Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTOR LOKAL SEBAGAI AGEN OF CHANGE PEMBERDAYAAN PETANI TRANSMIGRAN (Studi Pada Komunitas Petani Transmigran di UPT. Arongo, Kabupaten Konawe Selatan) Aryuni Salpiana Jabar; Iwan P; Nur Israfian Sofyan; Danial Danial; Yoenita Jayadisastra; Wa Ode Lusianai; Amin Tunda
Welvaart : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 1, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.139 KB) | DOI: 10.52423/welvaart.v1i2.15300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya aktor penggerak pada komuitas petani transmigran UPT. Arongo dalam memberdayakan komunitasnya. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dan informasi yang dibutuhkan dikumpulkan melalui tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam serta rekaman arsip. Observasi dilalukan untuk Mengidentifikasi siapa saja para tokoh lokal (local hero) yang terlibat berperan dalam pemberdayaan masyarakat setempat, wawancara mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi upaya-upaya yang dilakukan para tokoh lokal/aktor penggerak untuk memberdayakan anggota komunitanya. Dan Rekaman arsip, dilakukan untuk menelusuri data-data yang telah tersedia seputar pelaksanaan program transmigrasi serta informasi dan berita yang memuat kehidupan masyarakat UPT. Arongo, misalnya peta lokasi pelaksanaan program, peserta/anggota program, gerakan dan kegiatan yang dilakukan warga setempat, dan seluruh telaah arsip tersebut bertujuan untuk memahami setiap proses yang berjalan pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dapat diidentifikasi beberapa tokoh masyarakat setempat yang tampil sebagai figur-figur pemberi inisiatif dan pembawa perubahan di tengah masyarakat. dari berbagai aspek seperti aspek agama, pendidikan keluarga dan anak, pengetahuan seputar pertanian, kebudayaan dan kesenian serta pemberdayaan pada aspek kelembagaan, kelompok petani dan gerakan petani. Upaya aktor penggerak pada komunitas petani transmigran UPT. Arongo dalam memberdayakan komunitasnya telah menyasar dalam berbagai dimensi pemberdayaan yaitu dimensi proses pembangunan yang bermula dari pertumbuhan individual yang kemudian berkembang menjadi sebuah perubahan sosial yang lebih besar, telah membangun psikologis masyarakat petani yaitu rasa percaya diri, dan mampu mengendalikan diri dan orang lain, serta  melibatkan upaya-upaya kolektif dari petani tersebut untuk memperoleh hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan.
PELAKSANAAN TERTIB ADMINISTRASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR LURAH NAMBO KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Suriyani BB; La Ode Muhammad Elwan; Iwan P; Usman
Journal Publicuho Vol. 8 No. 3 (2025): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i3.903

Abstract

This study aims to analyse the implementation of administrative order in improving public service quality at the Nambo Village Office, Nambo District, Kendari City. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The study's results show that, although the Nambo Village Office has made efforts to implement administrative orders through a structured system, staff training, and the use of technology in data management, several challenges still affect public service quality. These challenges include complex procedures, long processing times, limited human resources, and a lack of transparency in budget management. On the other hand, the quality of public service at the Nambo Village Office is generally good, with adequate facilities, reliable service, and a commitment from the office to provide fast, efficient, and transparent services. However, there are issues with inconsistent staff responsiveness, limited facilities, and technical challenges that affect the public's comfort. Therefore, this study recommends improvements in efficiency, transparency, and the enhancement of professionalism and responsiveness of staff to improve the quality of public service at the Nambo Village Office.