Ahmad Hidayat
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Wife as Politician and Her Role in Realizing the Sakinah Family Nina Chairina; Ahmad Hidayat; Nurul Ma’rifah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (January 2026 - Special Edition: Islamic Studies)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5303

Abstract

The role of a wife in maintaining the dignity of a Sakinah family at home is a problem faced when women have a career in politics. This condition is also a polemic for experts in interpretation and jurisprudence about women's careers in the public sphere. This study aims to find a comprehensive perspective on how wives as politicians play their role in creating a Sakinah family, based on Islamic law and phenomenological studies. The study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method. The results of the study indicate that in creating a sakinah family, there are principles that must be used as a basis by wives as politicians, including 1) making faith and piety the foundation for family and career, 2) respecting each other's rights and responsibilities, 3) maintaining harmony in communication, 4) sharing roles and responsibilities, 5) protecting oneself from slander, and 6) consulting with husbands/family members in decision making.
Epistemology of Maqasid Taha Abdurrahman; New Paradigm and Classification of Maqasid al-Shari'ah Values Aspandi Aspandi; Nurul Ma'rifah; Ahmad Hidayat; Mochamad Abdul Ghofur; Ahmad Dzulfikar
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 1 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v35i1.4642

Abstract

Taha Abdurrahman, a contemporary maqasid figure, has different concepts and ideas from the Shatibi maqasid concept. The concept of maqasid Taha Abdurrahman also has a paradigm and classification of values that are different from the concept of maqasid Shatibi. This study aims to describe the paradigm of reform of maqasid values according to Taha Abdurrahman. In addition, this study also describes the classification of new maqasid values according to Taha Abdurrahman. This research uses a qualitative approach that explains and analyzes the concepts and ideas of maqasid al-shari'ah reform according to Taha Abdurrahman. This research uses a library method with the main data source of Taha Abdurrahman's work entitled Tajdid al-Manhaj fi Taqwim al-Turath, and Su’al al-Manhaj fi Ufuqi al-Ta’sisi Liunmudhaji Fikri Jadidi. The results of this study show that the paradigm of reform of maqasid values according to Taha Abdurrahman is based on the hadith of the Prophet “Innama Buitstu Liutamimma Makaarimal Akhlak” which is holistic in nature encompassing all levels of needs that are an integral part of Islamic law. The classification of new maqasid values according to Taha Abdurrahman is contained in the concept of “al-qiyam al-akhlaqiyyah” Include al-masalih al-hayawiyyah, al-masalih al-‘aqliyyah, and al-masalih al-ruhiyyah namely maqasid values with dimensions of materialism, rationalism, and spiritualism. Taha Abdurrahman's classification of maqasid al-shari'ah revises the conception of the Shatibi maqasid.
Status Anak Zina dalam Prespektif Hukum Islam dan Positif di Indonesia Zulkarnain; Naf’an Tarihoran; Ahmad Hidayat
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 1 (2023): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i1.464

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status nasab anak zina dalam perepektif hukum Islam dan hukum konvensional indonesia. Dengan metode penelitian hukum normatif, data dari penelitian ini diambil dari materi hukum, baik yang konvensional maupun hukum Islam. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa status nasab anak zina, baik dalam perspektif hukum positif di Indonesia dan hukum Islam adalah sama. Penelitian ini menyimpulkan, anak zina hanya dapat dinasabkan kepada ibunya dan keluarga dari pihak ibunya. Anak zina dapat dinasabkan kepada laki-laki yang menzinahinya jika ia menikahi ibunya dan lahir “dalam” pernikahan yang sah. Selama tidak ada penyangkalan, baik oleh laki-laki yang menzinahi ibunya atau laki-laki lain yang menikahinya, maka nasab anak zina diikutkan kepada salah satu kepada mereka. Bahkan, anak biologis yang lahir dari nikah yang tidak dicatat dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya jika dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan atau kesaksian.
Saksi Wanita dalam Akad Nikah Perspektif KHI dan Fikih Islam Akhmad Dulfikar; Naf’an Tarihoran; Ahmad Hidayat
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 2 (2024): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i2.466

Abstract

Tujuan tulisan ini untuk mengungkap bagaimanakah kesaksian perempuan untuk akad nikah dalam KHI dan Fikih Islam. Dengan metode filosofis-normatif, tulisan ini berhasil mengungkap bahwa dalam fikih Islam masih terbuka ruang untuk perempuan menjadi saksi akad nikah dan hal itu berbeda dengan KHI yang menutup rapat pintunya bagi perempuan untuk menjadi saksi akad nikah. Sebagai kesimpulannya, KHI tidak memberi ruang kepada perempuan untuk menjadi saski dalam akad nikah. Sedangkan, para ulama berbeda pendapat terkait kesaksian perempuan dalam akad nikah.