Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMETAAN KERENTANAN SEISMIK MELALUI ANALISIS MIKROTREMOR HVSR DI WILAYAH KECAMATAN KEMILING DAN SEKITARNYA Ariyanto, Agus; Farduwin, Alhada; Styawan, Yudha; Putri, Intan Andriani; Junian, Wahyu Eko; Prasetyo, Nugroho; Rizki, Reza; Wulandari, Rizki
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.393

Abstract

Wilayah Kemiling yang terletak di Kota Bandar Lampung sering kali mengalami gempa lokal dengan magnitudo kecil. Gempa ini terjadi secara berulang dan dirasakan di daerah Kemiling dan sekitarnya. Hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan dapat merusak bangunan. Fokus utama pada studi ini adalah untuk memahami bagaimana karakteristik tanah dan indeks kerentanan seismik di daerah tersebut. Untuk meminimalisir dampak kerusakan akibat gempa, perlu dilakukan mikrozonasi pada wilayah rawan gempa. Parameter mikrozonasi yang digunakan untuk mengetahui karakteristik tanah antara lain amplifikasi (A0), frekuensi natural (f0), indeks kerentanan seismik (Kg), periode dominan (T0), dan kecepatan gelombang geser hingga kedalaman 30 meter (VS30). Sebanyak 65 titik pengukuran mikrotremor telah diukur di Kecamatan Kemiling dan sekitarnya meliputi kota Bandar Lampung, Kecamatan Gedong Tataan, dan Kecamatan Natar. Pada penelitian ini digunakan analisis metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan didapatkan bahwa frekuensi natural berkisar antara 0,5-31,47 Hz, periode dominan 0,03-2,0 sekon, amplifikasi 0,76-7,67 kali penguatan, indeks kerentanan seismik 0,05-76,31, dan VS30 49,61-777,80 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah barat daya hingga utara Kemiling memiliki risiko kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya dengan tipe tanah berupa tanah lunak. Oleh karena itu, diperlukan tindakan mitigasi yang tepat, termasuk pengembangan rencana mitigasi risiko, pemantauan lanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan darurat.
ANALISIS SPASIAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMETAAN BAHAYA DAN RISIKO TANAH LONGSOR DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Efriyanti, Annisa; Farduwin, Alhada; Styawan, Yudha
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 1 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i1.49284

Abstract

Kabupaten Lampung Utara termasuk daerah rawan tanah longsor yang telah mengalami kejadian dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian dilakukan untuk menganalisis tingkat risiko tanah longsor melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui komponen ancaman (hazard), kerenatan (vulnerability), dan kapasitas (capacity). Setiap  komponen dibentuk berdasarkan parameter fisik dan social seperti curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan, geologi, kepadatan penduduk, serta ketersediaan sarana dan prasarana umum. Parameter tersebut diberikan skor dan bobot sesuai tingkat pengaruhnya, kemudian diolah menggunakan metode overlay spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks risiko tanah longsor berkisar antara 0,933-2,3 dan terbagi menjadi tiga kelas yaitu risiko rendah seluas 1.664,436 km², risiko sedang 754,743 km², dan risiko tinggi 39,820 km². Wilayah dengan risiko tinggi terindentifikasi di Kecamatan Tanjung Raja, Bukit Kemuning, dan sebagian Abung Tengah, sedangkan risiko rendah umumnya berada di bagian timur dan utara Kabupaten Lampung Utara. Secara umum, semakin tinggi tingkat ancaman dan kerentanan serta rendahnya kapasitas masyarakat di suatu daerah, maka semakin besar tingkat risiko tanah longsor yang berpotensi terjadi.