Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
Edukasi dan demonstrasi teknik kontrol plak dalam meningkatkan pengetahuan dan status kebersihan gigi anak SDN 12 Banda Aceh Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Teuku Salfiyadi; Eka Sri Rahayu; Ainun Mardiah; Henny Febriani; Muhammad Haikal Dzaki; Ratna Dewi; Noviyanti Noviyanti
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3179

Abstract

Di Provinsi Aceh, masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih tinggi dan dipengaruhi oleh kontrol plak yang kurang optimal, terutama akibat teknik dan waktu menyikat gigi yang belum tepat. Pengamatan awal di SDN 12 Kota Banda Aceh menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol plak rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan status kebersihan gigi dan mulut siswa melalui edukasi kesehatan gigi disertai praktik kontrol plak. Desain kegiatan menggunakan pre-test–post-test tanpa kelompok kontrol. Peserta berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan total sampling (seluruh siswa yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti kegiatan). Intervensi meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi teknik menyikat gigi yang benar, serta evaluasi kebersihan gigi dan mulut menggunakan PHP-M (Personal Hygiene Performance–Modified) karena metode ini praktis untuk skrining kebersihan/plak di lingkungan sekolah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data disajikan secara deskriptif (univariat) sebagai perbandingan sebelum–sesudah intervensi. Hasil menunjukkan proporsi pengetahuan kategori kurang baik pada pre-test sebesar 66,7% berubah menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Status kebersihan gigi dan mulut juga membaik, dari dominan kategori sangat buruk pada pre-test (53,3%) menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Hasil pengabmas ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi yang disertai praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa.