Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEBERHASILAN MODEL MAKE A MATCH DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN IPS Hildatul Azmaliyah; Dwi Ria Latifah; Putri Fadiah; Marcelina; Imam Dewantoro Wisesha; Arita Marini
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 12: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan model pembelajaran make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran IPS. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan catatan lapangan. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka literatur dengan teknik simak. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 62,5% yang berarti bahwa persentase ketuntasan klasikal belum mencapai indikator keberhasilan yaitu sebesar ≥80%. Pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan menjadi 93,75%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Abstract: This study aims to determine the success of the make a match learning model in improving student learning outcomes in social studies. The data collection techniques used are observation, tests and field notes. This research method uses literature study with listening techniques. The results showed that in cycle I student learning outcomes in cycle I showed a percentage of classical completeness in cycle I of 62.5% which means that the percentage of classical completeness has not yet reached the success indicator of ≥80%. In cycle II, it showed an increase to 93.75%. From these results, it can be concluded that the application of cooperative learning model type make a match can improve student learning outcomes in social studies subjects.
ANALISIS KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPS Marcelina; Prayuningtyas Angger Wardhani; Indah Wardatussa’idah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13656

Abstract

Kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran IPS mengakibatkan pemahaman yang minim dan kurangnya keterampilan kolaborasi yang diterapkan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan kolaborasi dalam pembelajaran IPS di kelas IV SDN Kramat 06 Pagi menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi, seperti kerjasama, komunikasi, dan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPS. Siswa dan guru mengungkapkan pengalaman, persepsi, dan pemahaman mereka tentang keterampilan kolaborasi melalui interaksi dalam konteks pembelajaran. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga tentang keterampilan kolaborasi dapat ditingkatkan dan diperkuat dalam pembelajaran IPS di kelas IV SDN Kramat 06 Pagi.
Pengaruh Proses Kristalisasi terhadap Model Atap Produksi Garam di Kalimantan Barat Marcelina; Mochammad Meddy Danial; Arfena Deah Lestari
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.105445

Abstract

Metode tradisional produksi garam sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama sinar matahari, yang sangat penting untuk penguapan yang efektif. Akibatnya, efisiensi dan kualitas produk garam dapat bervariasi selama proses kristalisasi. Selain itu, kuantitas dan kualitas juga dipengaruhi oleh desain atap rumah garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produk garam secara kuantitatif dan kualitatif pada rumah garam berukuran 4 x 3 x 0,3 meter. Setiap rumah garam memiliki desain atap yang berbeda: terowongan, prisma, dan limas, serta berkapasitas sekitar 360 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah garam dengan atap berbentuk terowongan secara signifikan meningkatkan pembentukan kristal selama periode 10 hari dibandingkan dengan rumah garam yang memiliki atap berbentuk prisma dan limas. Rumah garam berbentuk terowongan menghasilkan 11,20 kg kristal kubik putih yang seragam. Di sisi lain, atap berbentuk prisma menghasilkan 3,7 kg kristal berwarna cokelat muda dengan permukaan datar dan butiran halus, sementara atap berbentuk limas menghasilkan 13,15 kg garam yang terdiri dari campuran garam dan air,   dengan kristal putih berbutiran besar dan permukaan datar serta halus. Hal tersebut menunjukkan bahwa rumah garam berbentuk terowongan memberikan kondisi yang optimal untuk memproduksi garam di wilayah Kalimantan Barat.