Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Influence Of Brand Image and Brand Ambassadors On Purchasing Decisions At Tokopedia In Purwakarta Marlina, Ropi; Hidayati, Ashri; Sari, Juliani Lisma; Firmansyah, Muhammad Irfan; Wahyudi, Robby; Novian, Mardani
Indonesian Journal of Islamic Business and Economics (IJIBE) Vol 5 No 2 (2023): IJIBE
Publisher : Islamic Economic Scholar Association and Faculty of Economics and Business Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.ijibe.2023.5.2.9765

Abstract

Keywords:Brand Image, Brand Ambassador, Purchasing Decision Abstract : This research was conducted with the aim of finding out the influence of brand image and brand ambassadors on purchasing decisions at Tokopedia in Purwakarta. The method used in this research is a descriptive method with a quantitative approach. The sampling technique used a non-probability sampling method with a purposive sampling technique with a total of 97 respondents. The data analysis used in this research is multiple linear regression analysis using IBM SPSS 25. The results of this research show that: 1) Brand Image has a positive and significant effect on purchasing decisions at Tokopedia; 2) Brand Ambassadors have a positive and significant influence on purchasing decisions at Tokopedia; 3) Brand Image and Brand Ambassador simultaneously influence purchasing decisions. Brand Image and Brand Ambassador have an influence of 78.
Dimensi Etika dalam Pendidikan Berbasis Al-Qur'an: Pengembangan Karakter dan Pembentukan Moral dalam Mengatasi Perundungan di Kalangan Pelajar Muslim Ashri Hidayati; Achmad Saefurrijal; Iskandar Mirza; Yefi Ardyanti
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3436

Abstract

Fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim di Indonesia semakin memprihatinkan, meskipun ajaran Islam menekankan pentingnya moral dan akhlak. Berbagai laporan menunjukkan tingginya angka perundungan, termasuk pada sekolah berbasis Islam, yang mengindikasikan celah dalam penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an dalam membentuk karakter pelajar agar mampu mencegah perilaku perundungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan laporan empiris terkait fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim, baik domestik maupun internasional. Analisis dilakukan untuk menyoroti faktor penyebab serta strategi pendidikan akhlak yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya internalisasi nilai moral, tekanan sosial teman sebaya, dan kurangnya keteladanan dari pendidik maupun keluarga merupakan faktor kunci pemicu perundungan. Strategi pendidikan akhlak yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan sosial terbukti memiliki potensi menekan perilaku menyimpang. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik dalam menerapkan ajaran Al-Qur’an, di mana pendidikan moral tidak hanya teoritis, tetapi juga disertai pembiasaan dan praktik nyata. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan terbentuk lingkungan kondusif yang mendukung pengembangan akhlakul karimah dan mencegah perundungan secara berkelanjutan.
Membaca Pendidikan Islam dalam Lensa Madzhab Kritis: Kritik terhadap Hegemoni Kurikulum Konservatif di Era Kurikulum Merdeka: Penelitian Ashri Hidayati; Purwoko, Purwoko; Ifah Khadijah; Usep Suherman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1495

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan Islam dalam kerangka Kurikulum Merdeka melalui pendekatan kritis sebagai respons terhadap dominasi paradigma konservatif. Pendidikan Islam di Indonesia masih cenderung normatif dan tekstual, yang membatasi ruang refleksi dan partisipasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, mengacu pada pemikiran teoretikus pendidikan kritis dan penelitian kontemporer tentang reformasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi kurikulum konservatif menghambat pengembangan kemampuan berpikir kritis dan potensi transformatif pendidikan Islam. Pendekatan kritis, sebagaimana dikembangkan oleh Paulo Freire dan dikontekstualisasikan dalam pendidikan Islam, mampu mendorong kesadaran sosial, keterlibatan aktif, dan orientasi pembebasan dalam pembelajaran. Namun, efektivitas pendekatan ini dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan kelembagaan. Oleh karena itu, pendidikan Islam di era Kurikulum Merdeka memerlukan strategi integratif yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan pedagogi kritis secara kontekstual dan berkelanjutan.
Pendidikan Akhlak sebagai Inti Konsep Pendidikan Islam dalam Pemikiran Al-Ghazali: Penelitian Ashri Hidayati; Purwoko; Helmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1764

Abstract

Moral education is the core of the Islamic education system, which cannot be separated from scientific, spiritual, and social aspects. This article examines the contribution of Imam Al-Ghazali's thoughts in shaping a value-based Islamic education system and explores the challenges and opportunities for its implementation in the contemporary era. This study employs a qualitative method with a literature review approach, focusing on Al-Ghazali’s major works such as Ihya’ ‘Ulumuddin and Ayyuha al-Walad, as well as secondary literature from various related studies. The main findings indicate that Al-Ghazali places moral education as the foundation of the entire educational process, with tazkiyatun nafs as the central goal. He integrates knowledge and morality into a complementary value system and emphasizes the importance of the teacher’s role as a moral model. However, the implementation of this concept faces various obstacles, ranging from the dominance of cognitive curricula to the lack of spiritual guidance for educators. On the other hand, there are significant opportunities through the integration of values into the curriculum, the use of technology to strengthen character education, and collaboration with the community. This article recommends the renewal of Islamic education policies oriented toward values and spirituality as a response to the current moral crisis.
Dimensi Etika dalam Pendidikan Berbasis Al-Qur'an: Pengembangan Karakter dan Pembentukan Moral dalam Mengatasi Perundungan di Kalangan Pelajar Muslim Ashri Hidayati; Achmad Saefurrijal; Iskandar Mirza; Yefi Ardyanti
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3436

Abstract

Fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim di Indonesia semakin memprihatinkan, meskipun ajaran Islam menekankan pentingnya moral dan akhlak. Berbagai laporan menunjukkan tingginya angka perundungan, termasuk pada sekolah berbasis Islam, yang mengindikasikan celah dalam penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an dalam membentuk karakter pelajar agar mampu mencegah perilaku perundungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan laporan empiris terkait fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim, baik domestik maupun internasional. Analisis dilakukan untuk menyoroti faktor penyebab serta strategi pendidikan akhlak yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya internalisasi nilai moral, tekanan sosial teman sebaya, dan kurangnya keteladanan dari pendidik maupun keluarga merupakan faktor kunci pemicu perundungan. Strategi pendidikan akhlak yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan sosial terbukti memiliki potensi menekan perilaku menyimpang. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik dalam menerapkan ajaran Al-Qur’an, di mana pendidikan moral tidak hanya teoritis, tetapi juga disertai pembiasaan dan praktik nyata. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan terbentuk lingkungan kondusif yang mendukung pengembangan akhlakul karimah dan mencegah perundungan secara berkelanjutan.
Disrupsi Pandemi Covid-19 terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia: Tantangan, Adaptasi, dan Implikasi Jangka Panjang Ashri Hidayati; Aziz Maulana Iskandar; Hilman Mauludin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1625

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan disrupsi besar terhadap sistem pendidikan global, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan, strategi adaptasi, dan implikasi jangka panjang dari pergeseran pembelajaran tatap muka ke daring selama pandemi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber sekunder, seperti artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan riset antara tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, ketidaksiapan tenaga pendidik, serta dampak psikososial terhadap siswa. Strategi adaptasi yang dikembangkan oleh pendidik dan siswa mencakup penggunaan Learning Management System (LMS), penerapan model blended learning, dan penguatan dukungan emosional, terutama melalui peran orang tua. Implikasi jangka panjang dari disrupsi ini antara lain meningkatnya kesenjangan pendidikan, tantangan dalam pembentukan karakter, serta perlunya sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap krisis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perumusan kebijakan pendidikan yang menekankan pada keberlanjutan pembelajaran digital, penguatan kapasitas guru, dan integrasi pendekatan sosial-emosional dalam kurikulum. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merancang sistem pendidikan Indonesia yang lebih resilien di masa depan.
THE INFLUENCE OF CONFORMITY AND INSTAGRAM SOCIAL MEDIA AS PROMOTIONAL MEDIA ON CONSUMPTIVE BEHAVIOR IN PURCHASING ZOYA HIJAB IN PURWAKARTA Ropi Marlina; Ade Nurhayati Kusumadewi; Nur Komariyah; Ashri Hidayati
TSARWATICA (Islamic Economic, Accounting, and Management Journal) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIESA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study isto determine the effect of Conformity and Instagram Social Media as Promotional Media both partially and simultaneously on Consumptive Behavior in Purchasing Zoya's Hijab in Purwakarta. The method used in this study is a quantitative with descriptive verification method. The data analysis technique used is multiple linear regression with SPSS software version 25. The sampling method used is simple random sampling. The pollutation of this study is Zoya's Instagram social media followers in Purwakarta as many as 2,307. The sample uses the slovin formula with a total of 95.84 and rounded up to 96 respondents. . The results showed that partially conformity and Instagram social media have a positive and significant effect on consumptive behavior with a significance level of <0.05. Simultaneously conformity and Instagram social media have a positive and significant effect on consumptive behavior. It can be seen that by calculating the determination between conformity and Instagram social media, it influences consumptive behavior by 68.9% and the rest is influenced by other factors of 30.2% which are not explained in this study.
The Exemplary Nature of Prophet Muhammad’s Da’wah as a Model for Noble Character Development of Campus Intellectuals in the Era of Disruption Ashri Hidayati; Supyan Sauri; Arif Samsudin; Arja Bayirudin
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): April
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v14i1.19259

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Prophet Muhammad's da'wah stages as a strategic model for fostering noble character at the Islamic University of Nusantara (Uninus) Bandung. Utilizing a qualitative descriptive approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model. The findings reveal that Uninus adapts three phases of prophetic da'wah: (1) At-Tasqif Murakazzah, focusing on ideological incubation to form a rational Islamic personality; (2) At-Tafa'ul Ma'al Ummah, encouraging students to engage in critical dialectics and social interaction to counter secular hegemony; and (3) Istilamul Hukmi, manifested through the institutionalization of Islamic values in binding campus policies. This study concludes that the integrated prophetic da'wah framework effectively bridges the gap between intellectual and spiritual competence, offering a comprehensive solution for developing Prophetic Intellectuals who are adaptive to the times yet firmly grounded in Islamic values. Keywords: Prophetic Da'wah, Noble Character, Campus Intellectuals, Islamic Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tahapan dakwah Rasulullah SAW sebagai model strategis pembinaan akhlak mulia di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNINUS mengadaptasi tiga fase dakwah kenabian: (1) At-Tasqif Murakazzah yang berfokus pada inkubasi ideologis untuk membentuk kepribadian Islam yang rasional; (2) At-Tafa'ul Ma'al Ummah yang mendorong mahasiswa melakukan dialektika kritis dan interaksi sosial untuk melawan hegemoni sekuler; serta (3) Istilamul Hukmi yang dimanifestasikan melalui institusionalisasi nilai Islam dalam kebijakan kampus yang mengikat. Studi ini menyimpulkan bahwa kerangka dakwah profetik yang terintegrasi efektif menjembatani kesenjangan antara kompetensi intelektual dan spiritual, menawarkan solusi komprehensif untuk melahirkan Intelektual Profetik yang adaptif terhadap zaman namun teguh memegang nilai Islam. Kata Kunci: Dakwah Rasulullah, Akhlak Mulia, Intelektual Kampus, Pendidikan Islam.
Integrating Islamic Values and Individual Characteristics to Overcome Learning Difficulties in Islamic boarding schools Teti Ratnawulan; Ashri Hidayati; Baden Badrudin; Aznan Che Ahmad; Rifqi Zaeni Achmad Syam; Willya Achmad
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v7i2.3084

Abstract

Learning difficulties in Islamic boarding schools remain a complex and persistent issue, particularly due to the integration of religious and general education systems, which create cognitive, emotional, and social challenges for students as they adapt to intensive learning environments. This study aims to examine the types of learning difficulties students experience, analyze the implementation of Islamic approaches to address these challenges, and evaluate the relationship between individual characteristics and the effectiveness of these interventions within the boarding school context. The research employed a qualitative case study design at Islamic Boarding School Syamsul’ulum, Sukabumi, Indonesia, using in-depth interviews, participant observation, and document analysis, with data analyzed through thematic analysis and triangulation to ensure credibility and contextual validity. The findings reveal that learning difficulties are multidimensional, including cognitive barriers in understanding classical Islamic texts, weak memorization and retention, low intrinsic motivation, and emotional instability such as homesickness, while Islamic approaches such as moral guidance (mau’izhah hasanah), spiritual reinforcement, Qur’an-based contextual teaching, and ukhuwah culture function as structured psycho-spiritual interventions that enhance emotional regulation, resilience, and learning engagement. These findings imply that educational institutions, particularly Islamic boarding schools, should adopt an integrative educational model that aligns spiritual practices with students’ individual characteristics and adaptive instructional strategies to effectively address learning difficulties and improve both academic and character development outcomes.