Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Impact of Measurement Accuracy on Z-Score-Based Nutritional Classification in An Iot-Based Anthropometric Monitoring System Pramesti Kusumaningtyas; Mohamad Sofie; Mirza Fathan Fuadi; Anugrah Agung Wibowo
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25250

Abstract

ABSTRACT Accurate and consistent anthropometric data are essential for reliable interpretation of toddler nutritional status based on WHO Z-score. The use of Internet of Things (IoT)-based toddler scales enables automated integration between anthropometric measurements and the data management system; however, the reliability and integrity of the generated data require systematic evaluation prior to their application in growth monitoring. This study aimed to assess the measurement performance and data integrity of an IoT-based toddler scale through standard calibration testing, as well as to examine the potential impact of measurement error on Z-score variation and nutritional status classification. An applied experimental approach was employed by adopting medical device calibration principles. The scale was tested under static conditions using reference weights and standardized measurements to evaluate the accuracy and repeatability of body weight and height measurements. Measurement data were automatically recorded, stored in a centralized databased, and analyzed for growth chart visualization and z-score-based nutritional status classification. The evaluation demonstrated a maximum measurement error of 1,25% for body weight and 0% for height measurements. Quantitative simulation indicated that a ±1,25% measurement error at a nominal body weight of 10 kg could result in a ±0,18SD variation in z-score. Such variation may lead to a shift in nutritional status classification when measurements are located near the -2SD threshold. Although the observed measurement errors were relatively small, their impact on nutritional status classification may be significant under specific conditions. Calibration-based evaluation underscores the importance of measurement accuracy and data integrity as essential prerequisites for the technical readiness of IoT-based systems to support toddler growth monitoring.  Keywords: Internet of Things, Toddler Growth Monitoring, Measurement Accuracy, Data Integrity, Z-Score.
Diagnosis Kerusakan Sistem Magnet Lock pada Digital Radiography Philips SRO 33100 Menggunakan Metode Isolasi Blok: Studi Kasus Auliya, Rifqi Sulthon; Kusumaningtyas, Pramesti; Harsoyo, Imam Tri
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v9i1.407

Abstract

Kompleksitas subsistem elektromekanis pada sistem Radiografi Digital (DR) menuntut pendekatan diagnostik yang terstruktur untuk mencegah waktu henti yang lama dan menghindari pembongkaran yang tidak perlu. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan prinsip Deteksi dan Isolasi Kerusakan (FDI), dengan menggunakan metode isolasi blok, guna mendiagnosis dan mengatasi gangguan pada sistem pengunci magnetik meja pasien pada unit Philips SRO 33100. Pendekatan FDI diterapkan dengan memisahkan blok kontrol listrik dari blok aktuator mekanis secara sistematis, serta melakukan analisis perbandingan terhadap dua aktuator yang identik. Pengukuran listrik menunjukkan bahwa kedua unit kunci magnetik kiri dan kanan menerima tegangan masukan normal sebesar 23,48 V. Perhitungan koreksi relatif menghasilkan nilai 2,5%, yang masih berada dalam batas toleransi aman sebesar 10%, sehingga mengonfirmasi integritas blok kontrol listrik. Namun, analisis perbandingan mengungkapkan ketidakhadiran respons mekanis yang lengkap pada unit kiri, memungkinkan kesalahan diisolasi secara tepat ke kegagalan aktuator internal tanpa membongkar sirkuit kontrol yang utuh. Berdasarkan diagnosis definitif ini, tindakan korektif diambil melalui penggantian komponen dan kalibrasi penyesuaian celah. Uji fungsional pasca-perbaikan mencatat tegangan operasional stabil sebesar 23,45 V dan menunjukkan respons mekanis yang sepenuhnya sinkron, memulihkan gerakan mengambang empat arah. Studi ini menunjukkan bahwa kerangka kerja isolasi blok berbasis FDI yang diusulkan menyediakan strategi yang efektif dan berbasis bukti untuk mengidentifikasi kegagalan elektromekanis, sehingga meminimalkan kebutuhan akan prosedur pemecahan masalah yang invasif. Akibatnya, pendekatan ini merupakan metode diagnostik yang sangat efektif yang menghilangkan kebutuhan akan pembongkaran yang luas, menawarkan kerangka kerja yang andal yang dapat diterapkan secara luas untuk pemecahan masalah peralatan medis lainnya.