Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Meilza Tri Wahyuni; Arif Hidayatullah; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah kondisi kronik yang terjadi ketika pankreas tidak dapat lagi memproduksi insulin atau tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin secara efektif, sehingga mengakibatkan kadar glukosa dalam darah meningkat berresiko mengakibatkan kerusakan organ. Daun kelor (moringa oleifera) dikenal mampu dalam membantu menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun kelor (moringa oleifera) terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kademangan Tahun 2025. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan kuasi eksperimental one group pretest and posttest. Sampel penelitian ini berjumlah 38 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Intervensi dilakukan selama tiga minggu, dengan dosis 500 cc perhari. Hasil : uji Paired t-test diperoleh nilai p-value 0,000 (p<0,05), terdapat penurunan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi dari 311.16 ± 48.910 menjadi 186.00 ± 47.853 dengan mean difference sebesar 125,158. Kesimpulan : terdapat pengaruh yang signifikan dalam pemberian air rebusan daun kelor (moringa oleifera) terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kademangan Tahun 2025
Hubungan Kepatuhan Diet Tinggi Protein Dan  Perawatan Luka Menggunakan Balutan Modern  Dengan Penyembuhan Luka Diabetes Pada Pasien  Diabetes Melitus Di RSUD Sayang Cianjur Tahun 2025 Rini Anggraeni; Weslei Daeli; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang sering menimbulkan komplikasi berupa luka diabetes yang sulit sembuh akibat gangguan vaskular, neuropati, dan hiperglikemia kronis. Penyembuhan luka diabetes dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kepatuhan diet tinggi protein dan perawatan luka menggunakan balutan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet tinggi protein dan perawatan luka menggunakan balutan modern dengan penyembuhan luka diabetes pada pasien diabetes melitus di RSUD Sayang Cianjur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien diabetes melitus dengan luka diabetes yang dirawat di RSUD Sayang Cianjur. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan diet tinggi protein, observasi perawatan luka menggunakan balutan modern, serta penilaian proses penyembuhan luka. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet tinggi protein dengan penyembuhan luka diabetes serta antara perawatan luka menggunakan balutan modern dengan penyembuhan luka diabetes. Pasien yang patuh terhadap diet tinggi protein dan mendapatkan perawatan luka menggunakan balutan modern memiliki proses penyembuhan luka yang lebih baik.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Pola Tidur Lansia di Kampung Neglasari Desa Haurwangi Kabupaten Cianjur Tahun 2025 Enjelina Hasibuan; Siti Kamillah; Bambang Suryadi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan fisik dan psikologis. Salah satu masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia adalah kecemasan yang dapat memengaruhi kualitas dan pola tidur. Gangguan pola tidur pada lansia dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan pola tidur pada lansia di Kampung Neglasari, Desa Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di wilayah tersebut sebanyak 269 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Zung Self Rating Anxiety Scale (SAS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai pola tidur. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,004 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,177 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan sangat lemah dan arah hubungan positif antara tingkat kecemasan dan pola tidur lansia. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami lansia, maka semakin buruk pola tidur yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kecemasan memiliki hubungan dengan pola tidur pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat untuk memberikan dukungan psikologis serta edukasi mengenai pengelolaan kecemasan guna meningkatkan kualitas tidur dan kualitas hidup lansia
Hubungan Respon Time Perawat Dan Penerapan Sistem Rujukan Pasien Darurat (SPGDT) Dengan Kepuasan Pasien IGD RSUD Kembangan Tahun 2024 Ria Syntia Paramita; Weslei Daeli; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan pasien gawat darurat memegang peranan yang sangat penting. Sebagai pintu terdepan rumah sakit, Salah satu tujuan dalam pelayanan di rumah sakit adalah kepuasan pelanggan baik itu pasien maupun keluarga. Pasien merasa puas dengan layanan IGD apabila harapan pasien terpenuhi, seperti pelayanan yang cepat, tanggap, sopan, ramah, pelayanan yang optimal dan interaksi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan respon time perawat dan penerapan sistem rujukan pasien darurat dengan kepuasan pasien IGD RSUD Kembangan. Metode Penelitian ini adalah deskriptif corelational yaitu penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental Sampling. Hasil penelitian ini, responden yang meyatakan respontime cepat berjumlah 72 responden atau sebesar 73,5% sedangkan yang menyatakan lambat berjumlah 26 responden atau sebesar 26,5%. Jumlah responden yang menyatakan penerapan sistem rujukan sesuai berjumlah 61 responden atau sebesar 62,2% sedangkan yang menyataakan tidak sesuai berjumlah 37 responden atau sebesar 37,85. Terdapat hubungan respontime dengan kepuasan pasien nilai P Value sebsar 0,000 < α = 0,05. Terdapat hubungan penerapan sistem rujukan dengan kepuasan pasien nilai P Value sebsar 0,000 < α = 0,05. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Rumah Sakit dapat menyusun program-program pelayanan dalam meningkatkan kepuasan pasien di Rumah sakit.
Hubungan Pola Konsumsi dan Aktivitas Fisik Dengan Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilyah Puskesmas Karangtengah Kabupaten Cianjur Fernanda Apriana Putra; Siti Kamillah; Weslei Daeli
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat. Pengendalian glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, terutama pola konsumsi dan aktivitas fisik. Pola konsumsi yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang rendah dapat memperburuk glukosa darah dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan aktivitas fisik dengan glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Karangtengah Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 133 penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pola konsumsi Dietary Habits Questionnaire, kuesioner aktivitas fisik, serta pemeriksaan glukosa darah sewaktu menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi dengan glukosa darah (p-value < 0,05), serta terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan glukosa darah (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi yang baik dan aktivitas fisik yang cukup berperan penting dalam menjaga glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2.
Hubungan Konsumsi Makanan Manis dan Minuman Manis dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dasar di SD Negeri Rancagoong Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Tahun 2025 Insania Trisnadewi; Siti Kamillah; Bambang Suryadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi makanan manis dan minuman manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan manis dan minuman manis dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah dasar di SD Negeri Rancagoong Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik cluster sampling pada 133 responden anak kelas 1 dan 2. Data konsumsi makanan dan minuman manis dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kejadian karies gigi diukur menggunakan indeks DMF-T, dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki konsumsi makanan manis dan minuman manis kategori tinggi, serta sebanyak 53 anak (39,8%) mengalami karies gigi kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan manis dengan kejadian karies gigi (p = 0,000) dan konsumsi minuman manis dengan kejadian karies gigi (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan manis dan minuman manis dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah dasar di SD Negeri Rancagoong Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Tahun 2025.
Pengaruh Pemberian Jus Campuran Tomat Dan Wortel Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia  Dengan Hipertensi Di Posyandu Pandan Wangi Cianjur Tahun 2025 Rossa Dwi Aprilia; Bambang Suryadi; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi seiring dengan proses penuaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya pengendalian hipertensi yang dapat dilakukan adalah melalui intervensi nonfarmakologis berbasis nutrisi. Tomat dan wortel diketahui mengandung kalium, likopen, beta-karoten, dan antioksidan yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus campuran tomat dan wortel terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Pandan Wangi Cianjur Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest–posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 15 responden lansia dengan hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden mengalami hipertensi dengan nilai tekanan darah sistolik dan diastolik di atas batas normal. Setelah diberikan intervensi jus campuran tomat dan wortel, seluruh responden (100%) mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh hasil penurunan tekanan darah sistolik dengan nilai p = 0,001 dan penurunan tekanan darah diastolik dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Pemberian jus campuran tomat dan wortel berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Pandan Wangi Cianjur Tahun 2025
Pengaruh Rebusan Daun Kemangi Dan Jahe Sebagai Terapi Herbal Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia Yang Mengidap Penyakit Hiperurisemia Tahun 2025 Hasnaa Nabilah; Bambang Suryadi; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang banyak dialami oleh lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup akibat nyeri sendi. Penggunaan obat farmakologis jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi yang aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan daun kemangi dan jahe sebagai terapi herbal terhadap kadar asam urat pada lansia penderita hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 lansia yang mengalami hiperurisemia dan dipilih dengan teknik total sampling. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun kemangi dan jahe. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar asam urat responden mengalami penurunan setelah diberikan rebusan daun kemangi dan jahe. Uji Paired T-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pemberian rebusan daun kemangi dan jahe terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia. Dengan demikian, rebusan daun kemangi dan jahe dapat dijadikan sebagai terapi herbal komplementer untuk membantu menurunkan kadar asam urat pada lansia penderita hiperurisemia
Hubungan Tingkat Empowerment Terhadap Self Care Pada Pasien Jantung Di Klinik Hasna Medika Cianjur Tahun 2025 Nurul Sannah; Yeni Koto; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang serta keterlibatan aktif pasien dalam perawatan diri. Kemampuan pasien dalam menjalankan self care dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah empowerment. Empowerment berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, serta kemandirian pasien dalam mengelola kondisi kesehatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan empowerment terhadap self care pada pasien jantung di ruang rawat inap Klinik Hasna Medika Cianjur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 59 pasien jantung. Instrumen penelitian berupa kuesioner empowerment dan self care yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara empowerment dan self care pada pasien jantung. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik tingkat empowerment pasien, maka semakin baik pula kemampuan self care yang dimiliki. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan pemberdayaan pasien guna mendukung perawatan diri pasien jantung secara optimal.
Hubungan Pola Komunikasi Orang Tua dengan Keterlambatan Bahasa Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu BTN Bumi Emas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Tahun 2025 Winda Siti Nurbaeti; Siti Kamillah; Ahmad Rizal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan salah satu indikator utama tumbuh kembang anak, khususnya pada usia prasekolah 3–5 tahun. Keterlambatan bahasa pada usia ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak. Salah satu faktor lingkungan yang berperan penting dalam perkembangan bahasa anak adalah pola komunikasi orang tua. Pola komunikasi yang kurang responsif, satu arah, atau minim interaksi diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko keterlambatan bahasa pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan keterlambatan bahasa anak usia 3–5 tahun di Posyandu BTN Bumi Emas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah orang tua dan anak usia 3–5 tahun yang terdaftar di Posyandu BTN Bumi Emas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pola komunikasi orang tua dan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai perkembangan bahasa anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi orang tua dengan keterlambatan perkembangan bahasa anak usia 3–5 tahun, yang dibuktikan dengan hasil uji Chi-Square memperoleh nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi orang tua memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi bagi orang tua melalui layanan posyandu untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga sebagai langkah pencegahan keterlambatan bahasa sejak dini.