Rizka Wakhidatus Sholikah, Rizka Wakhidatus
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Teknologi Internet of Things dalam Pengembangan Sistem Pemantauan Kualitas Air dan Kesehatan Udang Air Tawar untuk Optimalisasi Produk Perikanan Ginardi, Raden Venantius Hari; Husni, Muchammad; Sholikah, Rizka Wakhidatus; Indrawanti, Annisaa Sri; Sabilla, Irzal Ahmad; Oktarina, Eka Sari; Rasmana, Susijanto Tri; Hariyawan, Mohammad Yanuar; Briantoro, Hendi; Wicaksono, M. Januar Eko; Mohammad, Iki Adfi Nur; Syafa, Ilhan Ahmad; Wicaksono, Rahmad Aji; Luqmanulhakim, Naufan Zaki; Kusuma, Zulfa Hafizh; Santosa, Hafis Akmaldi; Wijaya, Agas Ananta
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2487

Abstract

Pengelolaan kualitas air adalah salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya perikanan, terutama pada udang air tawar. Faktor kualitas air dapat mempengaruhi hasil produksi dan keberhasilan dari budidaya udang. Beberapa komponen dalam air yang perlu diperhatikan dalam budidaya udang antara lain suhu, oksigen terlarut, salinitas, dan PH dari air. Keempat komponen tersebut dapat memberikan gambaran terkait kondisi air dari budidaya udang apakah dalam kondisi baik atau dalam kondisi yang dapat mengganggu pertumbuhan udang. Pemantauan keempat komponen utama tersebut idealnya dilakukan setiap hari untuk dapat melakukan intervensi jika terjadi ketidak seimbangan kondisi air. Pada pengabdian masyarakat ini dibangun perangkat Internet of Things (IoT) untuk melakukan pemantauan kondisi air pada budidaya udang air tawar. Perangkat IoT memungkinkan dilakukan pemantauan kondisi air dari jauh dengan memanfaatkan aplikasi mobile. Hal tersebut dapat mempermudah petani udang untuk melakukan pemantauan tanpa harus datang langsung ke lokasi budidaya. Selain itu pelatihan pada mitra juga dilakukan untuk memberikan sosialisasi penggunaan alat dan implementasinya. Hasil luaran dari pengabdian masyarakat ini berupa prototype alat IoT untuk monitoring yang telah diimplementasikan pada pihak mitra, publikasi pada laman berita daring, HKI (Hak Kekayaan Intelektual) video abmas, dan jurnal pengabdian kepada masyarakat.
Abstractive and Extractive Approaches for Summarizing Multi-document Travel Reviews Ranggianto, Narandha Arya; Purwitasari, Diana; Fatichah, Chastine; Sholikah, Rizka Wakhidatus
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 7 No 6 (2023): December 2023
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v7i6.5170

Abstract

Travel reviews offer insights into users' experiences at places they have visited, including hotels, restaurants, and tourist attractions. Reviews are a type of multidocument, where one place has several reviews from different users. Automatic summarization can help users get the main information in multi-document. Automatic summarization consists of abstractive and extractive approaches. The abstractive approach has the advantage of producing coherent and concise sentences, while the extractive approach has the advantage of producing an informative summary. However, there are weaknesses in the abstractive approach, which results in inaccurate and less information. On the other hand, the extractive approach produces longer sentences compared to the abstractive approach. Based on the characteristics of both approaches, we combine abstractive and extractive methods to produce a more concise and informative summary than can be achieved using either approach alone. To assess the effectiveness of abstractive and extractive, we use ROUGE based on lexical overlaps and BERTScore based on contextual embeddings which it be compared with a partial approach (abstractive only or extractive only). The experimental results demonstrate that the combination of abstractive and extractive approaches, namely BERT-EXT, leads to improved performance. The ROUGE-1 (unigram), ROUGE-2 (bigram), ROUGE-L (longest subsequence), and BERTScore values are 29.48%, 5.76%, 33.59%, and 54.38%, respectively. Combining abstractive and extractive approach yields higher performance than the partial approach.
Implementasi Gamifikasi Berbasis AI untuk Pembelajaran Interaktif: Studi Kasus pada Guru di SMA Negeri 5 Surabaya Sri Indrawanti, Annisaa; Ciptaningtyas, Henning Titi; Muchammad Husni; Khakim Ghozali; Ginardi, Raden Venantius Hari; Sutryotrisongko, Hatma; Hariadi, Ridho Rahman; Sholikah, Rizka Wakhidatus; Sabilla, Irzal Ahmad; Rosyadi, Fuad Dary; Firdausi, Hafara; Sunaryono, Dwi; Irin, Tio Axellino; Indranto, Dionisius Marcell Putra; Nasution, Hazwan Adhikara
Sewagati Vol 10 No 1 (2026): Pre-Printed
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i1.9315

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) memegang peranan krusial dalam modernisasi media ajar. AI memungkinkan personalisasi materi ajar sesuai kebutuhan siswa, memberikan umpan balik real-time, dan membantu guru dalam memahami kemajuan belajar secara efisien. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dosen dan mahasiswa dari Departemen Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyelenggarakan pelatihan pengembangan media ajar berbasis tools AI untuk para guru di SMA Negeri 5 Surabaya. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali kemampuan untuk mengadopsi beragam tools AI, dengan fokus pada penggunaan ChatGPT untuk perancangan ajar serta Wayground (Quizizz) dan Wordwall untuk gamifikasi pembelajaran, guna menunjang proses belajar yang lebih efektif dan interaktif. Rangkaian kegiatan ini mencakup tahap perencanaan, survei lokasi, penyusunan modul, pelaksanaan pelatihan selama dua hari, evaluasi, hingga pelaporan. Pelaksanaannya terbagi menjadi sesi penyampaian materi dan praktik langsung, yang diperkuat dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasilnya menunjukkan bahwa proses pengabdian berjalan sukses dengan partisipasi konsisten dari 54 guru. Antusiasme peserta sangat tinggi, yang tercermin dari keaktifan selama sesi, peningkatan signifikan pada hasil post-test, serta tingkat kepuasan yang sangat memuaskan.