Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN HUKUM BAGI SISWA DAN SISWI SMAN 3 TAMBUN SELATAN TERKAIT UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH Fransiska Novita Eleanora; Dwi Seno Wijanarko; Fanny Afifah; Pramesty Anindya Putri; Sulistiawati Sulistiawati; Salma Salsabila; Sony Ryan Pradana; Maulana Fahrul Hidayat; Kevin Louis; Aimee Malca Luwinanda
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2023): JULI 2023
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v2i3.2649

Abstract

The phenomenon of acts of sexual violence is increasing rapidly which can also be in the form of sexual harassment which often makes children become victims because children are very weak and vulnerable to actions or actions in the form of harassment and sexual violence. The occurrence of sexual violence can occur anywhere and anytime, both in the environment where children live and also in the school environment where children get knowledge and education for the future, but instead children get actions that violate decency and result in trauma and depression. and stress which results in or has the effect of decreasing enthusiasm for learning, silence, sadness or even contemplating a lot and of course the child is not as cheerful as usual. Therefore, so that children or students do not become perpetrators or even victims of acts of harassment and even sexual violence, it is necessary to prevent efforts in the form of increasing understanding of the extent of sexual harassment and violence that students need to know so that they can respond and protect themselves. to always be vigilant and careful not to fall victim.
Disparitas putusan hakim atas tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak Fanny Afifah; Lukman Hakim; Edi Saputra Hasibuan
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 4 (2025): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i4.1901

Abstract

Dalam menjatuhkan hukuman, hakim harus mengikuti aturan hukum yang berlaku, namun tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, manfaat dari hukuman, efektivitas pemidanaan, dan harapan agar pelaku dapat berubah setelah menjalani hukuman di penjara. Jika dalam putusan hakim tidak memperhitungkan faktor-faktor tersebut, maka hal ini bisa menyebabkan ketidakpastian hukum dan ketidakadilan, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan disparitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab utama terjadinya disparitas dalam putusan hakim dalam kasus tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan analisis dokumen, yang melibatkan sumber hukum seperti perundang-undangan, putusan pengadilan, kontrak, teori hukum, serta pendapat para ahli sebagai dasar analisis. Disparitas dalam putusan hakim pada kasus pencurian yang dilakukan anak bisa terjadi karena hakim memiliki pertimbangan yang berbeda dalam menentukan hukuman. Meskipun hakim berwenang menegakkan keadilan, dalam praktiknya, ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai tindak pidana pencurian tidak mencantumkan batas minimum hukuman, sehingga tidak ada pedoman yang jelas bagi hakim. Oleh karena itu, meskipun ketiga putusan yang dianalisis dalam penelitian ini memiliki kesamaan dalam hal kasus, pelaku, dan pasal yang dikenakan, masih ada kemungkinan terjadinya disparitas atau ketidakadilan bagi pelaku, khususnya anak.