Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Permasalahan Pengangguran Kota Malang dan Upaya Pemecahannya Rinawati, Herrukmi Septa
Cakrawala Vol. 9 No. 1: Juni 2015
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v9i1.198

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kondisi ketenagakerjaan di Kota Malang pada Tahun 2013 dan faktor-faktor apa yang membentuk angka pengangguran serta upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Malang. Pada tahun 2013 Target Partisipasi Kerja 94,05%, Tercapai 92,28%. Target Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 66,43%, dengan Capaian 71,43%. Untuk mengurangi pengangguran yang ada, pemerintah kota Malang telah melakukan berbagai upaya diantaranya melaksanakan program pemerintah Wajib Belajar, pembentukan wirausaha baru,mengaktifkan tempat-tempat pelatihan keterampilan,mengusahakan peningkatan lapangan pekerjaan melalui padat karya, memberikan informasi lowongan pekerjaan melalui bursa tenaga kerja.
Evaluasi Struktur Organisasi Dan Tata Kerja (SOTK) 5 (Lima) Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Probolinggo Rinawati, Herrukmi Septa
Cakrawala Vol. 8 No. 1: Desember 2013
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v8i1.219

Abstract

Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi urusan dan tugas, pokok serta fungsi SKPD sehingga memudahkan membentuk struktur organisasi perangkat daerah yang sesuai untuk Kabupaten Probolinggo. Karena masih ada sebagian nomenklatur SKPD beserta jajarannya tidak sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dibantu dengan data-data kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian adalah rancangan SOTK dari 5 SKPD yang dievaluasi.
Reflecting on the past: The cultural potential of East Javanese society based on Hindu-Buddhist archaeological objects Basundoro, Purnawan; Kurniawan, Abimardha; Indarto, Ervan Kus; Nugroho, Andri Setyo; Rinawati, Herrukmi Septa; Sasongko, Widodo Djati
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43224

Abstract

Every five years, the East Java Provincial Government endeavors to document local cultural potential into a Regional Cultural Strategy document, known as Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Nevertheless, several obstacles persist due to weak procedures and a lack of established categories. Consequently, certain cultural elements remain uninventoried because they have either become extinct or were simply overlooked. This article attempts to address these issues through a historical perspective by reviewing the cultural heritage of East Javanese society from the Hindu-Buddhist kingdom period. The methods employed include heuristic (source collection), criticism, and interpretation. Research findings indicate that while some cultural practices can still be found today, many others have vanished. The preservation of culture occurs through intergenerational transmission involving adaptation and interpretation, as well as protection via legal instruments and regulations from the central to the regional levels. The inventorying of regional culture is formally conducted through the drafting of the PPKD. However, field findings also reveal that cultural elements originating from the Hindu-Buddhist era which persist in contemporary East Javanese society have not been fully recorded in the PPKD documents. These findings underscore the importance of more meticulous cultural mapping to prevent the loss of cultural potential with deep historical roots. Furthermore, this study suggests the necessity of revitalizing various cultural elements so they may be passed down to future generations.   Setiap lima tahun sekali Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya mendokumentasikan potensi kebudayaan lokal ke dalam sebuah dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Meskipun demikian, ada sejumlah kendala yang terjadi akibat lemahnya prosedur dan belum adanya kategori. Dampaknya, ada unsur-unsur kebudayaan yang tidak terinventaris akibat telah punah atau justru luput dari perhatian. Artikel ini berupaya menjawab permasalahan tersebut melalui perspektif historis dengan cara meninjau potensi kebudayaan warisan masyarakat Jawa Timur periode kerajaan Hindu-Buddha. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan sumber, kritik, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian kebudayaan masih dapat dijumpai hingga saat ini, namun tidak sedikit pula yang telah punah. Pemertahanan kebudayaan terjadi karena pewarisan antar generasi melalui adaptasi dan interpretasi, serta perlindungan dengan instrumen hukum dan regulasi di tingkat pusat sampai daerah. Inventarisasi kebudayaan daerah dilakukan dengan penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah  (PPKD). Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa anasir-anasir kebudayaan yang masih berlanjut dan diwarisi masyarakat Jawa Timur pada periode kontemporer belum seluruhnya diinventaris melalui dokumen PPKD. Temuan ini menegaskan pentingnya pemetaan kultural yang lebih cermat untuk menghindari keluputan potensi kebudayaan yang memiliki akar historis panjang. Selain itu, kajian ini menunjukkan perlunya revitalisasi sejumlah unsur kebudayaan agar dapat diwariskan bagi generasi yang akan datang.