Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Empowerment Journal

MANAJEMEN PENCEGAHAN SEKS BEBAS DENGAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMAN 1 PACITAN Didik Iman Margatot; Exda Hanung Lidiana
Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v3i1.1103

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang ditandai dengan berbagai macam perubahan, baik secara fisik, psiko, maupun sosial. Perkembangan dan perubahan yang sangat terlihat pada remaja yaitu pada sistem reproduksi. Remaja pada umumnya masih belum memahami secara sempurna terkait dengan fungsi reproduksi. Pemahaman yang kurang terkait fungsi reproduksi akan berdampak pada permasalahan seksual seperti seks bebas yang saat ini marak terjadi di kalangan remaja. Permasalahan tersebut menjadi hal yang serius dan perlu dilakukan pencegahan dengan melakukan pendidikan kesehatan terkait kesehatan reproduksi. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat agar dapat mencegah para remaja melakukan perilaku seks bebas dan remaja dapat mengenal berbagai macam penyakit menular seksual yang diakibatkan seks bebas serta dapat menjaga kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan terkait manajemen pencegahan seks bebas dengan meningkatkan pengetahuan siswa terhadap kesehatan reproduksi remaja di SMAN 1 Pacitan pada bulan Januari 2023. Hasil evaluasi setelah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan siswa dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 84,3%, cukup sebanyak 9,8%, dan kurang sebanyak 5,9%. Kesimpulan dari kegiatan pendidikan kesehatan adalah seluruh siswa dapat memahami tentang kesehatan reproduksi pada remaja
EDUKASI DINI DAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA MANAJEMEN FRAKTUR Ayunda Febria Sari; Aliva Rena Putri Rokhiyah; Didik Iman Margatot
Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v4i1.1441

Abstract

Pertolongan pertama tidak selamanya diberikan dengan dasar untuk penanganan yang sempurna, tetapi hanya untuk mengurangi kecacatan dan dapat menyelamatkan korban apabila penolong dapat melakukan dengan teknik yang sesuai. Umumnya insiden kecelakaan biasanya terjadi tanpa diduga sebelumnya sehingga akan berdampak terjadi cedera ringan, sedang, berat. Kecelakaan di sekolah bisa bermacam-macam, salah satunya anak terpeleset yang menyebabkan luka robek atau memar. Semua orang harus tepat dan cepat saat memberikan pertolongan pada korban yang mengalami kecelakaan, sehingga perlu diketahui prosedur yang tepat dalam memberikan pertolongan pertama dalam Tujuan pengabdian yaitu mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah apabila tidak segera dilakukan pertolongan pertama pada korban patah tulang. Siswa siswi sedikit memiliki gambaran dan informasi mengenai penatalaksanaan cara melakukan pertolongan pertama pada fraktur. Metode yang digunakan edukasi dan simulasi pertolongan pertama dengan pelatihan balut bidai. Hasil pengabdian ini siswa siswi sudah cukup mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah dilakukan pre-test dan post test dan mampu melakukan simulasi pertolongan pertama pada saat patah tulang.Setelah dilakukan simulasi pertolongan pertama pembidaian siswa siswi mampu menerapkan dan mempraktikkan sendiri apabila ada kejadian patah tulang di lingkungan sekitar