Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan SDM dalam Mengatasi Tingginya Pengangguran Lulusan Muda di Provinsi Banten Aditiya Pratama; Tajudin Tajudin; Mutmainah Mutmainah; Wahyudi Wahyudi; Bayu Rangga Kurniawan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.992

Abstract

Pengangguran lulusan muda merupakan permasalahan ketenagakerjaan yang kompleks di Provinsi Banten, salah Satu provinsi di Indonesia memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang paling tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten tahun 2026, TPT tercatat sebesar 6,59 persen, mengalami penurunan dari 7,02 persen pada Februari 2024. Meskipun terdapat perbaikan, angka tersebut masih tergolong tinggi, terutama mengingat Banten merupakan kawasan industri besar yang mencakup Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Tangerang. Penelitian ini memakai metode kualitatif yang menggunakan pendekatan studi literatur untuk menganalisis cara-cara pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). sebagai solusi dalam mengatasi pengangguran lulusan muda. Kajian didasarkan pada Teori Human Resource Development (HRD) dari Werner dan DeSimone yang mencakup tiga indikator utama, yaitu Pelatihan dan pengembangan, pendidikan, serta pengembangan karier. Fenomena ketidakcocokan keterampilan dikenal sebagai faktor utama yang menghalangi penyerapan tenaga kerja muda. Ini terjadi karena ada perbedaan antara kemampuan yang dimiliki lulusan dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh industri. Strategi pengembangan sumber daya manusia yang disarankan mencakup peningkatan program pelatihan yang berfokus pada kemampuan, memperbarui pendidikan vokasi dengan konsep yang menghubungkan industri dan pendidikan, pengembangan kemampuan digital, sertifikasi untuk tenaga kerja, dan peningkatan layanan bimbingan karier. Pelaksanaan strategi itu memerlukan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi yang terus-menerus dalam pengembangan sumber daya manusia adalah hal yang sangat penting untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di Provinsi Banten, terutama di zaman transformasi digital ini.
Meningkatkan Kinerja Karyawan dengan Gaya Kepemimpinan Transformasional melalui Motivasi Kerja (Studi PT QL Agrofood Feedmill) Dimas Rachmadi Ramdhan; Anisatul Awaliah; Nanda Dinda; Rokmani Rokmani; Tajudin Tajudin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada PT QL Agrofood Feedmill. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pengelolaan sumber daya manusia dalam industri manufaktur feedmill yang menghadapi tekanan efisiensi produksi, fluktuasi bahan baku, dan tuntutan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 161 karyawan dan sampel berjumlah 115 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis jalur, uji t, uji F, koefisien determinasi, serta uji Sobel dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Namun, gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,834, yang berarti model mampu menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 83,4%. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan. Dengan demikian, peningkatan kinerja karyawan lebih efektif dilakukan melalui penguatan motivasi kerja secara langsung, disertai penerapan kepemimpinan transformasional sebagai faktor pendukung dalam menciptakan lingkungan kerja yang inspiratif dan produktif. Temuan ini memperlihatkan bahwa motivasi kerja memiliki peran strategis sebagai determinan utama kinerja, terutama pada organisasi manufaktur yang sangat bergantung pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi operasional karyawan di setiap bagian.
Dampak Kompetensi dan Penempatan Jabatan terhadap Produktivitas Kerja Aparatur Ahmad Haikal Taliwang; Mila Rosyana; Lina Marlina; Tajudin Tajudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40075

Abstract

Studi ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana kompetensi dan penempatan jabatan berkontribusi terhadap produktivitas kerja aparatur organisasi. Kompetensi mencakup kapabilitas individu yang terwujud dalam pengetahuan, kecakapan teknis, serta orientasi sikap dalam pelaksanaan tugas, sementara penempatan jabatan dimaknai sebagai upaya organisasi dalam menyesuaikan posisi pegawai dengan kapasitas dan latar belakang keahlian yang dimiliki. Berbagai persoalan kerap muncul akibat ketidaksesuaian antara jabatan yang diemban dengan kompetensi aktual pegawai, yang berimbas pada penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang memadukan strategi deskriptif dan asosiatif. Instrumen kuesioner digunakan sebagai sarana utama pengumpulan data dari pegawai selaku responden. Pengujian data mencakup uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien determinasi. Hasil analisis mengungkapkan bahwa kompetensi memberikan dampak positif dan bermakna secara statistik terhadap produktivitas kerja aparatur. Penempatan jabatan yang selaras dengan kemampuan pegawai juga terbukti mendorong peningkatan kinerja secara signifikan. Secara bersama-sama, kedua variabel membentuk pengaruh yang kuat terhadap produktivitas kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi yang dibarengi penempatan jabatan yang tepat akan mendorong capaian kinerja yang lebih tinggi.