Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : malcom indonesian journal of machine learning and computer science

Integrasi Efficient Channel Attention (ECA) pada DenseNet169 untuk Klasifikasi Multi-Kelas Citra X-ray Dada: Integration of Efficient Channel Attention (ECA) in DenseNet169 for Multi-Class Chest X-ray Classification Satira, Husna; Negara, Benny Sukma; Irsyad, Muhammad; Jasril, Jasril; Agustian, Surya
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2799

Abstract

Penyakit paru seperti pneumonia dan COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan deteksi dini dan akurat. X-ray dada merupakan modalitas pencitraan yang umum digunakan, namun interpretasinya masih bergantung pada keahlian serta ketelitian radiolog. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi Efficient Channel Attention (ECA) pada arsitektur DenseNet169 untuk klasifikasi multi-kelas pada citra X-ray dada. ECA dipilih karena merupakan mekanisme attention yang ringan serta mampu menangkap hubungan antarkanal fitur dengan kompleksitas parameter yang rendah. Dataset yang digunakan terdiri dari 5.228 citra yang terbagi ke dalam tiga kelas, yaitu COVID-19, pneumonia, dan normal. Penelitian ini membandingkan model DenseNet169 baseline dan DenseNet169 dengan ECA menggunakan parameter pelatihan yang sama untuk memastikan perbandingan yang adil. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil menunjukkan bahwa model baseline memperoleh accuracy sebesar 96,75%, sedangkan model dengan ECA memperoleh 96,27%. Dengan demikian, integrasi ECA belum memberikan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan dengan DenseNet169 pada dataset yang digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas ECA dipengaruhi oleh karakteristik arsitektur model, strategi integrasi, serta karakteristik dataset, sehingga penerapan attention mechanism tidak selalu menghasilkan peningkatan performa secara langsung.
Penerapan Semi-Supervised Deep Learning dengan AdaMatch untuk Klasifikasi Penyakit Paru-paru pada Citra X-ray Dada: Application of Semi-Supervised Deep Learning with AdaMatch for Classification of Lung Disease on Chest X-ray Image Zalwana, Hilya; Negara, Benny Sukma; Irsyad, Muhammad; Sanjaya, Suwanto; Fikry, Muhammad
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2811

Abstract

Penyakit paru-paru, seperti Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan pneumonia, masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan diagnosis cepat dan akurat. Citra chest X-ray (CXR) banyak digunakan untuk mendukung diagnosis, namun interpretasinya masih bergantung pada radiolog dan ketersediaan data berlabel. Keterbatasan data berlabel menjadi kendala dalam pengembangan model deep learning berbasis supervised learning. Penelitian ini menerapkan pendekatan semi-supervised deep learning menggunakan AdaMatch dengan DenseNet-169 untuk klasifikasi multikelas citra CXR menjadi COVID-19, Pneumonia, dan Normal. Dataset publik Mendeley Data yang digunakan terdiri atas 5.228 citra CXR, dengan pembagian 70% data pelatihan, 10% validasi, dan 20% pengujian. Tiga skenario proporsi data berlabel, yaitu 5%, 10%, dan 20%, digunakan untuk mengevaluasi performa model. AdaMatch memanfaatkan data berlabel dan tidak berlabel melalui mekanisme adaptive thresholding, distribution alignment, dan consistency regularization. Hasil terbaik diperoleh pada skenario 20% data berlabel dengan akurasi 98,19%, sensitivitas 98,23%, dan F1-score 98,24%. Performa tersebut mendekati model supervised learning pembanding yang memperoleh akurasi 98,95%, sensitivitas 98,98%, dan F1-score 98,98%. Temuan ini menunjukkan bahwa AdaMatch merupakan pendekatan semi-supervised yang efektif untuk meningkatkan klasifikasi citra CXR pada kondisi keterbatasan data berlabel.
Penerapan Squeeze-and-Excitation Attention pada DenseNet169 untuk Klasifikasi Multi-Kelas Citra X-Ray Dada: Squeeze-and-Excitation Attention on DenseNet169 for Multi-Class Classification of Chest X-Ray Images Daulay, Lyra Zulyanda; Negara, Benny Sukma; Vitriani, Yelfi; Iskandar, Iwan; Kurnia, Fitra
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 2 (2026): MALCOM April 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i2.2665

Abstract

Citra X-ray dada (CXR) ialah satu dari metode pencitraan medis yang banyak diterapkan guna mendeteksi banyak penyakit paru diantaranya COVID-19 serta pneumonia. Meskipun model deep learning yang basisnya Convolutional Neural Network (CNN) sudah banyak diterapkan untuk klasifikasi citra medis, model CNN konvensional masih memiliki keterbatasan dalam menyoroti fitur penting pada citra yang memiliki kompleksitas tinggi serta kemiripan pola antar kelas penyakit. Kondisi tersebut dapat menyebabkan model kesulitan dalam mengekstraksi fitur yang paling relevan untuk proses klasifikasi. Oleh sebab itu, penelitian mengusulkan penerapan attention mechanism berupa modul Squeeze-and-Excitation (SE) pada arsitektur DenseNet169 guna meningkatkan kemampuan model dalam menekankan fitur penting dari CXR. Kontribusi utama penelitian ini adalah menganalisis pengaruh mekanisme attention terhadap peningkatan kualitas ekstraksi fitur pada klasifikasi multi-kelas citra CXR. Dataset diterapkan pada penelitian ini terdiri dari 3.000 citra yang diklasifikasikan kedalam tiga kelas yakni Normal, COVID-19, serta Pneumonia dengan pembagian data sebesar 80% untuk pelatihan dan 20% untuk validasi. Pelatihan model menggunakan optimizer Adam. Evaluasi model menggunakan confusion matrix dengan accuracy, precision, recall, dan F1 score. Temuan eksperimen mengindikasi bahwasanya model DenseNet169 baseline memperoleh akurasi senilai 95,8%, sedangkan model DenseNet169 dengan modul SE mencapai akurasi 96,5%. Temuan ini menegaskan bahwa SE meningkatkan representasi fitur sehingga performa klasifikasi lebih optimal.