Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Chemical Characteristics of Catfish (Pangasius pangasius) Processing Liquid Waste Apri Mujiyanti; Nirmala Efri Hasibuan; Putri Wening Ratrinia; Aulia Azka; Sumartini Sumartini; Muh Suryono; Basri Basri; Kurnia Sada Harahap; Shiffa Febyarandika Shalichaty
Berkala Perikanan Terubuk Vol 51, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.51.2.1890-1894

Abstract

Catfish is the main commodity fish smoking in the Kampar area. Increasing the amount of production causes the waste obtained to be higher. If waste is not managed properly it will pollute the environment. Liquid organic fertilizer is an alternative utilization of processing waste. The purpose of this study was to determine the characteristics of the elements N, P, and K in liquid organic fertilizer from catfish processing wastewater. Making liquid fertilizer is done through fermentation techniques. In this case the fermentation was carried out with variations in the time range, 10, 15 and 20 days with variations in the addition of the volume of EM4 microorganisms 0 ml, 10 ml, 20 ml and 30 ml. The catfish waste liquid fertilizer is dark brown to brownish yellow with a pH ranging from 6.65 -7.03. The highest N, P, and K content of catfish waste liquid fertilizer was found to be nitrogen (N) 0.55% with the addition of EM4 30ml with a fermentation time of 10 days, phosphorus (P) 1.01% without the addition of EM4 with a fermentation time of 20 days, and potassium (K) 0.32% with the addition of EM4 30 ml with a fermentation time of 15 days.
SOSIALISASI PEMANFAATAN SABUT KELAPA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DI PLAJU DARAT Cindi Ramayanti; Selastia Yuliati; Apri Mujiyanti; Dilia Puspa
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 3 (2024): Aptekmas Volume 7 Nomor 3 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa merupakan bagian terluar buah kelapa yang belum dimanfaatkan secara optimal dan dinilai memiliki nilai ekonomi rendah. Selama ini, pemanfaatannya lebih banyak dalam bentuk kering untuk kerajinan, bahan bakar, atau pengganti spons pencuci, sementara pemanfaatan sabut basah masih jarang dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk melatih dan mendemonstrasikan pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik cair (POC). Pupuk organik cair memiliki kelebihan karena unsur hara yang dikandungnya dapat lebih cepat diserap oleh tanaman, tidak mengganggu keseimbangan nutrisi tanah, serta berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Melalui kegiatan ini, sabut kelapa yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
SMART LAB SAFETY : BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) SEJAK DINI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA Agum Try Wardhana; Dilia Puspa; Iriani Reka Septiana; Apri Mujiyanti; Metta Wijayanti; Melantina Oktriyanti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3376

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini dalam pembelajaran kimia di SMA Al-Amalul Khair Palembang dan meningkatkan kesadaran guru serta siswa terhadap keselamatan laboratorium. Metode pengabdian yang digunakan meliputi analisis situasi dan survei lapangan, sosialisasi prinsip K3 melalui presentasi interaktif, diskusi dan tanya jawab, simulasi praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), prosedur evakuasi, tanggap darurat, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman guru maupun siswa terhadap potensi bahaya di laboratorium, penggunaan APD, prosedur tanggap darurat, dan penerapan budaya K3 secara keseluruhan. Simulasi praktik terbukti paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta. Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penerapan budaya K3 sejak dini dapat membangun kesadaran dan kebiasaan aman di laboratorium, yang diharapkan berlanjut tidak hanya selama pembelajaran kimia, tetapi juga pada aktivitas laboratorium lainnya di sekolah.
Optimalisasi Silika Gel Dari Sekam dan Jerami Padi Ditinjau Dari Rasio Bahan Baku dan Konsentrasi H2SO4 dengan Metode Ekstraksi Permata Sari, Shefia Dian; Meidinariasty, Anerasari; Apri Mujiyanti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to optimize silica gel synthesis from rice husk and rice straw through variations in raw material ratio and sulfuric acid concentration. Silica gel was produced through alkaline extraction using NaOH followed by precipitation with H₂SO₄. Variations in husk–straw composition (100:0, 75:25, 50:50, 25:75) and H₂SO₄ concentrations (1 M, 2 M, 3 M) were tested to evaluate their effects on moisture content, water vapor adsorption capacity, pH, and functional groups by FTIR. Results show that the 75% husk–25% straw ratio with 3 M H₂SO₄ yields the optimal silica gel characteristics, including the lowest moisture content, highest adsorption capacity, and stable pH. FTIR analysis confirms the formation of silanol and siloxane functional groups, indicating successful synthesis. This study demonstrates that agricultural waste can be converted into high-quality silica gel through optimized extraction parameters.