Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Sentong terhadap risiko banjir melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan pemanfaatan aplikasi INARISK sebagai media mitigasi berbasis digital. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan partisipatif, implementasi intervensi, monitoring dan evaluasi, serta refleksi keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan mitigasi bencana, edukasi kebencanaan berbasis experiential learning di sekolah dasar, pelatihan penggunaan aplikasi INARISK, simulasi evakuasi, pembentukan Tim Siaga Banjir, dan penanaman 500 bibit pohon di bantaran sungai. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan literasi kebencanaan dan kapasitas digital masyarakat, di mana 85% peserta mampu menggunakan aplikasi INARISK untuk mengakses peta risiko dan pelaporan bencana, serta terjadi peningkatan pemahaman siswa sebesar 65% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, terbentuknya Tim Siaga Banjir Desa Sentong menunjukkan adanya penguatan kelembagaan lokal dan sistem peringatan dini berbasis komunitas. Simpulan pengabdian ini menunjukkan bahwa sinergi antara pendekatan partisipatif dan teknologi digital efektif dalam meningkatkan kapasitas adaptif masyarakat terhadap risiko banjir, memperkuat ketahanan sosial-ekologis desa, serta mendukung terwujudnya desa tangguh bencana yang berkelanjutan.