Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

OPTIMIZATION OF VISUAL-SPATIAL ABILITIES FOR PRIMARY SCHOOL TEACHERS THROUGH INDONESIAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION WORKSHOP Navel Oktaviandy Mangelep; Deysti Trifena Tarusu; Hartini Ngadiorejo; Gita Fajrin Jafar; Eunike Mandolang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18806

Abstract

Kemampuan visual-spasial sangatlah dibutuhkan dalam memahami berbagai bentuk-bentuk geometri dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu guru perlu memahami dan memiliki kompetensi yang baik terkait kemampuan visual spasial. Artikel ini difokuskan pada hasil pelaksanaan workshop PMRI pada materi bangun datar bagi guru-guru KKG Gugus 1 Kec. Bilalang Kota Kotamobagu. Metode pengabdian yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan, namun pada atikel ini difokoskan pada tahapan mengembangan dengan metode desian riset yaitu tahap preliminary design, tahap eaching experiment, dan tahap retrospective analysis. Dari hasil workshop tersebut terlihat bahwa guru-guru peserta workshop telah mampu memahami konsep dasar bangun datar menggunakan kemampuan visual-spasial. Selain itu, peserta juga mampu menunjukkan ketertarikan dalam penggunakan pendekatan PMRI pada pembelajan. Di akhir workshop peserta juga telah menghasilkan bahan ajar bangun datar untuk di implementasikan pada pembelajaran matematika di kelas.
STUDENTS’ MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING PROCESS IN SOLVING STORY PROBLEMS ON SPLDV MATERIAL Selfie Kumesan; Eunike Mandolang; Patrisia Hana Supit; Jorry F. Monoarfa; Navel Oktaviandy Mangelep
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.19309

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah bagi siswa merupakan hal yang penting untuk dimiliki. Namun, kemampuan kenyataan di lapangan proses pemecahan masalah matematis masih belum optimal. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat karakteristik proses pemecahan masalah matematis siswa dalam memecahkan soal cerita khususnya pada materi SPLDV. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Sehingga penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa siswa dengan kemampuan matematis tinggi tidak dapat memeriksa Kembali jawaban yang telah diperoleh dengan baik. Sedangkan siswa dengan kemampuan matematis sedang juga tidak dapat memeriksa Kembali jawaban yang telah diperoleh dan proses solusi dengan baik dan benar. Selain itu, siswa dengan kemampuan matematis rendah tidak mampu menyelesaikan soal dengan langkah-langkah yang baik dan benar. Serta, siswa dengan kemampuan matematika rendah tidak mampu memeriksa kembali jawaban serta proses solusi yang telah dikerjakannya.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Pada Siswa Kelas IIA SD Katolik 02 Don Bosco Paniki-Bawah Eunike Mandolang; Patrisia. H. Supit; Orchidea Marentek
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa Kelas IIA SD Katolik 02 Don Bosco Paniki Bawah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa pada materi “Menggambarkan Ciri-ciri Fisik Manusia” dan terbatasnya variasi model pembelajaran yang digunakan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Pada tahap prasiklus tingkat ketuntasan sebesar 43%. Pada Siklus I penguasaan turun sedikit menjadi 36%, dan setelah dilakukan perbaikan, Siklus II menunjukkan peningkatan menjadi 79%. Selain itu, aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan dari kategori “baik” menjadi “sangat baik”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Kontekstual efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IIA di SD Katolik 02 Don Bosco Paniki Bawah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON-EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SD GMIM TEMPANG DESA TEMPANG I KABUPATEN MINAHASA Eunike Mandolang
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siswa kelas I SD GMIM Tempang, Desa Tempang I yang menemukan bahwa pembelajaran hanya berpusat pada guru sedangkan siswa hanya mendengarkan pembelajaran tematik cenderung membosankan, kurang menantang, itu tidak bermakna dan kurang relevan dengan kehidupan anak-anak sepanjang hari. Hasil yang diperoleh di silklus I baru mencapai 33,33%. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas I SD GMIM Tempang yang menemukan bahwa pembelajaran hanya berpusat pada guru sedangkan siswa hanya mendengarkan pembelajaran tematik cenderung membosankan, kurang menantang, tidak bermakna dan kurang relevan untuk kehidupan anak-anak sepanjang hari. Hasil yang diperoleh di silklus I baru mencapai 33,33%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran tematik Example Non-Example siswa kelas I SD GMIM Tempang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dari Kemmis dan Mc. Taggart (Zainal Aqib, 2006: 31) dilakukan dengan dua siklus dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil belajar yang diperoleh, pada siklus I mencapai 33,33% dan siklus II 93,33%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Example Non-Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas tematik 1 SD GMIM Tempang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Example Non-Example, Hasil Belajar, Matematika
Edukasi Anti-Bullying Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Stief Aristo Walewangko; Evi Martika D. Kasiahe; Eunike Mandolang; Anita Stephanie F. Warow; Fabyana Imelda Tamboto; Jelvi Monica Mangundap; Valentino Lumowa; Patrisia Hana Supit; Patricia Rumimpunu
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3526

Abstract

Edukasi anti-bullying di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya positif di kalangan siswa. Tujuan utama dari edukasi ini Adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif bagi siswa. Bullying dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan sosial anak, sehingga upaya pencegahan sejak dini sangat diperlukan. Secara lebih detail, dampak bullying bagi siswa sekolah dasar meliputi gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya kepercayaan diri, serta penurunan prestasi akademik karena sulit fokus dan kurangnya motivasi belajar. Bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasi perilaku bullying di SD? Dan bagaimana bentuk edukasi anti- bullying yang dapat diterapkan secara efektif di SD? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi dasar utama bagi pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD GMIM 21 Manado. Guru dan stakeholder sekolah sering kesulitan untuk mengatasi perilaku bullying siswa, dan kurang mendapat informasi bagaimana cara mengedukasi yang aman dan sesuai harapan. Kegiatan PKM ini dirancang untuk memberi edukasi anti-bullying di SD dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dan pendidikan karakter. Pendekatan pembelajaran mendalam menyentuh seluruh aspek termasuk karakter siswa di SD. Pendekatan ini digunakan sebagai bentuk edukasi anti- bullying bagi kepala sekolah, guru-guru, dan siswa SD GMIM 21 Manado. Dengan pendekatan ini iklim pembelajaran anti-bullying di SD GMIM 21 Manado dapat terwujud
Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi untuk Anak-Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Jayakarsa Kabupaten Minahasa Utara Fabyana Imelda Tamboto; Eunike Mandolang; Stief Aristo Walewangko; Evi Martika D. Kasiahe; Edino Ayub Lomban
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3604

Abstract

Kondisi literasi dan numerasi anak-anak usia sekolah dasar memerlukan perhatian serius. Rendahnya minat baca di masyarakat dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan numerasi pada tingkat sekolah dasar juga belum memadai. Hal ini dialami oleh anak-anak usia sekolah dasar di Desa Jayakarsa, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik De La Salle, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mempersiapkan calon guru, merasa terpanggil untuk mengatasi masalah rendahnya kemampuan literasi dan numerasi pada anak-anak usia sekolah dasar. Karena jika hal tersebut diabaikan maka akan berdampak pada penurunan kualitas pendidikan siswa dan kemudian berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu tugas utama dari lembaga pendidikan tinggi, karena akan menjadi wadah untuk pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dalam rangka tugas tersebut, dirancanglah program PkM untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi bagi anak-anak usia sekolah dasar di Desa Jayakarta, Kecamatan Likupang Barat. Desa Jayakarsa dipilih karena berdasarkan hasil observasi dan komunikasi dengan para guru di 3 sekolah dasar diperoleh data bahwa sebagian besar siswa kelas rendah membutuhkan pendampingan dalam literasi dan numerasi. Kegiatan PkM ini adalah salah satu bentuk praktek pembelajaran dari mahasiswa Program Studi PGSD yang mengikuti kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan dan Pendidikan Seni Rupa.