Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Voice Of Midwifery

Inovasi Edukasi Digital : Triananinsi, Nurhidayati; Alza, Nurfaizah; Dahlan, Andi Kasrida; Nurfitriasari, Nurfitriasari
Voice of Midwifery Vol 14 No 2 (2024): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v14i2.325

Abstract

Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6%, yang masih melebihi target nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu, terutama sejak masa prakonsepsi. Edukasi berbasis teknologi, seperti video ilustrasi berbasis Android, menjadi metode yang potensial untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi video ilustrasi berbasis Android dalam meningkatkan pengetahuan ibu prakonsepsi. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest, dengan 30 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 18,26 poin, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa video ilustrasi berbasis Android efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu prakonsepsi mengenai pencegahan stunting dan dapat diterapkan sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI EFEKTIF TERHADAP PENINGKATAN ASUPAN MAKRONUTRIEN PADA BALITA STUNTING Umrah, Andi Sitti; Dahlan, Andi Kasrida; Patmahwati, Patmahwati
Voice of Midwifery Vol 12 No 2 (2022): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v12i2.186

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas komunikasi efektif terhadap peningkatan asupan makronutrien pada balita stunting Penelitian quasy-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-postest. Populasi dan sampel adalah balita stunting usia 2-5 tahun yang ada diwilayah kerja Puskesmas Bastem Kabupaten Luwu sebanyak 20 orang dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang pemberian komunikasi efektif dan menu makanan (asupan makronutrien) pada balita. Pengelolaan data menggunakan SPSS versi 23 dan dianalisis dengan uji uji wilcoxon. Hasil penelitian menyatakan komunikasi efektif memiliki efektivitas terhadap peningkatan asupan makronutrien pada balita stunting, dilihat dari nilai rerata asupan makronutrien sebelum dan setelah diberikan intervensi yaitu energi (900 kkal ke 1211 kkal), karbohidrat (134 gram ke 170 gram), protein (28 gram ke 38,5 gram) dan lemak (30 gram ke 46 gram) dan diperoleh nilai ρ value pada semua asupan makronutrien < 0, 05. Kesimpulan: komunikasi efektif yang intens memiliki efektivitas terhadap peningkatan asupan makronutrien pada balita stunting. Kata kunci: Komunikasi efektif, asupan makronutrien dan stunting.
Implikasi Konseling Behavior (Perilaku) terhadap Peningkatan Asupan Makronutrion pada Balita Stunting Dahlan, Andi Kasrida; Umrah, Andi Sitti; Juliani, Reski
Voice of Midwifery Vol 13 No 2 (2023): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v13i2.259

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Asupan gizi merupakan subtansi makanan yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Dalam penanganan stunting melalui intervensi gizi spesifik diperlukan peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu permasalahan pembangunan kesehatan yang sampai saat ini masih merupakan prioritas permasalahan disuatu negara, baik di tingkat internasional, nasional dan lokal, karena berdampak pada generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang kelak dihasilkan. Jenis penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-postest. Model intervensi yang diberikan adalah konseling dengan pendekatan behavior. Teknik penarikan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0,000 < nilai α = 0,05. Hal ini berarti konseling melalui pendekatan behaviour memiliki implikasi terhadap peningkatan asupan makronutrien pada balita stunting. Ada Penerapan konseling behavior (perilaku) memiliki implikasi yang positif terhadap peningkatan asupan gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) pada balita stunting (ρ < 0,05).
Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil Sukadar, Detty Afriyanti; Wahyuni, Derry Trisna; Dahlan, Andi Kasrida; Irawan, Nurrica
Voice of Midwifery Vol 14 No 1 (2024): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v14i1.287

Abstract

Gangguan pola tidur merupakan gejala yang terjadi pada ibu hamil pada trimester ketiga. Faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur ibu hamil pada trimester ketiga antara lain peningkatan frekuensi buang air kecil. Terapi pijat merupakan salah satu pilihan terapi non-farmakologi yang juga dapat digunakan oleh ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi pijat terhadap kualitas tidur pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pre-posttest pada kelompok 39 sampel ibu hamil dengan usia kehamilan antara 20 dan 32 minggu. Teknik tes Shapiro-Wilk digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0,000.
Peran Informed Consent dalam Konseling Keluarga Berencana Amri, Sri Rahayu; Umrah, Andi Sitti; Suriati, Israini; Dahlan, Andi Kasrida; Fitrayanti, Arnis; Juliani, Reski
Voice of Midwifery Vol 14 No 1 (2024): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v14i1.304

Abstract

Informed consent merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk dalam konseling keluarga berencana. Hal ini menekankan pentingnya memberikan informasi yang lengkap, jelas, dan dapat dipahami oleh pasien sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan suatu metode kontrasepsi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran peran informed conset dalam konseling keluarga berencana. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods. Populasi dan sampel adalah pasangan usia subur (PUS) yang tidak menggunakan alat kontrasepsi, tetapi tidak ingin memiliki anak sebanyak 200 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data melalui analisis desktiptif. Hasil penelitian 55% responden memahami sepenuhnya informed consent, 40% responden menerima konseling yang komprehensif, 50% responden merasa tidak memiliki kebebasan dalam memilih metode kontrasepsi, menunjukkan adanya kendala dalam pemberian informasi yang seimbang dan tidak memihak, sebanyak 50% responden kurang puas dengan kontrasepsi dan sebanyak 50% berhenti menggunakan alat kontrasepsi karena kurangnya informed consent yang memadai berkontribusi pada rendahnya kepuasan dan keberhasilan program keluarga berencana. Kesimpulan; peran informed consent dalam konseling keluarga berencana dalam menggunakan alat kontrasepsi belum dilakukan secara maksimal, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan edukasi pada masyarakat.