Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Complementary Therapy Interventions for Sleep Disturbances in Chronic Kidney Disease Patients on Hemodialysis: A Systematic Review Tata Mahyuvi; Mardiyono Mardiyono; Arief Candra Permana; Muhamad Ridlo; Agus Purnama
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.6462

Abstract

Poor sleep quality is prevalent among chronic kidney disease (CKD) patients, particularly those undergoing hemodialysis, significantly impacting their quality of life, mental health, and mortality risk. Complementary therapies such as aromatherapy, guided imagery, music therapy, and progressive muscle relaxation have shown efficacy in reducing anxiety and improving sleep in chronic illness populations. This systematic review aimed to evaluate the effectiveness of various complementary therapies for managing sleep disturbances, anxiety, and quality of life in hemodialysis patients. Following PRISMA guidelines, we analyzed peer-reviewed English articles (2015–2025) sourced from Google Scholar, Scopus, Web of Science, and Crossref. Screening and data extraction were conducted by two independent reviewers to ensure rigor. The final synthesis of ten studies (six RCTs, two quasi-experimental, and two cross-sectional) indicates that non-pharmacological interventions, notably acupressure, offer a safe and holistic approach to enhancing sleep quality. These findings support Orem’s Self-Care Deficit Nursing Theory by emphasizing patient empowerment in symptom management.
Penerapan Model SOFIANI kepada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II untuk Meningkatkan Disease Awareness di RW 07 Kelurahan Utan Panjang Yani Sofiani; Fitrian Rayasari; Diana Irawati; Uswatul Khasanah; Abdu Rahim Kamil; Agus Purnama; Dian Noviati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 01 Nomor 04 Oktober 2022
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i4.25

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terus meningkat dari tahun ke tahun. International Diabetes Federation mengungkapkan bahwa prevalensi Diabetes pada tahun 2013 sebanyak 382 juta jiwa dan ditahun 2015 meningkat menjadi 415 juta. Demikian pula di Indonesia, RISKESDAS 2013 menunjukkan prevalensi diabetisi berdasarkan diagnosis dokter sebanyak 1.5% untuk penduduk usia diatas 15 tahun, sedangkan berdasarkan diagnosis dan gejala yang dirasakan sebanyak 2.1%. Permasalahan yang ditemukan masih banyak diabetisi yang berobat di wilayah RW 07 Kelurahan Utan Panjang untuk kontrol rutin memiliki nilai glukosa darah yang tinggi. Dengan mayoritas diabetisi merupakan pasien lama, hal ini tentunya menjadi suatu permasalahan tersendiri yang tidak bisa diabaikan. Diabetisi merupakan pemeran utama dalam peningkatan awareness dalam dirinya untuk meningkatkan self-management. Tujuan: Tujuan Umum Program Kemitraan meningkatkan disease awareness pada diabetisi agar self-management yang dimotori oleh diabetisi menjadi lebih aktif. Metode: 1) Screening pengetahuan diabetisi melalui metode kuesioner dan wawancara untuk mengetahui tingkat disease awareness dan self-management diabetisi. 2) Peningkatan pengetahuan melalui edukasi terstruktur yang dilakukan oleh perancang model SOFIANI dengan metode ceramah, diskusi, dan curhat pendapat. 3) Penyediaan fasilitas diabetisi dibekali peralatan berupa glucometer dan kelengkapannya untuk pelaksanaan self-management mandiri di rumah 4) simulasi dan resimulasi untuk melihat kemampuan diabetisi dalam melakukan pengukuran gula darah mandiri. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 diabetisi di lingkungan wilayah RW 07 Kelurahan Utan Panjang. Dari hasil skrining awal didapat rata rata persepsi penyakit yang buruk dan juga self-management yang belum maksimal. Dan terjadi peningkatan persepsi penyakit dan self-management yang lebih baik setelah adanya pengabdian ini. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi dan antusiasme dari seluruh peserta. Hasil survey kepuasan menunjukan 100% menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, 85% menyatakan kegiatan disiapkan dengan baik, 90% isi materi sangat baik dan 90% materi disampaikan dengan baik.
Pengaruh Edukasi Manajemen Koping Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Pasca PCI (Percutaneous Coronary Intervention) Di RSUD Dr. KH. Idham Chalid Moh Elga Leringga; Yeni Koto; Agus Purnama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2242

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, sehingga tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) banyak dilakukan untuk memperbaiki aliran darah koroner. Pasien pasca PCI masih sering mengalami kecemasan, stres, serta keterbatasan aktivitas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Edukasi manajemen koping diperlukan untuk membantu pasien beradaptasi secara fisik dan psikologis setelah tindakan PCI. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengetahui pengaruh edukasi manajemen koping terhadap kualitas hidup pasien pasca PCI. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini pasien yang telah menjalani tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD DR. KH. Idham Chalid. Sampel sebanyak 45 responden dengan tekhnik consecutive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisa data dengan univariat dan bivariat dengan uji paired samples test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi manajemen koping secara terstruktur terhadap kualitas hidup pasien pasca PCI di RSUD Dr. KH. Idham Chalid (Ciawi) dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan pemberian edukasi manajemen koping secara terstruktur efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca PCI.
Pengaruh Akupresur dan Aromatherapy Lavender terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Iskemik di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa Tahun 2025 Agustinus Tamo Bapa; Agus Purnama; Rina Afrina
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama gangguan fungsi motorik yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot, sehingga berdampak pada keterbatasan aktivitas dan kualitas hidup pasien. Selain terapi konvensional, diperlukan terapi komplementer seperti akupresur yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender untuk meningkatkan fungsi neuromuskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh akupresur dan aromaterapi lavender terhadap kekuatan otot pada pasien stroke iskemik di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest–posttest design. Sebanyak 17 pasien stroke iskemik yang dipilih menggunakan teknik probability sampling sesuai kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Rata-rata usia responden 57 tahun dengan mayoritas perempuan. Setelah intervensi, kekuatan otot meningkat pada kedua jenis kelamin. Pada responden perempuan, uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan kekuatan otot dari 19,8 ± 2,54 kg menjadi 33,4 ± 5,96 kg dengan nilai p = 0,009 dan effect size −1,00). Pada responden laki-laki, uji Paired Samples t-test menunjukkan peningkatan dari 30,9 ± 3,76 kg menjadi 47,4 ± 5,83 kg dengan nilai p < 0,001; dan effect size −3,31 yang menunjukkan bahwa akupresur dan aromaterapi lavender berpengaruh signifikan dan sangat kuat terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke iskemik.
The Effect Of Fishing Ball Therapy And Puzzle Therapy On Cognitive Function In Elderly Patients With Dementia At Club Bugar Ideal, Bojonggede District, Bogor Regency In 2025 Abdullah Assjidiq; Agus Purnama; Ristinawati Ristinawati; Siti Rafika Putri
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.766

Abstract

Dementia increases with age, especially in the elderly population. Dementia is a clinical syndrome with progressive decline in cognitive function that interferes with independence and daily activities. Dementia can also cause serious complications, such as a decline in quality of life and health problems that are often the leading causes of mortality. To determine the effect of fishing ball therapy and puzzle therapy on cognitive function in elderly people with dementia at Club Bugar Ideal, Bojonggede District. This study was a quantitative study using a quasi-experimental approach with one equivalent control group pretest-posttest design. Data collection was conducted using the Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Shapiro-Wilk test using Jamovi 2.6.26 software. The average age of respondents was over 60 years old. In terms of gender, the majority were female, with 27 respondents (69.2%). In terms of education, the majority had only completed elementary school, with 17 respondents (43.6%). In terms of employment, the majority were unemployed, with 29 respondents (74.4%). In terms of medical history, the majority had a history of illness, with 23 respondents (59%). Based on the results of the group A fishing ball p value (0.181) > 0.05 and group B Puzzle p value (0.095) > 0.05, meaning that there was no effect of therapy in either the fishing ball or puzzle groups on the cognitive function of the elderly before and after therapy, whereas there was an effect of therapy in group C (fishing ball and puzzle) on the cognitive function of the elderly before and after therapy. The results of the difference test showed no significant differences between the therapy groups, namely fishing ball therapy (A), puzzle therapy (B), and a combination of fishing ball and puzzle therapy (C). The p-values for the comparisons between groups were (A–B p=0.594; A–C p=0.440; B–C p=0.804). Non-pharmacological therapy, namely a combination of fishing ball and puzzle therapy, can improve cognitive function in elderly people with dementia.