Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Mini-Mental State Examination to Assess Cognitive Function in Elderly Dafinta Widia Komala; Dwi Novitasari; Rosi Kurnia Sugiharti; Sidik Awaludin
Jurnal Keperawatan Malang Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v6i2.137

Abstract

Background: With increasing age, it will cause a decrease in the function of body systems, one of which is a decrease in cognitive function. Impaired cognitive function in the elderly can be in the form of language disorders, loss of short and long-term memory, and disorientation of time and place. Based on the results of a pre-survey conducted at Rojin Home Itoman Teinsagu No Ie Japan, it was found that 35 elderly and 18 elderly suffered from dementia. Purpose: This study was aimed to describe the cognitive function of the elderly at the Rojin Itoman Teinsagu No Ie House in Japan using the Mini-Mental State Examination instrument. Methods: This research uses descriptive quantitative research methods. The sampling technique used in this research is the total sampling technique. There were 33 elderly as respondents. Results: The results showed that most of the respondents in the elderly category (75-90 years) were 24 respondents (72.7%), the dominant female respondents were 21 respondents (63.6%) with most of them experiencing a moderate decline in cognitive function 19 respondents (57.6%). All 33 respondents (100%) were correct on the word repetition command, a total of 29 (87.9%) respondents were correct on the command to close their eyes. This means that the cognitive function of the elderly is good in language repetition and comprehension. But, as many as 20 (60.6%) respondents got a score of 0 on the attention/concentration. Conclusion: Impaired cognitive function of the elderly is the biggest cause of dependence on others to care for themselves due to the inability to carry out daily activities. Nurses can assess it using the MMSE so that the elderly receive therapy immediately. Key words: cognitive function; dementia; elderly; MMSE.
PENGARUH MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI HAID PRIMER Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2018): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.315 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v9i2.208

Abstract

Remaja akan mengalami masa transisi menjadi dewasa dimana terjadi pacu tumbuh (growth spurt). Pada masa remaja ini biasanya terjadi nyeri haid primer. Nyeri haid dapat diatasi dengan pemberian terapi nonfarmakologis yaitu minuman kunyit asam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skala nyeri haid sebelum dan sesudah pengaruh minuman kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri haid primer pada mahasiswi kebidanan D3 STIKES Harapan Bangsa Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment design dengan one group pre and post tes yaitu dengan menggunakan satu kelompok yang diberikan intervensi minuman kunyit asam. Teknik Sampel dengan menggunakan purposive sampling. Hasil perhitungan dengan menggunakan Uji T berpasangan yaitu dengan membandingkan perbedaan skala nyeri haid sebelum dan sesudah intervensi didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh minuman kunyit asam terhadap nyeri haid primer pada remaja yang ditunjukan dengan nilai p value 0,0001. Simpulan dari penelitian ini adalah minuman kunyit asam dapat menurunkan nyeri haid primer pada remaja. Kata Kunci : Pengaruh, Minuman Kunyit Asam, Nyeri Haid Primer
SENAM DISMENOR DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI HAID PADA REMAJA Rosi Kurnia Sugiharti
Avicenna : Journal of Health Research Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v3i2.413

Abstract

Latar Belakang : Gangguan fisik yang sangat menonjol pada wanita haid adalah Nyeri Haid. Nyeri haid dapat ditangani dengan terapi secara farmakologis atau non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan nyeri haid primer pada remaja adalah senam dismenor. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam dismenor terhadap penurunan skala nyeri haid pada remaja. Metode : Model penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Rancangan penelitian ini adalah one group pre and post tes design yaitu dengan menggunakan satu kelompok responden di mana kelompok tersebut diberikan perlakuan Sampel dengan menggunakan purposive sampling. Subyek penelitian ini remaja yang mengalami nyerihaid primer berjumlah 20 orang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Uji T Test Berpasangan dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk. Hasil : Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah didapatkan rata-rata usia responden adalah 19,7 tahun dengan usia minimum 18 tahun dan maximum 21 tahun. Sebagian besar responden mengalami penurunan skala nyeri pre yaitu nyeri sedang dengan prosentase 65 %, sedangkan pada pengukuran post sebagian responden mengalami penurunan nyeri haid menjadi tidak nyeri dengan prosentase 40%, selain itu juga ada peningkatan jumlah responden yang tidak mengalami nyeri haid menjadi 40 % dari 0 %. Berdasarkan hasil uji statistik Uji T berpasangan didapatkan hasil bahwa nilai P value adalah 0,0001 yang berati
Pemenuhan Pangan Lokal Sebagai Kebutuhan Gizi Bayi Dan Balita Umur 6 -24 Bulan Di Kabupaten Banyumas Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol 1 No 1 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.862 KB) | DOI: 10.35960/pimas.v1i1.729

Abstract

One of the risk factors for stunting is lack of nutritional intake in the long term. Toddlers with poor nutritional status have a low immune system which can make them susceptible to infectious diseases. The macro nutrition improvement program is directed at reducing macro nutrition problems, which primarily address the problem of protein energy deficiency. The processing and development of local food ingredients as a source of need to overcome the stunting problem is still not widely carried out by mothers in the Banyumas Regency area.Integrated service post cadres (posyandu) and Family Welfare Development cadres (PKK) are major milestones in public health, especially infants and toddlers through their activities in mobilizing their citizens to utilize local food. So that in this activity the researchers held training for cadres, PKK mothers and mothers of babies and toddlers 6 - 24 months in all areas of Banyumas Regency in local food processing as an effort to handle and prevent nutritional problems in Banyumas Regency.Based on observations that have been made, out of all partners, around 80% of partners are skilled, and independent in implementing the processing of complementary foods made from local breast milk.
Gambaran Perubahan Tekanan Darah Lansia yang Melakukan Senam Lansia di Rojinhome Ai Wai Kai Okinawa Jepang Maudwi Ehnis Swihasnika; Rosi Kurnia Sugiharti; Siti Haniyah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.241 KB)

Abstract

Pendahuluan: Manusia mengalami pertambahan usia akan menunjukan kemunduran fungsi secara fisik tentunya berpengaruh pada aktivitas yang menurun pada kesehatan lansia. Latihan fisik seperti senam lansia berfungsi untuk meningkatkan kesehatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan total sampling adalah sebanyak 44 responden. Analisis dalam penelitian ini dengan cara analisis univariat, Dengan sampel 44 responden yang diwawancarai. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan jam tangan observasi dan sphygmomanometer untuk membandingkan hasil pengukuran tekanan darah lansia yang belum dan yang sudah senam.Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan gambaran perubahan tekanan darah lansia di Rojinhome Ai Wai Kai Okinawa, Jepang tahun 2020, dan perubahan tekanan darah lansia di Rojinhome Ai Wai Kai Okinawa Jepang sebelum berolahraga. tekanan darah lansia termasuk dalam kategori hipertensi Tahap-1 sebanyak 24 orang (54,5%), sedangkan tekanan darah lansia sesudah melakukan senam sebagaian besar pada kategori Pre-Hipertensi sebanyak 23 orang (52,3%). kesimpulan: Sehungga dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan tekanan darah lansia di Rojinhome Ai Wai Kai Okinawa Jepang sesudah melakukan senam lansia. Kata Kunci: Lansia, Tekanan Darah, Senam
Hulu Hilir Penanggulangan Masalah Gizi Bayi dan Balita di Kabupaten Banyumas Fauziah Hanum Nur Adriyani; Linda Yanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.349 KB)

Abstract

Permasalahan gizi menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Sumber daya manusia adalah faktor utama penentu kesuksesan sebuah Negara. Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ke 5 dengan permasalahan gizi di Jawa Tengah. Studi ini bertujuan melihat hulu-hilir upaya penanggulangan pemasalahan gizi di Kabuapten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method atau kuantitatif dan kualitatif dengan model sequential explanatory yaitu menganalisis data menggunakan penelitian kualitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, di hulu (level kebijakan) telah banyak sekali kebijakan pemerintah yang dilahirkan sebagai upaya percepatan penanggulangan masalah gizi. Banyak masyarakat maupun implementer program di level akar rumput yang belum memiliki penguasaan pengetahuan yang memadai terkait masalah gizi itu sendiri, baik dampaknya, faktor penyebabnya, hingga cara penanggulangannya. Hal ini didapatkan dari angka kejadian masalah gizi di Kabupaten Banyumas yaitu pada kasus Wasting di Kabupaten Banyumas paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I 419 (12.5%), Kasus several wasting tertinggi beradi di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II 383 (16.5%), dan Puskesmas Cilongok I dengan kasus stunting dan underweight paling tinggi di wilayah Kabupaten Banyumas yaitu sejumlah 786 bayi dan balita dengan stunting serta 167 bayi dan balita dengan under weight. Dapat disimpulkan bahwa Permasalahan gizi di Kabupaten Banyumas berupa masalah underweight, stunting, several wasting, dan wasting masih tinggi.
Pembentukkan “KEPOKMILI” (Kelompok Ibu Hamil Peduli) Sebagai Upaya Deteksi Dan Pemantauan Hypertensi Kehamilan Linda Yanti; Feti Kumala Dewi; Surtiningsih Surtiningsih; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9125

Abstract

ABSTRAK Hypertensi kehamilan masih menjadi penyebab utama dari angka kmatian ibu (AKI). Di Indonesia sebayak 1.077 kasus ibu meninggak karena mengalami hypertensi kehamilan, di Jawa Tengah sebanyak 156 ibu meniggal karena hypertensi kehamilan dan kabupaten banyumas sebanyak 29 kasus kematian terjadi saat hamil. Permasalahannya adalah terdapat 2 kasus kematian tersebt berada di kecamatan kembaran. Di Desa Bantarwuni terdapat 5 ibu hamil yang mengalami hypertensi, belum ada kelompok ibu hamil yang terbentuk sehingga banyak informasi penting yang tidak diketahui oleh ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), ibu hami juga mampu memberdayakan diri, peningkatan pengetahuan, meningkatkan partisipasi dan minat untuk deteksi dini, pemantauan, dan pencegahan hypertensi serta komplikasi kehamilan. Metode kegiatan ini dengan ceramah, tanya jawab, diskusi pembentukan kelompok ibu hamil perduli, edukasi, deteksi dini dan pemantauan hypertensi kehamilan pemberian informasi dan pemberdayaan diri. Khalayak sasaran yang dipilih adalah ibu hamil dan tempat yang dipilih adalah di Desa Bantarwuni. Hasil kegiatannya yang diikuti oleh 28 peserta penetapan fasilitator, pembentukan KEPOKMILI, pretest, pemberian informasi, posttest, deteksi hypertensi ibu hamil dengan pemeriksaan cold pressor test (CPT), pemantauan tekanan darah. Kesimpulan: terbentuknya KEPOKMILI, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah kegiatan, terdapat 4 ibu hamil yang beririko hypertensi, pemantauan tekanan darah dilakukan intensif selama 1 minggu sekali. Saran: Diharapkan ibu hamil yang baru dapat bergabung dengan komunitas KEPOKMILI, deteksi hypertensi ibu hamil dapat dilakukan dengan pemeriksaan CPT, pemantauan tekanan darah ibu hamil harus dilakukan setiap 1 minggu sekali untuk semua ibu hamil. Kata Kunci: Hypertensi, KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), Cold Pressor Test (CPT)  ABSTRACT Pregnancy hypertension is still the main cause of maternal mortality (MMR). In Indonesia, 1,077 cases of mothers died due to pregnancy hypertension, in Central Java, 156 mothers died due to gestational hypertension, and in Banyumas district, 29 cases of death occurred during pregnancy. The problem is that there were 2 cases of death in the Twin District. In Bantarwuni Village there are 5 pregnant women who experience hypertension, no groups of pregnant women have been formed so that there is a lot of important information that pregnant women do not know. This activity aims to form KEPOKMILI (Caring Pregnant Women Group), pregnant women are also able to empower themselves, increase knowledge, increase participation and interest in early detection, monitoring, and prevention of hypertension and complications of pregnancy. The method of this activity is with lectures, questions and answers, discussions on forming groups of caring pregnant women, education, early detection and monitoring of pregnancy hypertension, providing information and self-empowerment. The selected target audience is pregnant women and the chosen place is in Bantarwuni Village. The results of the activities which were attended by 28 participants were the appointment of facilitators, formation of KEPOKMILI, pretest, provision of information, posttest, detection of hypertension in pregnant women by examining the cold pressor test (CPT), monitoring of blood pressure. Conclusion: the formation of KEPOKMILI, there was an increase in the knowledge of pregnant women before and after the activity, there were 4 pregnant women who were at risk of hypertension, blood pressure monitoring was carried out intensively once a week. Suggestion: It is expected that new pregnant women can join the KEPOKMILI community, detection of hypertension in pregnant women can be done by CPT examination, monitoring of blood pressure in pregnant women must be done once every 1 week for all pregnant women. Keywords: Hypertension, KEPOK MILI (Concerned Pregnant Women Group), Cold Pressor Test (CPT)
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Balita di desa Karangraharja Tahun 2023 ROSI KURNIA SUGIHARTI
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1400

Abstract

The growth and development of children physically, mentally, socially, emotionally is influenced by nutrition, health and education. Since the baby is born until the age of one year will experience growth and development. This process takes place rapidly and is highly influenced by the environment however, it lasts very short and cannot be repeated again so it is referred to as the "golden period". Comprehensive and quality development of children's growth and development which is carried out through stimulation activities, early detection and intervention of deviations in the growth and development of toddlers carried out in critical times. The purpose of this study was to determine the factors that influence the development of toddlers. The research design is a non-experimental quantitative survey where data is collected in a cross sectional manner. The data analysis used was Chi Square and Logistic Regression. The results showed that nutritional status, history of LBW, and mother's education affected the development of toddlers with a p value <0.05. The advice given in this study is that mothers are expected to pay more attention to the development of their toddlers so that if there are problems with toddlers they can be resolved..
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BALITA MELALUI PELATIHAN SKRINING TUMBUH KEMBANG BALITA BAGI IBU DAN KADER POSYANDU Rosi Kurnia Sugiharti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16010

Abstract

ABSTRAKPembinaan tumbuh kembang anak secara komperhensif dan berkualitas dapat diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang. Skrining tumbuh kembang balita dapat dilakukan dengan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP).  Tujuan pengabdian masyarakat ini     adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu tentang skrining tumbuh kembang balita dengan menggunakan kuesioner KPSP. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara. Peserta penyuluhan dan pelatihan ini sebanyak 30 kader dan 30 orang ibu yang memiliki balita.  Manfaat kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu tentang skrining tumbuh kembang balita dengan kuesioner KPSP. Pada kegiatan ini dilakukan pendampingan kader untuk menyampaikan kembali materi dan melatih ibu tentang cara melakukan skrining tumbuh kembang balita. Metode pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan pre dan post tentang tumbuh kembang balita dilanjutkan pelatihan skrining tumbuh kembang balita dengan menggunakan kuesioner KPSP. Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa tingkat pengetahuan kader sebelum diberikan penyuluhan dan pelatihan sebagian besar kurang yaitu sebanyak 53,3% sedangkan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan 86,7%. Tingkat pengetahuan ibu sebelum penyuluhan dan pelatihan adalah 56,6% dan tingkat pengetahuan setelah penyuluhan dan pelatihan 93,3%. Katakunci: skrining; tumbuh kembang; KPSP ABSTRACTComprehensive and quality development of children's development can be carried out through stimulation activities, early detection and intervention of developmental deviations. Toddler growth and development screening can be done with a developmental pre-screening questionnaire (KPSP). The purpose of this community service is to increase the knowledge of cadres and mothers about screening the growth and development of toddlers by using the KPSP questionnaire. This activity was carried out in Karangraharja Village, North Cikarang District. Participants in this counseling and training were 30 cadres and 30 mothers with toddlers. The benefit of this activity is to increase the knowledge of cadres and mothers about screening the growth and development of toddlers with the KPSP questionnaire. In this activity, cadre mentoring was carried out to convey material again and train mothers on how to screen toddler growth and development. This community service method is in the form of pre and post counseling about toddler growth and development followed by training on toddler growth and development screening using the KPSP questionnaire. The results of this community service showed that the level of knowledge of cadres before being given counseling and training was mostly lacking, namely as much as 53.3%, while after being given counseling and training it was 86.7%. Mother's level of knowledge before counseling and training was 56.6% and the level of knowledge after counseling and training was 93.3%. Keywords: screening; growth and development; KPSP