Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

MENINGKATKAN KUALITAS KUNING TELUR ITIK PEKING DI KELOMPOK PETERNAK KARYA MANDIRI KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Indarsih, Budi; Tamzil, Mohammad Hasil; Haryani, Ni Ketut Dewi; Jaya, I Nyoman Sukartha; Asnawi, Asnawi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5035

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan peternak itik dalam menyediakan telur organik  yang bebas antibiotik dan menjaga kesehatan itik.  Penyuluhan dengan metode  ceramah, demonstrasi (praktek),  diskusi  dan  tanya  jawab dilakukan dari 3 Juni  sampai 31  Agustus  2024  bertujuan  membimbing  kelompok peternak skala rakyat untuk menyempurnakan manajemen pemeliharaan itik Peking sebagai itik petelur dengan menggunakan  kunyit sebagai feed additive alami. Hasil praktek  menunjukkan kenaikan produksi  telur sebesar 1,5 % atau sekitar 4 butir per hari dengan tambahan pendapatan Rp. 10,000,-. Warna kuning telur  menunjukkan pada skala 13,1.  Peternak merespon sangat positif  berdasarkan hasil evaluasi melalui  kuestioner.
TEKNOLOGI PENETASAN ITIK MOJOSARI DI PETERNAKAN RAKYAT MONG GELEMONG DI DESA DASAN CERMEN KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM LOMBOK Indarsih, Budi; Tamzil, Moh. Hasil; Asnawi, Asnawi; Jaya, I Nyoman Sukartha; Haryani, Ni Ketut Dewi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.3969

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan peternak itik dalam menyediakan bibit anak itik yang dibutuhkan pada saat peremajaan (replacement) sebelum itik afkir. Untuk itu penyuluhan dengan metode ceramah, demonstrasi (praktek), diskusi dan tanya jawab dilakukan dari bulan 10 Juli sampai 16 Oktober 2022 bertujuan membimbing kelompok peternak memperbaiki teknologi penetasan yang masih konvensional. Dua rasio perkawinan diterapkan 1:4 dan 1:6 pada itik Mojosari. Praktek yang dihasilkan bahwa rasio jantan dan betina tidak mempengaruhi pengaruh fertilitas dan daya tetas, kualitas tetas, kematian embrio dan kematian anak itik dalam kulit. Rasio jantan dan betina 1:4 dan 1:6 menghasikan fertilitas (%) 88,4 ± 6,5 dan 88,6 ± 12,1; daya tetas (%) 80,5 ± 5,3 dan 57,4 ± 39,4 dan kualitas tetas (%) 71,0 ± 2,7 dan 52,6 ± 41,9. Angka ini lebih tinggi dibanding hasil pengalaman peternak yang hanya mampu menghasilkan daya tetas sekitar 50%. Kegiatan pengabdian memberikan dampak positif bagi peternak didasarkan atas respon peternak ketika evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuessioner.
MENINGKATKAN KUALITAS KUNING TELUR ITIK PEKING DI KELOMPOK PETERNAK KARYA MANDIRI KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Indarsih, Budi; Tamzil, Mohammad Hasil; Haryani, Ni Ketut Dewi; Jaya, I Nyoman Sukartha; Asnawi, Asnawi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5035

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan peternak itik dalam menyediakan telur organik  yang bebas antibiotik dan menjaga kesehatan itik.  Penyuluhan dengan metode  ceramah, demonstrasi (praktek),  diskusi  dan  tanya  jawab dilakukan dari 3 Juni  sampai 31  Agustus  2024  bertujuan  membimbing  kelompok peternak skala rakyat untuk menyempurnakan manajemen pemeliharaan itik Peking sebagai itik petelur dengan menggunakan  kunyit sebagai feed additive alami. Hasil praktek  menunjukkan kenaikan produksi  telur sebesar 1,5 % atau sekitar 4 butir per hari dengan tambahan pendapatan Rp. 10,000,-. Warna kuning telur  menunjukkan pada skala 13,1.  Peternak merespon sangat positif  berdasarkan hasil evaluasi melalui  kuestioner.
MENINGKATKAN KUALITAS KUNING TELUR ITIK PEKING DI KELOMPOK PETERNAK KARYA MANDIRI KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Indarsih, Budi; Tamzil, Mohammad Hasil; Haryani, Ni Ketut Dewi; Jaya, I Nyoman Sukartha; Asnawi, Asnawi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.5043

Abstract

Itik Peking merupakan salah satu itik tipe dwiguna yang saat ini oleh peternak itik di Lombok dipelihara sebagai itik petelur. Kuning telur merupakan salah satu indikator kualitas. Jagung kuning merupakan bahan utama pakan itik untuk mensuplai xantofil untuk warna kuning telur, akan tetapi harganya mahal. Ganggang hijau merupakan alternative pewarna kuning telur alami yang mudah didapat tanpa membutuhkan biaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peternak itik Peking untuk menghasilkan telur yang berkualitas. Kegiatan ini mendorong peternak mencari bahan pakan alternative itik Peking yang murah. Metode: Kegiatan ini dapat berlangsung atas kerjasama antara Kelompok Peternak Itik Karya Mandiri dengan Fakultas Peternakan Unram. Rangkaian kegiatan dimulai dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Materi meliputi: kualitas telur dan metode meningkatkan kualitas telur serta manfaat menghasilkan produk yang berkualitas. Diskusi dan tanya jawab menunjukkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan masyarakat dan mampu membangkitkan semangat usaha. Kegiatab meyakinkan peternak bahwa menuju ke kualitas telur yang lebih baik merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mampu bersaing lebih luas. Ganggang hijau merupakan salah satu sumber xantofil alami untuk meningkatkan warna kuning telur. Produksi telur tidak mengalami penurunan dengan pemberian ganggang hijau. Pigmentasi warna kuning telur score 11-12 Roche yolk color fan dengan pakan 4% ganggang hijau. Score kuning telur karena pakan mengandung ganggang hijau ini lebih tinggi dibanding formula peternak tanpa hijauan. Kegiatan membuktikan bahwa kualitas telur dapat dicapai dengan bahan pakan alternative yang murah dan mengharapkan adanya bimbingan secara berkelanjutan.