Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pembelajaran Kalkulus Berbantuan Sofware Maple: Studi Perbedaan Hasil Kerja Mahasiswa dengan Menggunakan Maple dan Tanpa Menggunakan Maple Lalu Saparwadi; Timbul Yuwono
Jurnal Elemen Vol 5, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v5i1.722

Abstract

This study aims to: (1) to find out the results of student work using Maple and without using Maple; (2) to find out how students respond to learning using Maple. This research is qualitative descriptive research. The instruments used in collecting data in this study were tests and non-tests. The results showed that most students were not successful in graphing differential and integral functions without using Maple software. It is different when students use the help of Maple software, all students can successfully graph the differential and integral functions correctly. Differences in the results of student work in completing tasks related to differential calculus and integral calculus also provide benefits, which are very helpful for students in understanding concepts and providing convenience in solving problems of differential calculus and integral calculus.
Pengembangan Model Pembelajaran Kalkulus Berbantuan Komputer melalui Program Maple di Program Studi Pendidikan Matematika Parma Parma; Lalu Saparwadi
Jurnal Elemen Vol 1, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v1i1.80

Abstract

The purpose of this research is the renewal of learning methods into calculus courses with modules of computer-assisted learning through maple. The products produced in this study is in the form of teaching materials in the form of calculus course lab guide through maple. With the resulting product of this research will be useful theoretically and practically. Theoretically, it is expected to result in the learning principles that can improve the quality of learning calculus, so as to enrich the theory of the existing learning models. Type of research is the development. Learning products developed include: (1). Models and learning strategies; (2). The device in the form of learning, Syllabus, Unit Learning Event, Book Teaching Material Calculus computer-assisted, student worksheet; and (3) test the learning outcomes. Product trials involving calculus course lecturers, heads of university and student mathematics education courses Se-Lombok. The test results were analyzed using descriptive statistics.
KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI PENJUMLAHAN PADA BILANGAN PECAHAN DAN REVERSIBILITAS Lalu Saparwadi; Baiq Purnawati; Baiq , Puspa Erlian
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.777 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v3i2.715

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi penjumlahan bilangan pecahan dan operasi bilangan pecahan terkait reversibilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa kesalahan yang ditemukan dari hasil kerja siswa dalam menyelesaikan soal operasi penjumlahan bilangan pecahan dan operasi bilangan pecahan terkait reversibilitas, yaitu antara lain: (1) Siswa masih memendang bahwa penjumlahan pecahan sama seperti aturan dalam penjumlahan bilangan bulat; (2) Lemahnya kemampuan siswa dalam membalikan pemikiran mereka dalam menggambarkan kondisi awal penjumlahan berdasarkan hasil yang diketahui dari penjumlahan tersebut; (3) Lemahnya kemampuan siswa dalam menggambarkan penjumlahan dua pecahan yang melibatkan bilangan negative berdasarkan hasil penjumlahan yang  telah diketahui; (4) Lemahnya kemampuan siswa dalam membangun hubungan yang reversibel.
Pengaruh Cooperative Learning Tipe Make a Match Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Lalu Saparwadi
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 8 No. 1 (2015): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pretest-postest non equivalent control group, dengan menggunakan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII MTsN Model Selongtahun Pelajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah dipilih dua kelas, masing-masing satu kelas menjadi kelas kontrol sebanyak 30 siswa dan satu kelas menjadi kelas eksperimen sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes untuk mengukur hasil belajar matematika siswa dan non-tes untuk mengetahui tingkat motivasi belajar matematika siswa. Data hasil penelitian dianalisis melalui statistik nonparametrik yaitu statistik two-group MANOVA dengan bantuan program SPSS16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis multivariat dengan two-group MANOVA, diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara cooperative learning tipe Make A Match jika dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa terhadap matematika. Artinya terdapat pengaruh Cooperative Learning tipe Make A Match terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa.
Efektivitas Pembelajaran Aljabar dengan Model Elaborasi Terhadap Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa Lalu Saparwadi
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 7 No. 2 (2014): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi saat ini masih didominas dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab serta mencatat dan mahasiswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir. Salah satunya adalah keterampilan berpikir kreatif yang perlu dikembangkan bangku kuliah. Matematika sebagai wahana untuk menumbuhkan keterampilan berpikir, diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pembelajaran elaborasi dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pada pokok bahasan fungsi pecahan, barisan dan deret aritmatika dan geometri dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Non-Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen sebanyak 30 mahasiswa dan kelas kontrol sebanyak 28 mahasiswa. Sebagai alat pengumpul data yaitu tes keterampilan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan yang ditunjukkan dengan gain yang dinormalisasi pada kelas yang mendapatkan pembelajaran elaborasi lebih besar dari kelas yang mendapatkan pembelajaran tradisional, begitupun peningkatan pada tiap aspeknya yaitu fluency, flexibility, originality dan elaboration. Hasil uji statistik menggunakan Uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 0,05 diperoleh bahwa pembelajaran elaborasi secara signifikan lebih meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa daripada pembelajaran tradisional. Maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran elaborasi pada pokok bahasan Fungsi pecahan, barisan dan deret aritmatika dan geometri lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa.
Kestabilan Titik Ekuilibrium Bebas Heroin dalam Model Sistem Persamaan Diferensial (ODE) Lalu Saparwadi
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 4 No. 2 (2011): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diberikan model epidemic SU1U2 (SIR) yang menggambarkan efek fisik dan psikologis dari penyakit akibat kecanduan Heroin pada masyarakat. Dalam tulisan ini, dipelajari kesetabilan dari ekuilibrium bebas Heroin. Jumlah reproduksi dasar didefinisikan dengan Ro, dengan β1 menyatakan peluang dari tidak memakai menjadi pemakai Heroin, p menyatakan proporsi dari sebarang pemakai Heroin memesuki pengobatan, µ menyatakan tingkat kematian alami dari sebarang populasi, dan δ1 menyatakan laju pengurangan individu akibat kematian karena pemakaian Heroin yang tidak dalam pengobatan dan kesembuhan secara spontan (individu tidak dalam pengobatan dapat berhenti memakai Heroin tapi tidak rentan lebih lama). Jika Ro<1, maka model ini mempunyai titik ekuilibrium bebas Heroin yang stabil asymtotik lokal. Jika Ro>1, maka model ini mempunyai titk ekuilibrium bebas Heroin yang tidak stabil.
Kesalahan Siswa SMP dalam Memahami Masalah Matematika Bentuk Soal Cerita Lalu Saparwadi
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i1.1499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa SMP dalam memahami masalah soal cerita. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII di MTsN Selong. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes tertulis, think aloud, dan wawancara. Pengambilan subjek pada penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini meliputi yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data pada peneliti menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini diperoleh tiga bentuk kesalahan siswa dalam memahami matematika. Kesalahan pertama yaitu siswa kurang teliti dalam melihat dan memahami soal. Kesalahan kedua yaitu ketidakmampuan dalam berpikir reversibel ketika memahami masalah matematika. Kesalahan ketiga yaitu tidak membuat permisalan dari setiap informasi yang diperoleh, sehingga menyebabkan siswa tidak mampu melakukan proses penyelesaian dengan baik. Oleh karena itu, ada tiga  poin yang perlu dilakukan dalam mengatasi kesalahan siswa dalam memahami masalah, yaitu (1) melatih siswa dalam mengidentifikasi semua informasi penting pada masalah, (2) melatih berpikir sebaliknya, (3) membiasakan siswa dalam membuat simbol untuk menandai semua informasi penting khususnya pada soal yang berbentuk serita.Kata Kunci: kesalahan siswa, memahami masalah, marematika, soal cerita.
THE EFFECTIVENESS OF MATHEMATICAL LEARNING BASED ON PROBLEM SOLVING REVIEWED FROM STUDENTS’S MOTIVATION AND LEARNING ACHIEVEMENT Lalu Saparwadi
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 1, No 2: December 2013
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.33 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v1i2.1007

Abstract

This study aims to describe whether there are differences in learning mathematics-based problem-solving in terms of results and student motivation of mathematics. This type of research is a quasi-experimental research and the design carried out on this study is a pretest-postest nonequivalent group design. In this research, the observation was done twice, before and after treatment. Observations made earlier are called pre-test and later observations are called post-test. The result of the calculation of the implementation of mathematics learning with the problem-solving based approach to student achievement is significant (p = 0,000 <0.05). It showed a Fcount of 1.002 <Ftabel of 1.76 with a significance level of 5%. Thus H0 is accepted and Ha is rejected, meaning there is a significant difference in mathematics learning achievement between problem-solving approach and conventional. The result of the calculation of the implementation of mathematics learning with the problem-solving-based approach to student's learning motivation is significant (p-count = 0.03 <0.05) or refer to Fcount of 1.07 <Ftable of 1.76 with a significance level of 5%. So that Ho accepted, it means there are differences in student learning motivation that is taught between using problem-solving based learning and conventional learning. Learning with problem-solving approaches will be effective if the teacher as an educator prepares the problems according to the context. From the results of this study, the researchers recommend being used as a reference for similar research with different subject materials. This research can be developed by adding other attribute variables such as student self-confidence, verbal ability, motivation, nor critical thinking ability.
Kesalahan Representasi Siswa kelas III Sekolah Dasar pada Materi Pecahan Lalu Saparwadi
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i2.2089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji letak dan jenis kesalahan representasi siswa kelas III Sekolah dasar pada materi pecahan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek pada penelitian ini yaitu dengan purposive sampling, sehingga subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah dua orang siswa. Teknik pengambilan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan wawancara. Sementara teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk kesalahan representasi yang dilakukan siswa pada materi pecahan, yaitu representasi pecahan ke dalam pada bidang lingkaran, representasi pecahan ke dalam bidang lingkaran dan persegi panjang, dan representasi bidang datar secara simbolis menjadi sebuah pecahan. Hasil ini cukup menunjukkan bahwa kemampuan awal dalam merepresentasikan secara simbolis dari media yang diberikan akan berdampak pada kemampuan siswa dalam memahami konsep berikutnya, khususnya pada bidang matematika.
Pendampingan dalam Sosialisasi Adminduk Lalu Saparwadi
SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2022): Sipissangngi Volume 2, Nomor 3, September 2022
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/sipissangngi.v2i3.3265

Abstract

Perubahan undang-undang tentang administrasi kependudukan dapat diinformasikan kepada semua masyarakan melalui kegiatan sosialisasi mulai dari tingkat Desa atau lurah sampai ke tingkat RT dan RW. Perubahan undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 menjadi undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan  adalah (1) masa berlaku e-KTP, (2) penggunaan data kependudukan kementerian dalam negeri, (3) pencetakan dokumen yang selama ini dilaksanakan terpusat di jakarta akan diserahkan kepada dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota, (4) penerbitan akta kelahiran, (5) penerbitan akta pencatatan sipil penerbitannya di tempat domisili penduduk, (6) pengakuan dan pengesahan anak, (7) pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya, (8) pencatatan kematian menjadi kewajiban RT, (9) stelsel aktif diwajibkan kepada pemerintah melalui petugas, (10) petugas registrasi membantu kepala desa atau lurah dan instansi pelaksana dalam pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, (11) pejabat struktural pada unit kerja yang menangani administrasi kependudukan di provinsi, diangkat dan diberhentikan oleh menteri dalam negeri atas usulan gubernur, (12) pendanaan program dan kegiatan adminduk dibebankan pada  APBN, (13) Penambahan sanksi. pengurusan adminduk tidak lagi memerlukan pengantar dari RT/RW setempat, kecuali bagi yang belum memiliki NIK tetap wajib untuk melampirkan surat keterangan RT/RW.