Sari Mahwati Hasibuan
STIT Hidayatullah Batam

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembangan Strategi Storytelling pada Pembelajaran Tematik Sari Mahwati Hasibuan
TA'DIBAN Vol 2 No 2 (2022): Januari - Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v2i2.76

Abstract

Dari data yang telah ditinjau oleh penulis, bisa diketahui bahwa saat ini belum banyak terjadinya kolaborasi antara strategi storytelling dan permainan pembelajaran terkhusus pada pelajaran tematik dikelas rendah. Dikarenakan kelas rendah masih besar persentasi bermainnya disbanding dengan belajarnya, maka dari itu penulis memilih mengembangkan srategi pembelajaran yakni storytelling dengan permainan pembelajaran yakni Catch Trap. Dan dari peninjauan penulis bahwa strategi storytelling telah mampu meningkatkan persentasi angka pada pembelajaran tematik dikelas rendah. Maka menurut pendapat penulis strategi ini akan memiliki pengaruh dengan angka persentasi yang sangat tinggi ketika disandingkan dengan permainan Catch Trap tersebut.
Strategi Pemberian Reward dan Punishment pada Pembelajaran Tematik SDII Luqman Al Hakim 01 Lingga Kelas III Sari Mahwati Hasibuan
TA'DIBAN Vol 3 No 1 (2022): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v3i1.78

Abstract

Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Salah satu strategi yang dapat ditawarkan penulis dalam pembelajaran tematik adalah dengan pemberian reward dan punishment kepada peserta didik. Pemberian reward disini dapat berupa pujian, pujian adalah alat motivasi yang positif. Setiap orang senang dengan pujian, termasuk anak-anak senang dipuji atas suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakannya dengan baik. Sedangkan punishment adalah reinforcement negatif. Punishment yang mendidik dibutuhkan dalam dunia pendidikan, kesalahan peserta didik karena melanggar disiplin dapat diberi punishment berupa sanksi. Pembelajaran tematik adalah tema-tema yang tergabung dalam beberapa mata pelajaran yang saling berkaitan sehingga dalam proses pengajarannya dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.
Evaluasi Diagnostik dan Remidial dalam Pembelajaran Sari Mahwati Hasibuan
TADRIBUNA Vol 4 No 2 (2024): Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v4i2.155

Abstract

Kegiatan pembelajaran merupakan suatu usaha dalam memberikan pendidikan yang diharapkan dapat memberikan perubahan pengetahuan, sikap dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Namun dalam proses pembelajaran sering kali peserta didik menghadapi kesulitan belajar. Evaluasi diagnostik merupakan salah satu fungsi dalam evaluasi pembelajaran yang dapat membantu guru dalam masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi diagnosis dan remidial dalam pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian studi kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif (qualitative research) dengan menggunakan teknik deskriptif dan analitis. Hasil penelitiannya adalah evaluasi diagnostik merupakan salah satu fungsi evaluasi yang digunakan untuk mengetahui masalah-masalah atau kesulitan belajar peserta didik, serta menemukan solusi dalam memecahkan masalah yang di hadapi peserta didik. Pembelajaran remedial pada hakikatnya merupakan pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pelaksanaan pembelajaran remedial mencakup diagnosis kesulitan belajar, memberikan tindakan perbaikan yang sesuai dan memberikan dukungan untuk pencapaian akhir suatu pelajaran.
Pengembangan Strategi Storytelling pada Pembelajaran Tematik Sari Mahwati Hasibuan
TA'DIBAN Vol 2 No 2 (2022): Januari - Juni
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v2i2.76

Abstract

Dari data yang telah ditinjau oleh penulis, bisa diketahui bahwa saat ini belum banyak terjadinya kolaborasi antara strategi storytelling dan permainan pembelajaran terkhusus pada pelajaran tematik dikelas rendah. Dikarenakan kelas rendah masih besar persentasi bermainnya disbanding dengan belajarnya, maka dari itu penulis memilih mengembangkan srategi pembelajaran yakni storytelling dengan permainan pembelajaran yakni Catch Trap. Dan dari peninjauan penulis bahwa strategi storytelling telah mampu meningkatkan persentasi angka pada pembelajaran tematik dikelas rendah. Maka menurut pendapat penulis strategi ini akan memiliki pengaruh dengan angka persentasi yang sangat tinggi ketika disandingkan dengan permainan Catch Trap tersebut.
Strategi Pemberian Reward dan Punishment pada Pembelajaran Tematik SDII Luqman Al Hakim 01 Lingga Kelas III Sari Mahwati Hasibuan
TA'DIBAN Vol 3 No 1 (2022): Juli - Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v3i1.78

Abstract

Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Salah satu strategi yang dapat ditawarkan penulis dalam pembelajaran tematik adalah dengan pemberian reward dan punishment kepada peserta didik. Pemberian reward disini dapat berupa pujian, pujian adalah alat motivasi yang positif. Setiap orang senang dengan pujian, termasuk anak-anak senang dipuji atas suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakannya dengan baik. Sedangkan punishment adalah reinforcement negatif. Punishment yang mendidik dibutuhkan dalam dunia pendidikan, kesalahan peserta didik karena melanggar disiplin dapat diberi punishment berupa sanksi. Pembelajaran tematik adalah tema-tema yang tergabung dalam beberapa mata pelajaran yang saling berkaitan sehingga dalam proses pengajarannya dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.
Evaluasi Diagnostik dan Remidial dalam Pembelajaran Sari Mahwati Hasibuan
TADRIBUNA: Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2024): Januari-Juni
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v4i2.155

Abstract

Kegiatan pembelajaran merupakan suatu usaha dalam memberikan pendidikan yang diharapkan dapat memberikan perubahan pengetahuan, sikap dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Namun dalam proses pembelajaran sering kali peserta didik menghadapi kesulitan belajar. Evaluasi diagnostik merupakan salah satu fungsi dalam evaluasi pembelajaran yang dapat membantu guru dalam masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi diagnosis dan remidial dalam pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian studi kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif (qualitative research) dengan menggunakan teknik deskriptif dan analitis. Hasil penelitiannya adalah evaluasi diagnostik merupakan salah satu fungsi evaluasi yang digunakan untuk mengetahui masalah-masalah atau kesulitan belajar peserta didik, serta menemukan solusi dalam memecahkan masalah yang di hadapi peserta didik. Pembelajaran remedial pada hakikatnya merupakan pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pelaksanaan pembelajaran remedial mencakup diagnosis kesulitan belajar, memberikan tindakan perbaikan yang sesuai dan memberikan dukungan untuk pencapaian akhir suatu pelajaran.
Sosialisasi Jejak Peradaban Nusantara: Eksplorasi Peninggalan Sejarah di Indonesia dalam Pembelajaran IPS Kelas V SD Sari Mahwati Hasibuan; Saidah Oktariyati; M Muthma'innah; Syamsidah Lubis
SIGMA : Jurnal Sinergi Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM-IAI Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/jurnalsigma.v3i1.290

Abstract

This community service aims to socialize the traces of the Nusantara civilization, which can be optimized as a learning resource in social science education. Social science provides the intellectual foundation for evaluating historical artifacts. History at the elementary school level plays a crucial role in shaping students' national identity and patriotic values. The main focus of this research is on the utilization of historical relics such as temples, inscriptions, statues, and cultural artifacts scattered throughout various regions of Indonesia. In addition, it aims to make learning more contextual, meaningful, and interesting for students. The research method used is AssetBased Community Development, which is a community empowerment method that emphasizes the identification and utilization of existing resources and capabilities within the community. Meanwhile, the data collection techniques in this method consist of documentation such as lesson plans and textbooks. The research findings indicate that integrating historical artifacts into social studies curriculum not only enhances students' interest and motivation in learning but also strengthens their understanding of the development of Indonesian civilization over time. Furthermore, this approach fosters an appreciation for culture, tolerance, love for the homeland, and a sense of ownership toward the nation's ancestral heritage. These findings recommend the need for innovative, locally-based cultural learning approaches and teacher training in developing teaching strategies that connect historical content with the students' surrounding environment.