Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Menggunakan Metode LOS Pada Ruas Jalan Rogojampi–Benculuk Berdasarkan PKJI 2023 dan VISSIM Islami, Moh Fahrul; Sujatmiko, Heri; Prasetyo, Yohanes Pracoyo Widi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19344

Abstract

Ruas Jalan Rogojampi–Benculuk di Banyuwangi mengalami penurunan kinerja lalu lintas akibat tingginya volume kendaraan dan hambatan samping yang signifikan, sehingga memicu kemacetan yang berdampak pada efisiensi dan kenyamanan berkendara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) jalan menggunakan dua pendekatan, yaitu metode manual berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan simulasi mikroskopis dengan software VISSIM. Pengumpulan data meliputi survei volume lalu lintas, kecepatan rata-rata, dan hambatan samping selama tiga hari di ruas jalan tersebut, kemudian dianalisis untuk menentukan LOS berdasarkan derajat kejenuhan (DJ) serta memodelkan kondisi eksisting menggunakan VISSIM. Hasil menunjukkan bahwa analisis manual menghasilkan LOS C dengan DJ sebesar 0,50, sedangkan simulasi VISSIM menunjukkan LOS E dengan vehicle delay mencapai 80–115 detik. Penelitian ini memberikan kontribusi penerapan PKJI 2023 dalam evaluasi Level of Service (LOS) dan pemodelan VISSIM.
Analisis Tingkat Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Structured What-If Technique (SWIFT) Pada Proyek Pemasangan Metal Sparator Reject Cement Mill Bosowa Banyuwangi Abdulgani, Sulthon Fatah; Widi Prasetyo, Yohanes Pracoyo; Sunarko
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19657

Abstract

Pekerjaan proyek konstruksi adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan disiplin ilmu secara teknis termasuk seperti pelaksanaan, keterlibatan sumber daya manusia yang didalamnya mencakup pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan. Pelaksanaan pekerjaannya juga harus memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena proses pekerjaan konstruksi memiliki potensi risiko bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja berakibat fatal jika tidak diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali seberapa besar tingkat kesadaran pekerja dalam pengendalian terjadinya potensi risiko yang membahayakan keselamatan pekerja agar memastikan tidak ada permasalahan yang berpotensi mengganggu pada penerapan implementasi K3. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis Structured What-If Technique (SWIFT). Subjek dari penelitian ini adalah personil tenaga kerja dan lingkungan proyek pada pekerjaan pemasangan Metal Sparator. Berdasarkan hasil dari analisis klasifikasi penilaian risiko yang berpotensi pada pekerjaan pemasangan Metal Sparator, terdapat beberapa potensi bahaya yang berbeda. Berdasarkan penilaian klasifikasi risiko yang dilakukan dengan penghitungan nilai Risk Rating Number (RRN) terdapat 17 potensi risiko pekerjaan di tingkat prioritas utama 4 salah satunya yaitu pada bahaya terjatuh dari ketinggian, kemudian di tingkat prioritas menengah 9 pada bahaya menghirup asap beracun las dan di tingkat prioritas rendah 4 pada tergores benda tajam.
Analisis Kinerja Seismik dan Modifikasi Struktur Baja di Wilayah Kds Tinggi (Studi Kasus: PT. Warisan Eurindo, Banyuwangi) Firdaus, Zulfan; Prasetyo, Yohanes Pracoyo Widi; Purnomo, Dimas Aji
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19785

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi yang menuntut penerapan desain struktur tahan gempa. Penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik struktur gudang baja eksisting dengan sistem Ordinary Moment Frame (OMF) dan membandingkannya setelah dimodifikasi menjadi sistem Ordinary Concentrically Braced Frame (OCBF). Analisis dilakukan menggunakan metode Linear Time History Analysis (LTHA) pada ETABS v22, dengan input tiga data gempa historis (Chi-Chi, Miyagi, Tokachi). Hasil menunjukkan bahwa struktur OMF mengalami overstress pada elemen kolom (rasio tegangan D/C sebesar 0,951), rasio kelangsingan KL/r mencapai 205,49 (melebihi batas 200), serta simpangan antar tingkat sebesar 249,22 mm (2,6%), melampaui batas izin 143,077 mm. Setelah modifikasi ke sistem OCBF, nilai D/C turun menjadi 0,785, rasio KL/r menjadi 141,84, dan simpangan antar tingkat berkurang drastis menjadi 70,09 mm (0,7%). Dengan demikian, penambahan bracing terbukti efektif meningkatkan performa seismik struktur baja pada kawasan rawan gempa.
Evaluation of The Effectiveness of New Connector Road in Reducing Congestion through VISSIM Simulation Rimbawan, Ratno Damar; Prasetyo, Yohanes Pracoyo Widi; Sunarko
Journal of Development Research Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Number 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jdr.v9i2.455

Abstract

Rapid motorization in Indonesia has intensified congestion not only in metropolitan areas but also in secondary urban centers such as Genteng District, Banyuwangi, where a single arterial corridor supports commercial and inter-district mobility. However, research addressing congestion mitigation in semi-urban road networks through strategic traffic diversion remains limited. This study evaluates the effectiveness of an alternative road routing strategy in reducing congestion along Jalan Gajah Mada using VISSIM-based microscopic simulation. Two scenarios were compared: the existing condition and a diversion strategy rerouting vehicles through Jalan KH Wahid Hasyim. Key performance indicators—average travel time, speed, queue length, and level of service (LoS)—were analyzed. Results reveal significant performance improvements despite a longer physical route: travel time decreased by 25.8%, speed increased by 143.6%, queue length reduced by 44.9%, and LoS improved from E to D. These findings highlight the potential of strategically planned traffic diversion to enhance mobility in semi-urban settings. The study is limited to peak-hour traffic and a single diversion scenario, suggesting the need for further evaluation with multimodal and multi-scenario analyses.
Time and Cost Efficiency Analysis of Hotmix Road Rehabilitation: A Case Study in Papring, Kalipuro District Prasetyo, Novan Dwi; Sunarko; Prasetyo, Yohanes Pracoyo Widi; Pratama, Ananta Kusuma Yoga
Journal of Development Research Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Number 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jdr.v9i2.456

Abstract

Efficient project delivery is a critical requirement for rural road rehabilitation programs, yet empirical evaluations of implementation efficiency remain limited. This study analyzes the time and estimated cost efficiency of the Papring Hotmix Road Rehabilitation Project in Kalipuro District, Banyuwangi, using a descriptive quantitative case study approach based on weekly and monthly project documentation. Project performance was measured by comparing baseline planning with field realization, supported by calculations of time efficiency, deviation analysis, and cost implication estimation derived from work-weight distribution. The project was completed in 55 days, significantly faster than the 120-day planned duration, resulting in a time efficiency of 54.17% and a maximum positive deviation of +76.32% at completion. Major work components: AC-WC (65.616%), AC-BC (18.249%), and aggregate base layer (12.436%), were executed intensively between Weeks 4 and 7, enabling a shortened execution period that suggests potential savings in indirect project costs such as overhead, labor, and field operations. Acceleration was driven by effective technical scheduling, early resource mobilization, optimized labor deployment, and strong contractor–consultant coordination. The findings highlight the importance of structured progress evaluation for improving scheduling and cost control in rural road rehabilitation projects. Future work should incorporate financial realization data and risk-productivity modelling to strengthen efficiency assessment in accelerated infrastructure delivery.