Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Diagnosis Kerusakan Sistem Magnet Lock pada Digital Radiography Philips SRO 33100 Menggunakan Metode Isolasi Blok: Studi Kasus Auliya, Rifqi Sulthon; Kusumaningtyas, Pramesti; Harsoyo, Imam Tri
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v9i1.407

Abstract

Kompleksitas subsistem elektromekanis pada sistem Radiografi Digital (DR) menuntut pendekatan diagnostik yang terstruktur untuk mencegah waktu henti yang lama dan menghindari pembongkaran yang tidak perlu. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan prinsip Deteksi dan Isolasi Kerusakan (FDI), dengan menggunakan metode isolasi blok, guna mendiagnosis dan mengatasi gangguan pada sistem pengunci magnetik meja pasien pada unit Philips SRO 33100. Pendekatan FDI diterapkan dengan memisahkan blok kontrol listrik dari blok aktuator mekanis secara sistematis, serta melakukan analisis perbandingan terhadap dua aktuator yang identik. Pengukuran listrik menunjukkan bahwa kedua unit kunci magnetik kiri dan kanan menerima tegangan masukan normal sebesar 23,48 V. Perhitungan koreksi relatif menghasilkan nilai 2,5%, yang masih berada dalam batas toleransi aman sebesar 10%, sehingga mengonfirmasi integritas blok kontrol listrik. Namun, analisis perbandingan mengungkapkan ketidakhadiran respons mekanis yang lengkap pada unit kiri, memungkinkan kesalahan diisolasi secara tepat ke kegagalan aktuator internal tanpa membongkar sirkuit kontrol yang utuh. Berdasarkan diagnosis definitif ini, tindakan korektif diambil melalui penggantian komponen dan kalibrasi penyesuaian celah. Uji fungsional pasca-perbaikan mencatat tegangan operasional stabil sebesar 23,45 V dan menunjukkan respons mekanis yang sepenuhnya sinkron, memulihkan gerakan mengambang empat arah. Studi ini menunjukkan bahwa kerangka kerja isolasi blok berbasis FDI yang diusulkan menyediakan strategi yang efektif dan berbasis bukti untuk mengidentifikasi kegagalan elektromekanis, sehingga meminimalkan kebutuhan akan prosedur pemecahan masalah yang invasif. Akibatnya, pendekatan ini merupakan metode diagnostik yang sangat efektif yang menghilangkan kebutuhan akan pembongkaran yang luas, menawarkan kerangka kerja yang andal yang dapat diterapkan secara luas untuk pemecahan masalah peralatan medis lainnya.
Rancang Bangun Alat Pengukur Tinggi dan Berat Badan Secara Wireless Untuk Menentukan Status Gizi Nadif Adhi Wibowo; Imam Tri Harsoyo; Pramesti Kusumaningtyas; Christina Ary Yuniarti; Muhammad Rofii
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i3.32011

Abstract

Nutritional status is a key indicator in assessing individual health that can be determined through anthropometric measurements, particularly height and weight. This study uses a design approach that aims to design and implement a wireless system for measuring nutritional status based on Body Mass Index (BMI) using a TOF400C sensor and a Load Cell controlled by an ESP32 microcontroller. The TOF400C sensor measures height based on the Time-of-Flight principle of infrared light, while the Load Cell measures weight with the HX711 module. Data from both sensors is processed by the ESP32 to calculate BMI and categorize nutritional status according to WHO standards. Test results on 10 adult subjects showed an accuracy of 99.6% for the height measuring device and 98.3% for the weight measuring device compared to standard devices, as well as real-time results displayed on OLED and TFT screens. This system is expected to be a practical and efficient solution for digital nutritional status monitoring.
Identification of Stunting Risk Based on Maternal Prenatal Factors Using Random Forest Approach: A Preliminary Retrospective Study Kaysa Naisy Khosina; Pramesti Kusumaningtyas; Mohammad Rofii
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v10i1.1163

Abstract

Stunting is a multifactorial public health problem influenced by various risk factors that may emerge during the prenatal period. Early identification of stunting risk during pregnancy is important to support preventive interventions. This study aimed to develop a stunting risk prediction model based on maternal prenatal factors using the Random Forest algorithm. Secondary data from 172 pregnant women, consisting of 83 stunting cases and 89 non-stunting cases, were analyzed. The predictor variables included maternal age during pregnancy, height, hemoglobin level, mid-upper arm circumference (MUAC), smoking history, hypertension, asthma, and diabetes mellitus. The research stages consisted of data preprocessing, model training using Stratified 5-Fold Cross Validation, performance evaluation, external testing, and feature importance analysis. Internal evaluation results showed an accuracy of 60%, precision of 60.6%, recall of 57.3%, F1-score of 58.9%, and AUC of 0.6688. External testing yielded an accuracy of 70% and an AUC of 0.6167. Feature importance analysis identified maternal age during pregnancy as the most influential variable in the prediction process. The findings indicate that maternal prenatal factors have potential for early stunting risk identification, although the predictive performance remains moderate. This approach may serve as a foundation for developing early screening tools to support targeted interventions among high-risk pregnancies.
Prototipe Sistem IoT untuk Pemantauan Glukosa Non-Invasif, SpO2, Suhu dan Denyut Jantung pada Lansia Mohamad Sofie; Pramesti Kusumaningtyas; Mohammad Rofi’i; Elita Felicia Shafa; Rikham Maulana Ahmad
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 02 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i02.600

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia meningkat menjadi 11,7% pada tahun 2023, dengan lebih dari 60% penderita berusia di atas 55 tahun. Manajemen diabetes pada lansia menghadapi tantangan kompleks, termasuk ketidaknyamanan dan risiko infeksi dari metode pemantauan glukosa darah invasif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe glucometer non-invasif berbasis IoT yang terintegrasi dengan sensor SpO2, suhu, dan denyut jantung (BPM) untuk pemantauan kesehatan holistik lansia. Metode pengembangan meliputi perancangan sistem hardware dan software, integrasi telemedicine, serta uji akurasi terhadap alat standar. Hasil analisis pada 49 sampel menunjukkan kinerja yang variabel: parameter suhu memiliki korelasi sangat baik (r=0,834) dan MAPE 4,1%; SpO2 dan BPM menunjukkan kinerja cukup dengan korelasi 0,612 dan 0,723; namun pengukuran glukosa belum akurat dengan korelasi 0,521 dan MAPE 64,8%. Sistem telemedicine berhasil dikembangkan untuk pemantauan jarak jauh dan pencatatan data real-time. Disimpulkan bahwa prototipe ini menjanjikan untuk pemantauan tanda vital dasar, namun memerlukan pengembangan lebih lanjut pada algoritma pengukuran glukosa non-invasif sebelum dapat diaplikasikan secara klinis Kata kunci: Glucometer Non-Invasif, IoT, Telemedicine, Sensor Multi-Parameter, Diabetes Melitus, Pemantauan Jarak Jauh. .
Phantom Agar-Agar sebagai Media Kalibrasi USG Alternatif: Evaluasi Lima Parameter Kualitas Citra Diah Tiara Ayu Utami; Muhamad Sofie; Pramesti Kusumaningtyas
Journal of Creative Student Research Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Journal of Creative Student Research
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsr-politama.v4i4.6468

Abstract

Routine ultrasound (USG) calibration is essential for maintaining diagnostic accuracy, yet the high cost of commercial phantoms remains a significant barrier. This study aimed to develop an affordable agar-based USG phantom and evaluate its performance across five image quality parameters: vertical and horizontal distance accuracy, grayscale uniformity, penetration and attenuation, and slice thickness. The phantom was assessed using a Mindray DP-10 system equipped with a 4.5 MHz convex probe. Results demonstrated mean percentage errors of 0.803% for vertical distance and 1.860% for horizontal distance, both within the tolerances prescribed by AAPM TG-128. Grayscale uniformity yielded a mean coefficient of variation of 8.77%, exceeding the 5% threshold, presumably attributable to non-uniform graphite dispersion. Penetration error was recorded at 0.275%, while the attenuation coefficient was measured at 0.6466 dB/cm/MHz, approximating the soft tissue reference value. Slice thickness was determined to be 0.1885 cm. In comparison with a commercial CRIS, phantom, the fabricated phantom exhibited superior vertical accuracy and comparable horizontal accuracy. These findings indicate that the agar-based phantom constitutes a viable, low-cost alternative for USG quality assurance, contingent upon optimization of graphite dispersion to enhance grayscale uniformity..