Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

THE EFFECT OF THE USE OF SPECIAL ORTODONTIC DENTAL ATTITUDES TOWARDS DENTAL AND MOUTH CLEANER STATUS OF HIGH ORTHODONTIC USERS IN BANDA ACEH 3 STATE VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS wirza wirza; Ratna Wilis
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.12 KB) | DOI: 10.35910/jbkm.v3i1.184

Abstract

Good oral hygiene is a challenge for orthodontic patients because food easily becomes trapped around brackets and under archives so that it is a barrier during brushing. Mechanical tooth cleaning is the most effective effort to prevent plaque from occurring, one of which is by brushing teeth. Although a toothbrush is the most effective mechanical tool for cleaning plaque, the effectiveness of brushing teeth also depends on the shape of the toothbrush, the long frequency of brushing teeth and a good method for everyone to use. This study aims to determine the effect of using orthodontic toothbrushes on the status of oral and dental hygiene in fixed orthodontic users in students of SMK Negeri 3 Banda Aceh. This type of research is quasi experimental. The subjects in this study were all students who used fixed orthodontics 30 people, then divided into two groups, the intervention group consisted of 15 people given intervention (brushing using orthodontic toothbrushes) and the control group consisted of 15 people who were not given intervention (brushing teeth using a conventional toothbrush). The sampling technique in this study was purposive sampling Analysis of the results of data (quantitative) in this study using; using the non parametric t test (Wilcoxon) and Mann Whitney. The results showed that there were differences in the mean values ​​of dental and oral hygiene status (PHP-M index) in the treatment group and the control group which were statistically significant (p <0.05) before and after brushing using conventional orthodontic and toothbrush toothbrushes on fixed orthodontic users in students of SMK Negeri 3 Banda Aceh. There was a significant difference in the PHP-M Index after the intervention (post-test) between the treatment groups (brushing teeth using orthodontic toothbrushes) and the control group (brushing using conventional toothbrushes), this was shown statistically p <0.05) . It is recommended that you always maintain oral hygiene so that the teeth and gum tissues remain healthy by brushing your teeth, at least twice a day, namely after breakfast, and the night before
THE RELETIONSHIP OF CHILDRENS KNOWLEDGE ABOUT FOOD TYPES WITH DENTAL CARE IN SMP NEGERI 1 PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Ratna Wilis; Wirza Wirza
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v3i2.185

Abstract

Background: Test results and initial interviews by the investigators of the 30 students of SMPN 1Peukan Bada, Aceh Besar gained an average of DMF-T / def-t reaches 2.02 (low category), the lower knowledgeable about the types of snacks were 12 pupils (40%) and the high knowledgeable about the types of snacks were 18 pupils (60%). This study aims to determine the relationship of knowledge about the types of snacks children with dental caries in the SMPN 1 students Peukan Bada, Aceh Besar. Methods: This study was analytical, The population in this study were all students at SMPN 1 Peukan Bada many as 372 students. Sampling by using proportional sampling is numbered 79 students. Results: The results showed that students who have a high knowledge with caries criteria were numbered 17 people (29.8%). Statistical test results obtained p value of 0.196, while α = 0.05 and df = 4. Therefore p> α, so that Ha rejected, there is no relationship of knowledge about the types of snacks children with dental caries in students SMPN 1Peukan Bada, Aceh Besar. Conclusion: No relationship of knowledge about the types of snacks children with dental caries in the SMPN 1 Peukan Bada, Aceh Besar district.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
Implementasi Edukasi Topical Aplikasi Fluor dan Fissure Sealant sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut Henny Febriani Febriani; Wirza Wirza; Amiruddin Amiruddin; Reca Reca
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3112

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia sekolah mengenai pencegahan karies melalui edukasi aplikasi fluor dan fissure sealant. Metode pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, diskusi, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan ini dilalukan pada siswa sekolah dasar yang berjumlah 52 responden. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan Post-test pemberian edukasi aplikasi topical fluor dan fissure sealant dengan nilai Z= -6,150 dengan p-Value <0.001 yang artinya skor pengetahuan setelah intervensi lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa edukasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden mengenai pencegahan karies gigi. Program edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah dan diintegrasikan dengan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) agar peningkatan pengetahuan dapat dipertahankan dan diikuti dengan perubahan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi serta penurunan kejadian karies pada anak usia sekolah.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN PERSISTENSI PADA ANAK DI DESA PANTON KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Raina Asriza; Wirza Wirza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5322

Abstract

Persistensi menjadi penyakit gigi yang sebagian besar dihadapi oleh warga Indonesia, utamanya anak-anak berusia 6-12 tahun. Dikarenakan pada usia ini terjadi masa transisi dari gigi susu ke gigi tetap yang sering disebut dengan masa gigi bercampur. Melihat tingginya angka penyakit gigi dan mulut yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor perilaku orang tua yang mempunyai peran terhadap pertumbuhan gigi anak khususnya pada periode gigi bercampur yang berdampak pada terjadinya kasus persistensi. Hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan dari 10 anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara terdapat 9 orang anak mengalami persistensi gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat analitik dengan dengan desain cross sectional. Dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak dan ibu yang berada di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara berjumlah 40 orang dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 s/d 13 Mei 2025 dan analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji Chi-square dengan mengunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu pada kategori baik dengan tidak memiliki persistensi gigi pada anak yaitu 10 orang (25%) dan perilaku ibu pada kategori kurang baik memiliki adanya persistensi yaitu 19 orang (47%) dari hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai sebesar p= 0,00 (p< 0,05), dimana terdapat hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Dan disarankan kepada ibu murid agar dapat meningkatkan perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang persistensi gigi dengan memperbanyak informasi kesehatan gigi dan mulut anak terutama masa pertumbuhan dan perkembangan gigi serta usia masa gigi bercampur.
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PEROKOK DI DUSUN PAYA SERNGI DESA TIMANGAN GADING KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH Nurdin Nurdin; Henny Febriani; Wirza Wirza; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4799

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan keadaan dimana mulut bebas dari plak dan kalkulus, kebersihan gigi dan mulut ditentukan oleh sisa makanan, plak, kalkulus, material alba, dan noda stain pada permukaan gigi. hasil wawancara dan pemeriksaan yang dilakukan di dusun paya serngi desa timang gading ditemukan masalah bahwa rata rata masyarakat dusun paya serngi, tidak melakukan pemeliharaan terhadap kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali. Rumusan masalah bagaimana gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada perokok. Tujuan untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut perokok di dusun paya serngi desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah.Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 kepala keluarga yang merokok di desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah dengan menggunakan teknik purposif sampling.Hasil penelitian yang di dapat dari 30 sampel kepala keluarga Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah tengah pada kategori baik dengan jumlah 5 orang (16,67%), kategori sedang 16 orang (53,33%), dan kategori buruk 9 orang (30%).Kesimpulan yang di dapat bahwa status kebersihan gigi dan mulut perokok di Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah berada pada kategori sedang dengan jumlah 16 orang (53,33%). Saran untuk masyarakat Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading agar lebih menjaga kesahatan gigi dan mulut nya, dengan cara menyikat gigi pagi dan malam sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke puskesmas.
EDUKASI DAN PENINGKATAN KESADARAN TENTANG PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA SISWA SDN 2 LAMCOT KABUPATEN ACEH BESAR Eka Sri Rahayu; Henny Febriani; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Wirza Wirza; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Namun, masih banyak anak-anak yang kurang memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, yang berdampak pada tingginya angka karies gigi dan penyakit gusi di kalangan anak usia dini. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I hingga kelas VI di SDN 2 Lamcot, Kabupaten Aceh Besar.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar menggunakan alat peraga, serta praktik langsung oleh siswa yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan pula pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, mengenal jenis makanan yang dapat merusak gigi, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan gigi dan mulut.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, yang ditunjukkan oleh perbandingan hasil pre-test dan post-test. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PEROKOK DI DUSUN PAYA SERNGI DESA TIMANGAN GADING KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH Nurdin Nurdin; Henny Febriani; Wirza Wirza; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4799

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan keadaan dimana mulut bebas dari plak dan kalkulus, kebersihan gigi dan mulut ditentukan oleh sisa makanan, plak, kalkulus, material alba, dan noda stain pada permukaan gigi. hasil wawancara dan pemeriksaan yang dilakukan di dusun paya serngi desa timang gading ditemukan masalah bahwa rata rata masyarakat dusun paya serngi, tidak melakukan pemeliharaan terhadap kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali. Rumusan masalah bagaimana gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada perokok. Tujuan untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut perokok di dusun paya serngi desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah.Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 kepala keluarga yang merokok di desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah dengan menggunakan teknik purposif sampling.Hasil penelitian yang di dapat dari 30 sampel kepala keluarga Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah tengah pada kategori baik dengan jumlah 5 orang (16,67%), kategori sedang 16 orang (53,33%), dan kategori buruk 9 orang (30%).Kesimpulan yang di dapat bahwa status kebersihan gigi dan mulut perokok di Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah berada pada kategori sedang dengan jumlah 16 orang (53,33%). Saran untuk masyarakat Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading agar lebih menjaga kesahatan gigi dan mulut nya, dengan cara menyikat gigi pagi dan malam sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke puskesmas.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN PERSISTENSI PADA ANAK DI DESA PANTON KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Raina Asriza; Wirza Wirza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5322

Abstract

Persistensi menjadi penyakit gigi yang sebagian besar dihadapi oleh warga Indonesia, utamanya anak-anak berusia 6-12 tahun. Dikarenakan pada usia ini terjadi masa transisi dari gigi susu ke gigi tetap yang sering disebut dengan masa gigi bercampur. Melihat tingginya angka penyakit gigi dan mulut yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor perilaku orang tua yang mempunyai peran terhadap pertumbuhan gigi anak khususnya pada periode gigi bercampur yang berdampak pada terjadinya kasus persistensi. Hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan dari 10 anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara terdapat 9 orang anak mengalami persistensi gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat analitik dengan dengan desain cross sectional. Dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak dan ibu yang berada di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara berjumlah 40 orang dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 s/d 13 Mei 2025 dan analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji Chi-square dengan mengunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu pada kategori baik dengan tidak memiliki persistensi gigi pada anak yaitu 10 orang (25%) dan perilaku ibu pada kategori kurang baik memiliki adanya persistensi yaitu 19 orang (47%) dari hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai sebesar p= 0,00 (p< 0,05), dimana terdapat hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Dan disarankan kepada ibu murid agar dapat meningkatkan perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang persistensi gigi dengan memperbanyak informasi kesehatan gigi dan mulut anak terutama masa pertumbuhan dan perkembangan gigi serta usia masa gigi bercampur.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.