Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Dynamics Of Human Resource Management In Improving Worker Productivity And Welfare In The Digital Era In Indonesia Syamsu Rijal; Muhlis
International Journal of Business and Quality Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Business and Quality Research (IJ
Publisher : Citakonsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijbqr.v3i04.2371

Abstract

In this digital era, HR management is key to improving employee productivity and well being. Digital transformation requires organizations to adapt not only in business processes but also in workforce management. This includes the implementation of information technology, process automation, and more flexible work approaches. This study adopted a literature review method to explore how HR management can optimize employee productivity and well-being through digital innovation. The results show that utilizing technology in HR management processes can increase work efficiency. However, this also carries the risk of causing technostress, which can negatively impact employee mental well-being. Therefore, a management strategy that balances digital efficiency and employee emotional well-being is needed. This can be achieved through stress management training, mental health support, and the development of a work culture that supports work-life balance.
Analysis of the Effectiveness of Human Resource Training and Development in Increasing the Competitiveness of MSMEs in Indonesia. Syamsu Rijal; Muhlis
International Journal of Business and Quality Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Business and Quality Research (IJ
Publisher : Citakonsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijbqr.v3i04.2372

Abstract

This study aims to understand the role of training and human resource development (SDM) in enhancing the quality of micro, small, and medium enterprises (UMKM) in the digital era in the midst of the development of the digital era. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) approach and content analysis on various empirical studies, this study evaluates the contribution of HR training to improving the competence of business actors, mastery of digital technology. The results of the analysis show that training programs that are contextually designed based on local needs, and combined with participatory methods and post-training mentoring have been proven to be effective in improving operational efficiency, product quality, and the adaptability of MSMEs to market changes. In addition, training that integrates digitalization also encourages the transformation of MSMEs into more modern and competitive businesses.
Rancangan Reklamasi Lahan pada Kegiatan Pasca tambang Bijih Nikel di PT Citra Lampia Mandiri Malili Fauziah Fauziah; Muhlis Muhlis; Muhtar Muhtar; Fatmawati Fatmawati; Rakhmad Armus
KOLONI Vol. 2 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i2.36

Abstract

The contribution of the mining sector to forest destruction in Indonesia has reached 10% and is now increasing every year to reach 2 million ha. Efforts to improve ex-mining land is by reclamation. The purpose of this study is to determine the design of reclamation activities and to evaluate the success of reclamation at PT. Citra Lampia Mandiri. The research method used is descriptive method with data collection techniques that are participant observation. Reclamation activities are carried out in several stages and activities that are systematic and well planned which have links between one activity and another in an effort to improve land quality. To determine the success rate of reclamation by providing an assessment of each reclamation activity, namely land use and revegetation, erosion and sedimentation control, top soil management, revegetation activities and plant maintenance. The results of the evaluation of the success rate of reclamation at PT. Citra Lampia Mandiri is 83% with good description.  
PKM PENERAPAN KONSEP SMART FARMING DI KWT CARA’DE DALAM MENSUKSESKAN PROGRAM LORONG WISATA KOTA MAKASSAR Muhlis Muhlis; Khaidir Rahman; Fatmawati Fatmawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38831

Abstract

Kelompk Wanita Tani (KWT) Seruni yang beralamat di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai Blok G Kelurahan Buntusu Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar dibentuk pada tanggal 12 Maret 2013, KWT ini diketuai oleh Hj. Hartinawati yang dibantu oleh A. Emilda sebagai Sekertaris dan Hj. Zaenab sebagai bendahara serta 27 orang anggota lainnya dibentuk dari program ketahanan Pangan dengan maksud mewujudkan swasembada pangan. KWT ini memanfaatkan lahan kosong yang merupakan fasilitas umum (Lapangan ) yang ada di kompleks perumahan BTP Bloh H. KWT seruni memfokuskan tanaman hortikultura khususnya sayur-sayuran mengingat areal pertanaman tidak begitu luas hanya menggunakan green house. Menurut hasil wawancara dengan ketua KWT Hj. Hartinawati bahwa KWT seruni adalah sifatnya urban farming karena berada di tengah-tengah pemukiman di perkotaan dengan beranggotakan ibu rumah tangga yang mempunyai rutinitas lain sehingga belum terkelola secara optimal. Permasalah utama adalah terkait produksi yaitu aspek budidaya dari segi pemeliharaan, kurangnya tenaga yang bertugas melakukan pemeliharaan khususnya penyiraman. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra terkait pemeliharaan yang berkesinambungan yaitu pembuatan irigasi springkler berbasis IoT untuk penyiraman dengan maksud untuk mengefisienkan penggunaan air, waktu dan tenaga kerja Metode pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan adalah penyampaian materi secara teoritis tentang penggunaan irigasi sprinkler berbasis IoT, dan teknik pemasaran dan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktek mendesain sistem irigasi sprinkler berbasis IoT yang dilakukan oleh anggota KWT. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah : mitra dapat meningkatkan hasil usaha taninya dan menjadi pilot project bagi kegiatan urban farming.
PKM PENGOLAHAN SAMPAH SISTEM TAKAKURA DI SMA NASIONAL MAKASSAR Muhlis Muhlis; Abdi Wahid Kurniawan; Diyahwati Diyahwati; Hartini Ramli; Jusran Jusran
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59375

Abstract

Pengomposan merupakan salah satu metode pengolahan limbah organik yang bertujuan untuk mengurangi dan mengubah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa dalam pembuatan pupuk kompos sebagai hasil pengolahan sampah organik dengan teknologi pengomposan sistem takakura. Melakukan sosialisasi dengan melakukan FGD (Focus Group Discussion) dengan Mitra dan Aparat terkait dalam hal ini kepala sekolah. Sosialisasi ini untuk mengambarkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan terkait materi pendampingan yaitu pengolahan Limbah organik dengan menggunakan teknologi pengomposan metode Takakura untuk pemenuhan bahan organik (pupuk Kompos) yang dibutuhkan oleh santri untuk tanaman hias, mensosialisasi manfaat pupuk kompos yang dihasilkan dari limbah organik serta keunggulan-keuangulan lainnya dari teknik pengolahan sampah dengan pengomposan metode Takakura. Metode ini dipilih karena merupakan metode yang paling mudah untuk dipraktekkan dalam pengolahan sampah organik. Selain itu pula menyangkut kondisi di sekitar lingkungan SMA Nasional yang memiliki sampah organik yang lumayan.
Edukasi Pemanfaatan Sistem Otomatisasi dalam Penerapan Smart Farming di SMA 10 Nasional Makassar Akmal Hidayat; Hartini Ramli; Dewi Puspitasari; Jusran Jusran; Muhlis Muhlis
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 1 (Januari 2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/cv4enn15

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMA 10 Nasional Makassar, Sulawesi Selatan, berfokus pada pengenalan teknologi otomatis dalam bidang pertanian untuk mengatasi tiga permasalahan krusial. Permasalahan pertama berkaitan dengan minimnya sarana pertanian mutakhir, seperti laboratorium IoT dan rumah kaca otomatis. Kedua, rendahnya tingkat pemahaman tenaga pengajar dan peserta didik mengenai teknologi pertanian presisi, meliputi sensor tanah serta sistem pengairan otomatis. Ketiga, produk pertanian yang dihasilkan sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal guna pengembangan usaha mandiri. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan yang dilakukan meliputi: (1) penyelenggaraan pelatihan intensif mengenai pengoperasian sensor IoT dan sistem irigasi otomatis bagi guru dan siswa, (2) pembangunan sarana praktik berupa rumah kaca otomatis yang dilengkapi peralatan pemantauan secara langsung, (3) integrasi materi pertanian cerdas ke dalam kurikulum kejuruan, serta (4) pemberdayaan kewirausahaan melalui strategi pemasaran digital, seperti platform e-commerce dan jejaring sosial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa para peserta telah mampu menguasai dan mengoperasikan teknologi otomatisasi dengan baik, sementara laboratorium IoT pertanian bertransformasi menjadi pusat pengembangan inovasi. Kegiatan ini secara sistematis mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya terkait pengalaman belajar mahasiswa di luar lingkungan kampus, kontribusi dosen, dan optimalisasi luaran penelitian. Lebih jauh, inisiatif ini memperkuat citra sekolah sebagai teladan dalam pertanian ramah lingkungan yang memadukan tiga pilar nilai: kemajuan teknologi, kearifan keagamaan, dan pelestarian lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan 87% siswa mengalami peningkatan ketertarikan terhadap pertanian digital, dan 80% peserta mampu mengoperasikan sensor IoT secara mandiri setelah pelatihan.