Isroni Muhammad Miraj Mirza
Program Studi Hukum Internasional, Fakultas Hukum, Universitas Lampung, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Visual Ideas

Efektifitas Implementasi Tipografi dalam Desain Grafis Berdasarkan Perspektif Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Indonesia Isroni Muhammad Miraj Mirza
VISUALIDEAS Vol. 2 No. 2 (2022): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/visualideas.vol2.iss2.2022.908

Abstract

Karya desain grafis tidak bisa dilepaskan dari tipografi. Secara singkat tipografi ialah Teknik untuk memilih susunan kata dalam suatu karya/desain sehingga komposisi kata tersebut enak dilihat oleh pembaca. Keunikan dan padanan kata ini juga sebetulnya menentukan kualitas merek dari produk yang dipasarkan. Artinya tidak menutup kemungkinan kualitas dari merk suatu produk ditentukan juga oleh kreativitas jenis/tipe padanan kata yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana tipografi, dalam hal ini jenis kata (font) yang dipilih oleh desainer, secara efektif mampu melindungi karya desain yang ada serta bagaimana tindak lanjut jika terjadi pelanggaran atas penggunaan font yang sama oleh desainer lain sehingga hal itu merugikan desainer yang sebelumnya. Hal ini akan ditelaah melalui studi kasus untuk kemudian dianalisa bagaimana efektifitas dan solusi ke depannya agar baik secara karya seni maupun normatif, para desainer grafis atas suatu produk/karya tidak perlu khawatir dan rentan akan terjadinya pelanggaran dalam membuat jenis, tipe, dan padanan kata (font) dalam konteks tipografi atas suatu produk yang dibuat.    English :  Graphic design work cannot be separated from typography. In short, typography is a technique for choosing the arrangement of words in a work/design so that the composition of the words is pleasing to the eyes of the reader. The uniqueness and equivalent of this word also actually determines the brand quality of the products being marketed. Equally speaking, it is possible that the quality of the brand of a product is also determined by the creativity of the type/type of equivalent words used. This study aims to see to what extent typography, in this case the type of word (font) chosen by the designer, is able to effectively protect existing design works and the follow up acion if in any case a violation takes place regarding the usage of the same fonts by other designers so that it is detrimental to the previous designer. This will be studied through case studies in order to analyze the effectiveness and future solutions on the concerned matter so that both artistically and normatively, graphic designers of a product/work do not need to worry on their vulnerability to violations in making types model and equivalent words (font) in the context of typography of a product being made.
Implementasi Artificial Intelligence Dalam Iklan Politik Menuju Masyarakat Indonesia 5.0 Isroni Muhammad Miraj Mirza
VISUALIDEAS Vol. 3 No. 2 (2023): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/visualideas.vol3.iss2.2023.1442

Abstract

Artificial Intelligence merupakan teknologi baru yang digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan manusia dalam banyak aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek tersebut ialah berkaitan dengan politik. Dalam hal ini, Artificial Intelligence (AI) sudah mulai coba diimplementasikan misalnya dalam hal kampanye politik, tidak terkecuali Indonesia. Secara lebih spesifik isu yang muncul dalam hal penerapan AI di bidang politik ialah berkaitan dengan efektifitas, resiko, serta tantangan yang harus dihadapi oleh perkembangan teknologi baru ini dalam membantu mengubah warna iklan politik yang jauh lebih baik ke depannya. Perkembangan dan penggunaan AI yang semakin masif serta canggih ke depannya ialah tanda menuju masyarakat 5.0.  Hasil dari tulisan ini menyatakan bahwa penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam political marketing berupa iklan politik memiliki sejumlah resiko namun juga manfaat bagi perkembangan media iklan politik ke depannya yang mana hal tersebut memerlukan sosialisasi dan kerjasama baik dari pihak masyarakat maupun pemerintah agar penggunaan AI dalam ranah politik bisa dioptimalisasikan dengan baik dan benar, termasuk di Indonesia. Sehingga hal ini bisa mentransformasikan tatanan sosial politik masyarakat Indonesia ke arah yang lebih baik, kondusif dan canggih sesuai konsep masyarakat 5.0.