Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Research Trends of Stunting Related to Insulin-Like Growth Factor-1: Bibliometric Analysis Lukman Hardia; Agus Sangka Pratama; A. M. Muslihin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6903

Abstract

Stunting is a condition in which a person's height is less than normal based on age and gender. The prevalence of stunting in Indonesia in 2021 is 24.4%. This illustrates that stunting is still a problem that cannot be resolved in Indonesia. Research on the incidence of stunting was carried out to determine its relationship with insulin-like growth factor-1 (IGF-1) levels. Search results on the Pubmed database obtained 446 English-language articles published from 1993 – April 12, 2023. The results of bibliometric analysis and VOSViewer show that new research trends began to be seen in 2018 to 2023 even though there had been publications previously in 1993 and 2000, but very minimal amount. The most dominating document types were journal articles with 310 publications (69.51%) and reviews with 89 publications (19.96%). The most trending keywords are humans (268), female (176), male (145), animals (142), insulin-like growth factor i/metabolism (94), child (74), adult (60), mice (56), pregnancy (47) and child preschool (43). The publishing journals that published the most articles were Frontiers in Endochronolgy (22 publications), International Journal of Molecular Sciences (19 publications), Scientific Reports (13 publications). The highest number of author collaborations is from the USA with 78 articles being the country with the most collaboration on both SCP and MCP with an MCP to SCP ratio of 0.244. China ranks second with the number of articles of 63 with an MCP ratio of 0.190.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Hasil Partisi Buah Sawo Manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) yang diinduksi Aloksan Mohd Ardian; Musdalifah Musdalifah; Agus Sangka Pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 2: Volume 3 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i2.1017

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antidiabetes ekstrak hasil partisi buah sawo manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Serbuk simplisia buah sawo manila diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok, tiap kelompok terdiri atas 3 ekor tikus. Dilakukan pengukuran kadar glukosa awal, kemudian diinduksi dengan aloksan 120 mg/kgBB, kemudian diukur glukosa darah setelah induksi dengan menggunakan alat glukometer. Hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil rata-rata penurunan glukosa darah pada kelompok I EHP n-heksan dosis 35 mg/kgBB (10,17%); II EHP etil asetat dosis 35 mg/kgBB (42,82%); III EHP etanol 96% dosis 35 mg/kgBB (78,35%); IV kontrol positif (82,02%) dan V kontrol negatif (4,51%). Ekstrak hasil partisi n-heksan 50 mg/kgBB dan etil asetat 50 mg/kgBB buah sawo manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) tidak memiliki aktivitas menurunkan glukosa darah yang berbeda nyata dengan kontrol positif serbuk tablet pioglitazone sedangkan ekstrak hasil partisi etanol 96% buah sawo manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) memiliki aktivitas menurunkan glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif serbuk tablet pioglitazone dan berbeda sangat nyata dengan kontrol negatif Na CMC 1%. .
Aktivitas Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Inhibitor Agregasi Platelet pada Mencit (Mus musculus) Arini Rini; Ayu Wandira A Baso Amri; Agus Sangka Pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1362

Abstract

Daun senggani mengandung senyawa flavonoid yang dapat menghambat agregasi platelet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek inhibitor agregasi platelet ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) pada mencit (Mus musculus). Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah mencit sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok (kelompok kontrol negatif Na-CMC 1%, kolompok ekstrak dosis 140 mg/kg BB, kelompok ekstrak dosis 210 mg/kg BB, kelompok ekstrak dosis 280 mg/kg BB dan kelompok kontrol positif clopidogrel) masing-masing kelompok diberikan perlakuan selama 14 hari dan diukur sesuai dengan parameter. Parameter yang digunakan adalah waktu pendarahan dan waktu koagulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun senggani dosis 280 mg/kg BB memiliki aktivitas yang dapat memperpanjang waktu pendarahan yang berbeda nyata dengan kontrol negatif Na-CMC 1% sedangkan untuk waktu koagulasi ekstrak etanol daun senggani dosis 140 mg/kg BB, dosis 210 mg/kg BB dan dosis 280 mg/kg tidak memiliki aktivitas yang dapat memperpanjang waktu koagulasi yang tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif Na-CMC 1%.
Uji Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Galoba (Hornstedtia alliacea (K.Schum.) Valeton) isni nursyahadah; Agus Sangka Pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1757

Abstract

Galoba merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa fenolik dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol daun galoba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Metode yang dilakukan terdiri dari pengambilan sampel, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia senyawa fenolik, dan penetapan kadar fenolik menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Analisis data kualitatif senyawa fenolik menggunakan pereaksi spesifik, analisis kadar fenolik total menggunakan spektrofotometer Uv-Vis pada panjang gelombang 770 nm. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi sampel daun galoba diperoleh persen rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 12,43% dan hasil uji kualitatif senyawa fenolik dari ekstrak etanol daun galoba menunjukkan bahwa positif mengandung senyawa fenolik sedangkan hasil pengujian kadar fenolik total pada ekstrak etanol 70% daun galoba sebesar 28,0570 mg GAE/g 2,8057%
Uji Efek Minyak Kuda (Equus caballus) Terhadap Luka Bakar pada Kelinci (Ortytolagus cuniculus) Hafipah Parawansya Sunggu; Agus Sangka Pratama; Ayu Wandira A Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas minyak kuda (Equus caballus) dalam mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat satu pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya angka kejadian luka bakar serta kebutuhan akan alternatif terapi alami yang efektif dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang melibatkan lima ekor kelinci, masing-masing diberi luka bakar berdiameter ±2 cm. Perlakuan dibagi menjadi lima kelompok: pemberian minyak kuda murni (100%), minyak kuda dengan konsentrasi 20%, 10%, bioplacenton sebagai kontrol positif, serta tanpa pengobatan sebagai kontrol negatif. Aplikasi dilakukan secara topikal sebanyak tiga kali sehari selama 18 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kuda murni menghasilkan tingkat penyembuhan tertinggi sebesar 90%, diikuti oleh konsentrasi 20% (76,5%) dan 10% (51%). Hasil analisis menggunakan ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Kandungan asam lemak esensial dalam minyak kuda, seperti asam oleat dan linoleat, diduga berperan dalam mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi proses inflamasi. Berdasarkan temuan ini, minyak kuda memiliki potensi sebagai agen topikal alami yang efektif untuk penyembuhan luka bakar ringan serta mendukung pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengembangan obat tradisional berbasis hewani.
Aktivitas Hasil Fraksinasi Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L.) terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae Penyebab Diare Andi Sri Wahyuni Ishak; Jasmiadi Jasmiadi; Agus Sangka Pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1872

Abstract

Karamunting (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan liar yang berada di tempat yang terkena cukup sinar matahari. Adanya kandungan senyawa glikosida, terpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin menunjukkan aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri hasil fraksinasi daun karamunting pada Shigella dysenteriae dan Escherichia coli penyebab diare. Metode yang dipakai pada penelitian ini yakni metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, lalu dilanjutkan dengan fraksinasi yaitu metode ECC (Ekstraksi Cair-Cair), Pengujian Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan ciprofloxacin sebagai kontol positif. Hasil penelitian pada bakteri Escherichia coli menunjukkan bahwa fraksi N-Heksan konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 16,50 mm, fraksi Etil Asetat pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 14,42 mm sedangkan fraksi N-Butanol pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 14,05 mm. Pada bakteri Shigella dysentreriae yaitu pada fraksi N-Heksan konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 18,04 mm, fraksi Etil Asetat pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 13,44 mm sedangkan fraksi N-Butanol pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 11, 79 mm. Hal ini menunjukkan fraksi daun karamunting memilki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.
Aktivitas Infusa Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) Terhadap Tekanan Darah Tikus (Rattus norvegicus) Andi Nurseptia Purnama; Nur alim; agus sangka pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1911

Abstract

Buah beligo dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional yang dapat mengobati penyakit tipes, aprodisiak, antihipertensi dan penyakit kelainan darah lainnya dengan cara direbus daging buahnya. Buah beligo memiliki bahwa kandungan kimia yang berpotensi sebagai antihipertensi yang tinggi dari buah beligo antara lain flavanoid, alkaloid, tanin, saponin dan kandungan kaliumnya yaitu sebesar 270 mg/ 100g. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas anthipertensi infusa buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) berdasarkan pengukuran tekanan darah tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian terdiri atas ekstraksi menggunakan metode infusa dan uji antihipertensi berdasarkan pengukuran menggunakan alat tail-cuff. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal (Aquadest), kontrol (-) (Prednison dan NaCl), kontrol (+) (Spironolakton) dan kelompok infusa buah beligo masing-masing dosis 255 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB. Hasil penelitian diperoleh persen penurunan natrium dan kenaikan kalium kadar masing-masing: kontrol normal ((-13%) & (-3%)), kontrol (-) ((-29.5% & 0%), kontrol (+) (198,32% & 138,62%), infusa buah beligo dosis 225 mg/kgBB (250,77% & 177,69%), dosis 450 mg/kgBB (211,37% & 137,99%) dan dosis 900 mg/kgBB (192,63% & 153,05%). Kesimpulannya, infusa buah beligo memiliki aktivitas antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif dan tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.
Potensi Antibakteri Isolat Fungi Endofit Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Escherichia coli ESBL dan Staphylococcus aureus MRSA Magfiratul Awwaliah; Jasmiadi Jasmiadi; Agus Sangka Pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2074

Abstract

Meningkatnya infeksi akibat bakteri yang resisten terhadap antibiotik menjadi masalah serius dalam kesehatan global. Kondisi ini terjadi ketika bakteri tidak lagi dapat dibunuh oleh obat yang seharusnya efektif seperti Escherichia coli ESBL dan Staphylococcus aureus MRSA. Salah satu sumber potensial penghasil senyawa antibakteri alami berasal dari fungi endofit yang hidup di dalam jaringan tanaman, termasuk pada daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah mengenai potensi antibakteri isolat fungi endofit daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli ESBL dan Staphylococcus aureus MRSA. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium, meliputi isolasi, pemurnian, peremajaan, dan identifikasi morfologi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan ekstrak kasar hasil fermentasi isolat dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri lebih besar ditunjukkan terhadap Staphylococcus aureus MRSA pada media PDA 6 yang diduga dari genus Aspergillus sp dibandingkan Escherichia coli ESBL yang menghasilkan zona hambat lebih kecil dengan zona hambat tertinggi pada media PDA 1 yang diduga dari genus Cephalosporium sp. Kontrol positif menghasilkan zona hambat terbesar, sementara kontrol negatif tidak menunjukkan efek zona hambat.