Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Case-Based Method Learning Design in Laboratory Engineering and Management Courses Aisyiah Restutiningsih Putri Utami; Ermita Ermita; Miftahul Jannah; Musma Rukmana
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 5 No 2 (2024): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v5i3.2239

Abstract

The study aims to analyze the critical thinking skills of students using the case-based method in teaching-learning activities. The subject that was held was laboratory engineering and management.This study is motivated by the various problems in the laboratory that were conducted with the teaching-learning material in this course and also related to the student's critical thinking ability to solve the problems in the chemistry laboratory at Manado State University. The subjects were chemistry education study program 5th-semester that consisted of 6 students. The research design was descriptive qualitative. The procedures were: (1) The teacher gave the explanation in accordance learning outcomes of this course; (2) The teacher asked students to observe the chemistry laboratory (case study); (3) The students made paper and presented the paper in class followed by a discussion with question-answer; last (4) The teacher gave critical thinking skill test. Based on the test result, the critical thinking skills students classified as high and valued at about 84.5%. The values ​​for each indicator of critical thinking skills are as follows: (1) interpretation of 96.67%; (2) analysis of 66.67%; (3) eval_uation of 93.33%; and (4) inference of 81.33%.Various methods must be taken to improve student's critical thinking skills such as providing varied cases for students and asking students to solve these cases
PEMODELAN RISIKO EPIDEMI PADA BUDIDAYA MASSAL MAGOT (HERMETIA ILLUCENS) MENGGUNAKAN MODEL SIR Anggriani, Nita; Handayani, Lilis; Ermita, Ermita
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 10 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v10i2.28034

Abstract

Hermetia illucens, or the Black Soldier Fly  (BSF) maggot, is widely cultivated due to its ability to convert organic waste into economically valuable biomass; however, high colony density increases the risk of disease transmission. This study aims to analyze infection dynamics in maggot colonies using a mathematical modeling approach based on the Susceptible–Infected–Removed (SIR) epidemiological model. A system of differential equations was formulated by incorporating transmission rate (β), recovery or isolation rate (γ), and mortality rate (μ). Simulations were conducted on an initial population of 10,000 larvae with 100 infected larvae on the first day, evaluating three control scenarios: no control, improved sanitation, and rapid quarantine. Model parameters were assumed based on insect epidemiology literature. The results show that without control, an R₀ of 3.50 leads to a rapidly spreading outbreak with a peak infection of approximately 3,600 larvae. The sanitation scenario reduces R₀ to 2.00 with a peak of around 1,500 infected larvae, whereas rapid quarantine lowers R₀ to 1.40 and results in only about 500 infected larvae with a shorter outbreak duration. These findings indicate that sanitation measures and rapid quarantine are effective in reducing outbreak risks in BSF cultivation, with rapid quarantine being the most efficient strategy. The study provides an early theoretical contribution to applying simple epidemiological modeling to support biosafety practices in the BSF industry.
A COMPARATIVE STUDY OF THE QUALITY OF MATHEMATICS LEARNING ASSESSMENT INSTRUMENTS BASED ON THE 2013 CURRICULUM AND THE MERDEKA CURRICULUM FROM THE PERSPECTIVE OF TEACHERS IN JUNIOR HIGH SCHOOLS IN WEST TONDANO DISTRICT Mamangkey, Tegar F.R.; Maukar, Marvel G.; Ermita, Ermita
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 17 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v17i2.106609

Abstract

The transition period between the 2013 Curriculum and the Independent Curriculum presents challenges for teachers in designing and implementing mathematics learning assessment instruments that align with curriculum requirements. The problem in this research stems from teachers' suboptimal understanding of how to develop assessment instruments for both curricula. This study aims to describe the quality of mathematics learning assessment instruments and examine their comparison based on teachers' experiences implementing the 2013 Curriculum and the Independent Curriculum in junior high schools in West Tondano District. This study used a qualitative phenomenological approach to understand teachers' subjective experiences in designing and using assessment instruments. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with mathematics teachers who have implemented both curricula. Data analysis was conducted through phenomenological reduction, grouping themes into meaningful themes, and extracting the essence of teachers' experiences related to assessment practices. Data validity was maintained through triangulation and member checking. The results showed that teachers perceived the assessment instruments in both curricula as accommodating aspects of knowledge, attitudes, and skills and utilizing diagnostic, formative, and summative assessments on an ongoing basis. However, teachers' experiences indicated that the Independent Curriculum provided more flexibility in developing contextual assessments and using technology, while the 2013 Curriculum was more structured in its assessment procedures. These findings confirm that assessment quality is not solely determined by the curriculum, but by how teachers interpret and implement assessment in their learning practices.
ANALISIS KECEMASAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII DI SMP NEGERI 3 TONDANO Hastuti Barkin Ambo; Ichdar Domu; Ermita Ermita
JURNAL LEMMA Vol 12, No 2 (2026): Lemma: Letters of Mathematics Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jl.2026.v12i2.11295

Abstract

Studi ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana kecemasan muncul pada diri siswa ketika mengikuti pembelajaran matematika, serta mengidentifikasi faktor-faktor pemicunya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berjenis deskriptif. Pelaksanaan penelitian bertempat di SMP Negeri 3 Tondano pada semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Partisipan penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 41 orang dari dua rombongan belajar (VII A dan VII B). Pengambilan data dilakukan dengan instrumen angket berskala Likert. Angket gejala kecemasan matematika mencakup empat dimensi, yakni dimensi fisiologis, kognitif, afektif, dan perilaku. Sementara itu, angket faktor kecemasan mengacu pada tiga aspek: disposisi kepribadian siswa, pengaruh guru, serta kondisi lingkungan dan sosial. Data angket kemudian diperkaya melalui wawancara mendalam dan penelusuran dokumentasi nilai akademik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa hampir seluruh siswa menunjukkan tanda-tanda kecemasan; sebagian dari mereka mampu menghadapinya dan tetap mencapai prestasi yang memuaskan, sedangkan sebagian lainnya tidak berhasil mengendalikan kecemasan sehingga perolehan belajarnya terhambat. Dari seluruh gejala yang ditemukan, gejala kognitif terutama munculnya persepsi negatif terkait kemungkinan gagal dalam matematika merupakan yang paling dominan.
Studi deskriptif terhadap produk media manipulatif mahasiswa dan relevansinya terhadap konsep matematika Rosauli Novalina Samosir; Ermita Ermita
Cakrawala Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v4i1.2984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik media manipulatif buatan mahasiswa calon guru matematika, kesesuaian media terhadap konsep matematika, serta tanggapan mahasiswa terhadap proses perancangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tujuh kelompok mahasiswa yang merancang berbagai media sesuai topik matematika tertentu. Data dikumpulkan melalui dokumentasi media, catatan observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dibuat menunjukkan keberagaman bentuk dan kreativitas, meskipun belum semuanya sesuai dengan esensi konsep matematika yang dituju. Proses perancangan juga memberikan pengalaman reflektif yang bermakna bagi mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara teori dan praktik pembelajaran. Kesimpulannya, kegiatan perancangan media manipulatif mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari pembelajaran profesi guru.
Pelatihan Pengaturan Table of Contents di Microsoft Word kepada Siswa SMA Kosgoro Tomohon untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital dalam Pembuatan Karya Tulis Ilmiah Aisyiah Restutiningsih Putri Utami; Aufa Maulida Fitrianingrum; Ermita Ermita; Miftahul Jannah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol 1 No 2 (2023): KREATIF
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/kreatif.v1i2.10016

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan Microsoft Word dalam pembuatan daftar isi pada sebuah karya tulis ilmiah. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah siswa kelas X SMA Kosgoro Tomohon. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode pelatihan langsung dengan pemaparan/presentasi, praktik langsung menggunakan Chromebook, dan tanya-jawab. Kegiatan ini dilatarbelakangi dari analisis kebutuhan siswa berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan Kepala Sekolah dan guru SMA Kosgoro Tomohon. Dari analisis ini, diketahui bahwa siswa-siswa masih belum terlalu mahir dalam pemanfaatan Microsoft Word untuk penyelesaian tugas sekolah, karena keterbatasan akses penggunaan laptop maupun komputer di rumah maupun di sekolah. Solusi atas masalah ini adalah pemberian pelatihan pengenalan dan penggunaan fitur Table of Contents di Microsoft Word. Pelaksanaan kegiatan PkM ini melalui beberapa tahapan berupa tahap persiapan berupa analisis kebutuhan siswa dengan observasi dan diskusi dengan pihak mitra, pemilihan tema kegiatan untuk menjawab kebutuhan tersebut, dan pengecekan kesiapan sekolah terkait kegiatan yang ditawarkan; tahap pelaksanaan dengan memberikan penjelasan dan presentasi terkait penggunaan fitur Table of Contents di Microsoft Word, serta tahap evaluasi dengan mengukur keberhasilan pelatihan penggunaan Pengaturan Table of Contents di Microsoft Word kepada siswa SMA Kosgoro Tomohon. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan literasi digital siswa khususnya dalam pembuatan karya tulis ilmiah, terkhusus dalam penggunaan fitur Table of Contents di Microsoft Word.
Pelatihan Wawancara Kerja Human Resource Department (HRD) untuk Pembekalan Tes Kerja Aisyiah Restutiningsih Putri Utami; Ermita Ermita; Aufa Maulida Fitrianingrum; Tika Putri Agustina; Melyatul Aini; Kurniahtunnisa Kurniahtunnisa
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol 2 No 1 (2024): Kreatif
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/kreatif.v2i1.11187

Abstract

The aim of this Community Service Program (PkM) is to provide job interview training according to human resource department (HRD) standards. The target of this training activity is job applicants who are members of the telegram group. This community service activity uses direct exposure/presentation methods, interview simulation practices, and questions and answers. The background to this training activity is an analysis of community needs by conducting initial observations and interviews via a telegram group. Based on the results of observations and interviews, it was found that there were still many job applicants who failed the job interview test stage. This is due to a lack of experience in interview tests and a lack of knowledge about interview material and assessments. There is also a lack of knowledge about the importance of personal branding. Therefore, training is needed, especially on creating curriculum vitae and LinkedIn for personal branding, interview tips, and tricks, followed by a job interview simulation by 4 (four) participants. The stages of this community service activity are analyzing community needs through observation and interviews, selecting topics for service activities, determining technical activities and creating training materials, presenting training materials, and finally the evaluation stage. Based on the activities that have been carried out, the results obtained show that participants' interview and communication skills have increased in facing job interview tests.