Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGOLAHAN IKAN “PUPU’ MANDAR” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE Zulkifli Zulkifli; Ismail Keri; Imran Rizki A; Sultan Hasanuddin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.%p

Abstract

Kabupaten Majene adalah salah satu daerah  yang berada dipesisir pantai sehingga kabupaten Majene memiliki potensi perikanan yang sangat besar, wilayah  dengan jumlah tangkapan  ikan yang cukup banyak berada di Kecamatan  Banggae Timur Kabupaten Majene. Berbagai  komoditas perikanan laut hasil tangkapan nelayan diantaranya yaitu  ikan tongkol/cakalang, ikan tuna,   ikan layang dan ikan terbang. Hasil tangkapan ikan laut ini oleh nelayan langsung dijual ke penadah ikan. Untuk daerah pemasaran sendiri,  Ikan hasil tangkapan nelayan masih dipasarkan disekitar wilayah kabupaten Majene maupun beberapa kabupaten lainnya di Sulawesi Barat seperti  Polewali, dan Mamuju.Dengan adanya perkembangan teknologi, khususnya  teknologi pengolahan  perikanan, diversifikasi produk perikanan menjadi pilihan yang tepat. Diversifikasi  produk perikanan dilakukan dengan tujuan meningkatkan nilai tambah ikan melalui penambahan bahan baku utama dengan bahan tertentu.Permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha pengolahan ikan di Kabupaten Majene adalah kurangnya  kesadaran masyarakat nelayan dalam memanfaatkan hasil tangkapan ikan dengan mengolahnya menjadi berbagai produk olahan ikan untuk menambah penghasilan. Pengabdian masyarakat ini  hadir sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan melalui pelatihan pengolahan ikan “Pupu’ Mandar”, untuk dapat menambah penghasilan masyarakat nelayan.
Affirmative Action Terhadap Perempuan dalam Bidang Politik; Sebuah Tinjauan di Negara Hukum Pancasila Ayu Annisa Akmaliyah; Irfan Amir; Ismail Keri; Rosita Rosita
-
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/clr.v1i2.3972

Abstract

Penelitian ini menganalisis terkait kebijakan affirmative action terhadap perempuan dalam bidang politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konsep dan urgensi terkait affirmative action terhadap perempuan di Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan affirmative action di Indonesia dimulai pasca ratifikasi konvensi CEDAW yang menuntut untuk dibuatkannya peraturan perundang-undangan terkait penghapusan deskriminasi terhadap perempuan. Implikasinya, khususnya dalam bidang politik, affirmative action diakomodir dalam Undang-Undang Pemilu dan Partai Politik yang mengatur kuota 30% keterlibatan perempuan dan menegaskan penerapan zipper system dalam pemilu 2009. Namun dalam perkembangannya, zipper system diputus inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi karena melanggar hak konstitusional warga dan menetapkan keterpilihan calon anggota legislatif didasarkan pada suara terbanyak.
Analisis Yuridis Empiris Pencatatan Nikah Siri Pasangan Di Bawah Umur A. Rahmaniar; Irfan Amir; Ismail Keri; Ilmiyati Ilmiyati; Asni Zubair; Rosita Rosita
-
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/clr.v1i2.3995

Abstract

Secara yuridis normatif, perkawinan dibawah umur dilarang. Perkawinan yang diizinkan oleh negara adalah bagi mereka pasangan calon yang telah memenuhi syarat usia minimal 19 tahun. Akan tetapi, negara tetap membuka peluang terjadinya perkawinan dibawah umur, yakni melalui pengajuan dispensasi kawin pengadilan dengan syarat “alasan mendesak”.  Akan tetapi, fakta empris di Kecamatan Cenrana, masih terdapat temuan kasus dimana pasangan calon yang menikah tergolong dalam klasifikasi perkawinan dibawah umur dan dilangsungkan secara siri/dibawah tangan tanpa melibatkan KUA. Pasangan calon yang menikah dibawah umur dan dilangsungkan secara siri pada dasarnya telah menyampaikan ke KUA untuk dicatatkan perkawinannya, namun ditolak oleh KUA dengan alasan belum cukup umur. Pasangan ini, jika tetap akan melangsungkan perkawinan, agar sah menurut agama dan diakui oleh negara, KUA memberikan nasihat dan mengarahkan untuk terlebih dahulu mengajukan dispensasi kawin di pengadilan agama. Namun, jarak tempuh antara Kec. Cenrana dengan Pengadilan cukup jauh dan didukung oleh persepsi masyakat yang memandang pengurusan dispensasi kawin di pengadilan ribet dan berbelit-belit, Keluarga kedua mempelai beserta pasangan calon, lebih memilih untuk melangsungkan perkawinan secara siri dan menunda penerbitan buku nikah
PENGOLAHAN IKAN “PUPU’ MANDAR” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE Zulkifli Zulkifli; Ismail Keri; Imran Rizki A; Sultan Hasanuddin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.%p

Abstract

Kabupaten Majene adalah salah satu daerah  yang berada dipesisir pantai sehingga kabupaten Majene memiliki potensi perikanan yang sangat besar, wilayah  dengan jumlah tangkapan  ikan yang cukup banyak berada di Kecamatan  Banggae Timur Kabupaten Majene. Berbagai  komoditas perikanan laut hasil tangkapan nelayan diantaranya yaitu  ikan tongkol/cakalang, ikan tuna,   ikan layang dan ikan terbang. Hasil tangkapan ikan laut ini oleh nelayan langsung dijual ke penadah ikan. Untuk daerah pemasaran sendiri,  Ikan hasil tangkapan nelayan masih dipasarkan disekitar wilayah kabupaten Majene maupun beberapa kabupaten lainnya di Sulawesi Barat seperti  Polewali, dan Mamuju.Dengan adanya perkembangan teknologi, khususnya  teknologi pengolahan  perikanan, diversifikasi produk perikanan menjadi pilihan yang tepat. Diversifikasi  produk perikanan dilakukan dengan tujuan meningkatkan nilai tambah ikan melalui penambahan bahan baku utama dengan bahan tertentu.Permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha pengolahan ikan di Kabupaten Majene adalah kurangnya  kesadaran masyarakat nelayan dalam memanfaatkan hasil tangkapan ikan dengan mengolahnya menjadi berbagai produk olahan ikan untuk menambah penghasilan. Pengabdian masyarakat ini  hadir sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan melalui pelatihan pengolahan ikan “Pupu’ Mandar”, untuk dapat menambah penghasilan masyarakat nelayan.
Qana’ah sebagai Faktor Moderasi dalam Perilaku Konsumsi Makanan dan Minuman Kemasan Multi Trip di Kalangan Pelajar muhammad adnan; Abd. Rasyid R; Ismail Keri
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe lifestyle shift among students in the digital era has driven a growing trend in the consumption of multi-trip packaged food and beverages. This study highlights the influence of environmental awareness, consumption compliance, and price on this consumption change, while also exploring the moderating role of qana’ah (Islamic contentment). The central focus is on how the Islamic value of qana’ah can help balance students’ consumer behavior to be more environmentally friendly and sustainable. The objective of this research is to examine whether environmental awareness, consumption compliance, and price significantly influence consumption change, and to what extent qana’ah moderates these relationships. This study adopts a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 150 students in Bone Regency and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the SmartPLS application. The results show that environmental awareness does not have a significant effect, while consumption compliance and price have a significant effect on the shift toward multi-trip packaging consumption. Moreover, qana’ah does not moderate the effects of environmental awareness and consumption compliance, but significantly moderates the effect of price. The implications of this research suggest that applying the value of qana’ah can be an effective strategy to foster sustainable consumption awareness among students. These findings are valuable for policymakers, educators, and packaging industry stakeholders in developing more ethical and ecological approaches. Keywords: Qana’ah, multi-trip packaging consumption, environmental awareness, consumption compliance, price