prevent hospital-acquired infections, supervision is critical. Objective: This study aims to determine the correlation between implementation of supervision and performance of implementing nurses in preventing nosocomial infections in regional public hospital Nyi Ageng Serang Kulon Progo. Methods: Correlational descriptive research with cross-sectional approach. The population in this study is all practicing nurses in the inpatient ward class III in regional public hospital Nyi Ageng Serang Kulon Progo. Total sampling is used as the data collection method. Result: The results show that most of the nurses perceived the implementation of supervision by Infection Prevention and Control Nurse (IPCLN) in the category as much 27 (69.2%) nurses. The performance of implementing nurses in preventing the incidence of nosocomial infections in the less optimal category is 18 (46.2%) nurses. Bivariate test results obtained p-value=0.202 by r=0.200 Summary: There is no correlation between the implementation of supervision and the performance of nursing staff in the prevention of nosocomial infections.