Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Peluang Wirausaha di Nagari Koto Tuo Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Riza Syofiani; Fastabiqul Khairad; Novfirman Novfirman; Yuliatri Yuliatri; Giska Oktabriana; Yefsi Malrianti; Rio Valery Allen
Abdimas Mandalika Vol 3, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v3i1.16845

Abstract

Abstract:  Dish soap making training can provide many benefits for community empowerment in Nagari Koto Tuo. This training can improve entrepreneurial skills, creativity, independence, and understanding of the production process and environmental awareness of the trainees. Therefore, training in making dish soap needs to be given to the nagari community as a form of community empowerment. This program of activities aims to: 1.) Improve the ability of the PKK Nagari Koto Tuo group to be skilled at entrepreneurship, 2.) Motivate to be active and creative in self-development of the PKK Nagari Koto Tuo group, 3). Have expertise in product tips and tricks, 4. Have skills in producing products. The method in this activity is the counselling and demonstration method in which direct demonstrations of making dish soap, clearly describe each step and provide practical examples to the PKK Nagari Koto Tuo group. The results obtained from community service activities are increased ability and motivation of the PKK Nagari Koto Tuo group in entrepreneurship and self-development as well as increased expertise and skills in producing products.Abstrak: Pelatihan pembuatan sabun cuci piring dapat memberikan banyak manfaat bagi pemberdayaan masyarakat di Nagari Koto Tuo. Pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan wirausaha, kreativitas, kemandirian, dan pemahaman tentang proses produksi serta kesadaran lingkungan peserta pelatihan. Program kegiatan ini bertujuan untuk :1.) Meningkatkan kemampuan kelompok PKK Nagari Koto Tuo untuk terampil berwirausaha, 2.) Memotivasi untuk aktif dan kreatif dalam pengembangan diri kelompok PKK Nagari Koto Tuo, 3). Memiliki keahlian tips dan trik produk, 4. Memiliki keterampilan memproduksi produk. Metode dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dan demonstrasi dimana melakukan demonstrasi langsung tentang pembuatan sabun cuci piring, menggambarkan setiap langkah dengan jelas dan memberikan contoh-contoh praktis kepada kelompok PKK Nagari Koto Tuo. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatnya kemampuan dan motivasi kelompok PKK Nagari Koto Tuo dalam berwirausaha dan pengembangan diri serta meningkatnya keahlian dan keterampilan dalam memproduksi produk.
Analisis Kinerja pada Modifikasi Alat Pengering Ikan Nila Tipe Kerucut serta Pengaruhnya terhadap Kadar Air dan Mutu Organoleptik Sri Aulia Novita; Yuni Ernita; Musdar Effy Djinis; Zulnadi Zulnadi; Fanny Yuliana Batubara; Rio Valery Allen; Fithra Herdian
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.639

Abstract

Proses pengeringan ikan merupakan proses dalam menjaga mutu ikan sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga aman dikonsumsi oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan laju kecepatan udara pengering terhadap ikan nila yang dikeringkan, melakukan uji kinerja alat, serta melakukan uji organoleptik ikan nila kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi modifikasi alat, persiapan bahan, pengujian kinerja, dan uji organoleptik ikan kering. Peralatan yang digunakan terdiri atas ruang pengering, rak pengering, exhaust fan, termokopel tipe K, Arduino Uno, data logger, anemometer, ruang pemanas, dan kompor listrik 2000 W. Pada penelitian ini suhu pada setiap rak berbeda berdasarkan data yang diperoleh. Suhu pengeringan berfluktuasi dari 42 °C hingga 71 °C selama 7 jam proses pengeringan. Pengurangan jumlah air pada jam pertama berkisar antara 26–40 gram/jam, sedangkan pada jam kedua sebesar 10–15 gram/jam dan menurun secara bertahap pada jam berikutnya. Semakin lama proses pengeringan berlangsung, semakin sedikit jumlah air yang diuapkan. Laju kecepatan aliran udara dalam ruang pengering tergolong tinggi, yaitu 3–3,6 m/s. Kadar air akhir ikan adalah 15,14%, sehingga produk ikan nila kering telah memenuhi standar SNI, termasuk kategori ikan kering berkualitas baik dan memiliki daya simpan lebih lama. Laju pengurangan air pada ikan berada pada kisaran 9,85–11,85 gram air/jam. Total energi pengeringan adalah 0,9278 kWh dengan efisiensi energi pengeringan sebesar 46,4%. Berdasarkan uji organoleptik, ikan nila kering memiliki warna cerah serta tekstur dan aroma yang baik.
PEMODELAN POTENSI PRODUKSI KUBIS (BRASSICA OLERACEA) DI KABUPATEN MALANG MENGGUNAKAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) DENGAN PENDEKATAN PEMBOBOTAN BI-SQUARE EKSPONENSIAL DAN GAUSSIAN Muhammad Syahfitra; Nursamsi; Novfirman; Novi Yulanda Sari; Rio Valery Allen; Wisnu Setya Nugroho
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/cfy3qa57

Abstract

Abstract: Cabbage is one of the horticultural crops with the largest production in Indonesia. Cabbage in Malang Regency is one of the main commodities widely planted by farmers. Geographically Weighted Regression (GWR) is a statistical method used to analyze spatial influences with a point approach that shows that between locations have a tendency towards different characteristics in representing a condition. This model is applied in the agricultural sector to estimate cabbage production that varies between regions. The purpose of this study is to determine the best weighting to form a model and variables that influence cabbage production in Malang Regency, using the GWR model with fixed kernel weighting Bi-square, Exponential, and Gaussian. The best criteria are based on the coefficient of determination (R2) and the Akaike Information Criterion (AIC) statistics. Secondary data used are sourced from the Food Crops, Horticulture and Plantation Service of Malang Regency, with predictor variables including land area, elevation, and rainfall. Based on the R2 and AIC values, the analysis results indicate that the GWR model with an exponential weighting function is the best model for cabbage production, and land area is the variable that influences cabbage production in Malang Regency.Keywords: Geographically Weighted Regression, weighting function, cabbageAbstrak. Kubis menjadi salah satu tanaman hortikultura yang termasuk dalam produksi terbesar di Indonesia. Kubis di Kabupaten Malang merupakan salah satu komoditi utama yang banyak ditanam oleh petani. Geographically Weighted Regression (GWR) merupakan salah satu metode statistika yang digunakan untuk menganalisis pengaruh spasial dengan pendekatan titik yang menunjukkan bahwa antar lokasi memiliki kecenderungan terhadap karakteristik yang berbeda dalam merepresentasikan suatu kondisi. Model ini diterapkan pada bidang pertanian untuk menduga produksi kubis yang bervariasi antar daerah. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pembobot yang terbaik untuk membentuk model dan peubah yang berpengaruh terhadap produksi kubis di Kabupaten Malang, menggunakan model GWR dengan pembobot fixed kernel Bi-square, Eksponensial dan Gaussian. Kriteria terbaik didasarkan pada koefisien determinasi (R2) dan statistik Akaike Information Criterion (AIC). Data sekunder yang digunakan bersumber dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang dengan peubah prediktor meliputi luas lahan, elevasi dan curah hujan. Berdasarkan nilai R2 dan AIC hasil analisis menunjukkan bahwa model GWR dengan fungsi pembobot eksponensial merupakan model terbaik untuk produksi kubis dan luas lahan adalah peubah yang berpengaruh terhadap produksi kubis di Kabupaten Malang.Kata Kunci : Geographically Weighted Regression, fungsi pembobot, kubis