Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN KADER DAN PENDAMPINGAN SEBAYA DALAM MEMFASILITASI SPIRITUAL GROUP THERAPY BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) TIPE 2 Siti Nur Hasina; Misutarno Misutarno; Rahmadaniar Aditya Putri; M. Shodiq; Sulistyorini Sulistyorini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.47066

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan memberikan beban besar pada sistem kesehatan serta menurunkan kualitas hidup penderitanya. Banyak penderita DM tipe 2 mengalami stres, kecemasan, hingga depresi akibat perubahan gaya hidup dan komplikasi penyakit yang dialami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan memberikan pendidikan kesehatan kader serta penderita Diabetes mellitus tipe 2 dalam mencegah komplikasi khususnya masalah psikologis dengan spiritual group therapy. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara pelatihan dan edukasi, pengabdian ini dilakukan pada Bulan Juni 2025 di Pos Kemuning Desa Tandegan Morowudi Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh 45 Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dan 8 kader serta 1 Perawat Desa. Hasil pengabdian masyarakat ini dapatkan bahwa sebelum dilakukan pelatihan dan edukasi didapatkan tingkat pengetahuan rendah sebesar 93% dan setelahnya sebagian besar responden (53,3%) berada pada kategori pengetahuan sedang, 29% pada kategori tinggi, dan hanya 17,7% yang masih berada pada kategori rendah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa dengan pelatihan dan edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Diabetes Mellitus Tipe 2. Sehingga agar program terapi spiritual group therapy dan edukasi kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak kader dan pendamping sebaya agar cakupan dan dampak program semakin luas
The Relationship between HIV Human Immunodeficiency Virus and the Incidence of Tuberculosis (TB) Misutarno Misutarno; Siti Nur Hasina; M. Shodiq; Khamida Khamida; Rahmadaniar Aditya Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3857

Abstract

HIV and Tuberculosis are a deadly combination, these two diseases accelerate the development of each other. The combination of these two infectious diseases influences each other in all aspects of the disease. Objective to determine the relationship between HIV (Human immunodeficiency virus) and the incidence of tuberculosis. Method: to determine the relationship between HIV (Human immunodeficiency virus) and the incidence of tuberculosis. Research methods : The research design used was analytical observational with a cross sectional approach. The population in this study were all HIV sufferers who were undergoing inpatient treatment in the UPIPI Room at Dr. RSUD. Soetomo. The sampling technique uses total sampling. The independent variable in this study is HIV sufferers. The dependent variable in this study is the incidence of tuberculosis. Data analysis used the Spearman Rank test with significance <0.05. Result : The research design used was observational analytics with a cross sectional approach. The population in this study were all HIV sufferers who were undergoing inpatient treatment in the UPIPI Room at Dr. RSUD. Soetomo. The sampling technique uses total sampling. The independent variable in this research is HIV sufferers. The dependent variable in this research is the incidence of tuberculosis. Data analysis using the Rank Spearman test with significance <0.05. Conclusions : Tuberculosis infection in HIV patients is closely related to a decrease in the immune system. As the stage of HIV increases, the body's immune system will decrease, so this can increase the risk of opportunistic infection with tuberculosis. The best way to prevent opportunistic infections is to avoid exposing HIV-infected people to tuberculosis.  
Pemberdayaan Masyarakat melalui Aplikasi Website: Spiritual Group Therapy untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Komplikasi Luka Gangren di Kuala Lumpur, Malaysia Siti Nur Hasina; Nur Ainiyah; Misutarno Misutarno; Khairiyatul Afiyah; Rahmadaniar Aditya Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27677

Abstract

ABSTRAK Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Malaysia terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan, khususnya di kalangan lansia perkotaan yang rentan mengalami komplikasi serius seperti diabetic foot disease dan luka gangren akibat kurangnya literasi serta perawatan mandiri. Pengabdian masyarakat  ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku perawatan diri (self-care) dalam mencegah DM serta komplikasi gangren pada lansia di Pusat Aktiviti Warga Emas (PAWE) Kuala Lumpur melalui integrasi Spiritual Group Therapy (SGT) dan portal web interaktif sgtdmcorner.com. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berkolaborasi dengan PCI Muslimat NU Kuala Lumpur. Sebanyak 44 lansia terlibat secara intensif dalam program yang terdiri atas edukasi lima pilar DM, demonstrasi perawatan kaki, sesi psikospiritual SGT secara berkelompok, serta pendampingan digital harian menggunakan website. Evaluasi pre-test dan post-test kuantitatif digunakan untuk mengukur luaran. Sebagian besar peserta adalah perempuan (95,45%, n=42) dan masih aktif bekerja (88,64%, n=39). Edukasi terstruktur secara signifikan melipatgandakan kognitif peserta, di mana pengetahuan baik melonjak dari 18,18% (n=8) menjadi 75,00% (n=33), sedang berubah dari 25,00% (n=11) menjadi 18,18% (n=8), dan kurang menyusut dari 56,82% (n=25) menjadi hanya 6,82% (n=3). Evaluasi target luaran lainnya menunjukkan terbentuknya kepatuhan self-management harian yang tinggi (diet, aktivitas, obat), kemandirian perawatan kaki serta peningkatan ketenangan batin lansia pasca SGT. Kolaborasi program pemberdayaan berbasis spiritual dan platform kesehatan digital berhasil secara efektif memperkuat kapasitas lansia dalam mengelola diabetes serta memitigasi risiko amputasi luka gangren. Pemberdayaan kader Muslimat NU direkomendasikan sebagai langkah keberlanjutan program. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Spiritual Group Therapy, Perawatan Mandiri, Lansia, Gangren Kaki.  ABSTRACT The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) in Malaysia continues to escalate, particularly among urban elderly who are highly vulnerable to serious complications such as diabetic foot ulcers and gangrenous wounds due to low health literacy and inadequate self-care. This community services program aimed to enhance health literacy, self-care behaviors, and emotional resilience among the elderly at the Pusat Aktiviti Warga Emas (PAWE) Kuala Lumpur through the integration of Spiritual Group Therapy (SGT) and the interactive digital platform sgtdmcorner.com. Collaborating with PCI Muslimat NU Kuala Lumpur, 44 elderly participants actively engaged in five-pillar DM education, diabetic foot care demonstrations, group SGT sessions, and digital daily monitoring. A pre-post quantitative evaluation was conducted to measure outcomes across all designated targets. Participants were mostly female (95.45%, n=42) and actively employed (88.64%, n=39). The program significantly doubled the cognitive capacity of participants, where good knowledge skyrocketed from 18.18% (n=8) to 75.00% (n=33), moderate level became 18.18% (n=8), and poor knowledge shrank dramatically from 56.82% (n=25) to 6.82% (n=3). Evaluation of other target outputs revealed significant improvements in self-management compliance, foot-care independent practice, and spiritual well-being. Integrating spiritual support with health technology effectively empowers the elderly in diabetes management and early detection of gangrenous risks. Utilizing trained Muslimat NU cadres is crucial for long-term program sustainability. Keywords: Diabetes Mellitus, Spiritual Group Therapy, Self-Care, Elderly, Diabetic Foot.