Jamaludin Jamaludin
Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perubahan Tingkat Agresivitas Remaja Sebelum dan Sesudah Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT Alvi Ratna Yuliana; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Jamaludin Jamaludin; Rizqy Rajab Alvian
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3201

Abstract

Perilaku agresivitas pada remaja merupakan permasalahan yang sering terjadi dan berkaitan dengan rendahnya kemampuan regulasi emosi. Intervensi yang berfokus pada pengelolaan emosi diperlukan untuk membantu remaja mengendalikan respon agresif, salah satunya melalui terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat agresivitas remaja sebelum dan sesudah diberikan terapi SEFT. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada tahun 2024 di lingkungan sekolah menengah pertama. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT diberikan sebanyak tiga sesi. Pengukuran agresivitas dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test.. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai median skor agresivitas setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, dengan 30 responden mengalami penurunan skor, 4 responden mengalami peningkatan, dan 2 responden tidak mengalami perubahan.Terdapat perbedaan skor agresivitas remaja sebelum dan sesudah pemberian terapi SEFT. Intervensi SEFT berpotensi menjadi salah satu alternatif pendekatan dalam membantu remaja mengelola emosi dan mengurangi kecenderungan perilaku agresif, khususnya di lingkungan sekolah.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PHBS melalui Kampanye Penggunaan Masker Vera Fitriana; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Luluk Cahyanti; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Eva Sintiya Rahayu; Nisrina Ayu Wulandari
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.118

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit menular, terutama infeksi saluran pernapasan. Salah satu bentuk penerapan PHBS adalah penggunaan masker dalam aktivitas sehari-hari, khususnya di tempat umum dan keramaian. Namun, kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan PHBS melalui kampanye penggunaan masker. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi secara langsung, pembagian masker, pemasangan media promosi kesehatan, serta demonstrasi penggunaan masker yang benar. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum yang mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpang 7 Kudus. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker sebagai bagian dari PHBS. Masyarakat menjadi lebih sadar akan manfaat masker dalam mencegah penularan penyakit serta lebih termotivasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan aktif dalam sesi edukasi dan praktik penggunaan masker yang benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui kampanye penggunaan masker efektif dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan PHBS.
Penurunan Kecanduan Gadget melalui Terapi Bermain Tradisional Pada Anak Usia Sekolah Biyanti Dwi Winarsih; Jamaludin Jamaludin; Gardha Rias Arsy; Sri Hartini; Noor Faidah; Wahyu Yusianto; Feni Diah Kristiyanti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.126

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia sekolah dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, perkembangan sosial, dan prestasi akademik. Anak-anak masa kini cenderung menghabiskan banyak waktu di ponsel mereka. Anak dapat menjadi tergantung pada gadget jika penggunaannya tidak diatur dengan baik. Anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan gadget mungkin mengalami kurangnya interaksi sosial secara langsung yang sangat penting untuk perkembangan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial mereka. Upaya meminimalisir penggunaan gadget pada anak yaitu memberikan mainan dan kegiatan alternatif dengan mengajarkan permainan tradisional karena permainan tradisional merupakan salah satu alternatif agar anak tidak bosan dalam beraktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan tingkat kecanduan gadget melalui terapi bermain tradisional pada anak usia sekolah. Upaya yang telah dilakukan dengan memberikan terapi permainan tradisional kepada anak di sekolah dan dilanjutkan pada saat waktu senggang di rumah. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecanduan gadget dari 90,2% menjadi 74,5% setelah dilakukan terapi bermain tradisonal