Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DENGAN ALAT PERAGA KABARU PADA MATERI LUAS PERMUKAAN PRISMA DAN LIMAS Yuliana Alfiyatin
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran yang berlangsung selama ini cenderung berpusat pada guru, siswa tidak diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, serta jarangnya penggunaan alat peraga sehingga siswa merasa kesulitan untuk memahami suatu konsep atau materi, akibatnya siswa menjadi pasif dan pembelajaran menjadi membosankan. Salah satu altertatif model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk mengaktifkan siswa sehingga siswa bereksperimen secara langsung menggunakan alat peraga dalam mencari dan menemukan konsep/prinsip matematika adalah penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan: mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran penemuan penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII-A dari dua kelas yang diambil secara acak di MTs Al-Falah Dakiring-Socah Bangkalan untuk kelas ujicoba. Pengembangan perangkat dilakukan menggunakan model 4-D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Hasil analisis data menunjukkan perangkat pembelajaran penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas yang dihasilkan baik, ini terlihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran efektif, respon siswa positif, tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel, dan sensitif, serta ketuntasan hasil belajar secara klasikal terpenuhi.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DALAM PANDANGAN SISWA MI AL-FALAH DAKIRING-BANGKALAN Yuliana Alfiyatin
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan banyak sekali tantangan yang dihadapi seorang guru, seperti pengelolaan kelas, pemilihan media pembelajaran ataupun tentang pemilihan strategi,model ataupun metode pembelajaran yang semuanya untukmenciptakan kondisi yang efektif dengan tujuan menggiring siswa mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Yamin dan maisah berpendapat bahwa usaha guru dalam menciptakan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila: pertama, diketahui secara cepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses pembelajaran, kedua, dikenal masalah-masalah yang diperkirakan dan biasanya timbul dan dapat merusak iklim pembelajaran, ketiga, dikuasainya berbaga pendekatan dan pengelolaan kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana pendekatan digunakan. Permasalahan-permasalahan di atas lebih cenderung permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar dikelas. Namun kini dunia sedang dilanda wabah secara global, pun juga Indonesia. Wabah ini dikenal dengan sebutan covid-19 atau coronavirus disease 19 yang menyerang manusia serta penularan manusia terhadap manusia. Dunia Pendidikan di Indonesia saat ini khususnya Lembaga Pendidikan formal baik tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi menerapkan pembelajaran daring/jarak jauh melalui aplikasi online pendukung seperti telepon, whatsapp,classroom, dan sebagainya. Begitu pula pembelajaran ini juga diterapkan di MI Al-Falah Dakiring-Bangkalan. Melalui wawancara dengan kepala madrasah, wali kelas 1 sampai kelas 6 mendapatkan hasil bahwa pembelajaran daring diterapkan sejak akhir maret hingga sekarang, dan dalam proses penerapannya terdapat banyak kendala antara lain tidak semua siswa dan wali siswa mempunya HP android, sehingga usaha yang dilakukan adalah meminjam atau menumpang pada teman lain yang mempunyai HP android, selain itu terdapat kendala sinyal baik dari pihak ssiswa maupun guru dalam proses belajar mengajar, serta hasil rekapitulasi angket yang dilakukan terhadap seluruh siswa sejumlah 78 siswa MI Al-Falah Dakiring Bangkalan terkait efektivitas penerapan pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kriteria efektif dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa : (1)Berdasarkan hasil angket diperoleh, data yang didapat kurang dari 18% responden secara keseluruhan yang menjawab iya atau setuju. Artinya hal tersebut tidak memenuhi kriteria efektif dalam penerapan pembelajaran daring. Selain itu didukung dari hasil wawancara kepala madrasah dan para guru wali kelas yang menyatakan bahwa pembelajaran daring kurang efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar di MI Al-Falah Dakiring socah.(2) terdapat kurang dari 54% nilai ulangan harian siswa secara keseluruhan yang mendapat nilai diatas KKM pada mata pelajaran matematika pada saat penerapan pembelajaran daring yang berarti bahwa hal tersebut tidak memenuhi kriteria efektif dalam penerapan pembelajaran. Artinya pembelajaran daring kurang efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar di MI Al-Falah Dakiring socah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM USAHA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DAN PECAHAN SEDERHANA Yuliana Alfiyatin
AL - IBRAH Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v7i2.210

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika merupakan permasalahan yang terjadi di SDN Kramat 01 Bangkalan. Adapun salah satu penyebabnya adalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika karena orientasi pembelajaran yang selalu berpusat pada guru. Dimana guru merupakan sumber segala informasi sehingga dalam pembelajaran matematika peserta didik hanya menunggu hasil akhir dari penyelesaian yang berasal dari guru. Adapun materi pembelajaran yang sangat sulit dipecahkan oleh peserta didik khususnya di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan ialah materi pecahan dan pecahan sederhana sebab materi ini merupakan materi dasar yang akan dipakai pada materi-materi selanjutnya, baik pada materi kelas V dan VI bahkan pada jenjang pendidikan setelah SD. Alternatif pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan model pembelajaran group investigation pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan 2 siklus dalam proses peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus 1 bahwa jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≥ 65 sebanyak 8 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 29,63 % sedangkan jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≤65 sebanyak 19 orang dengan persentase ketidaktuntasan menjadi 70,37%. Kemudian pada siklus II diperoleh bahwa jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≥ 65 sebanyak 25 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 92,59% sedangkan jumlah peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 2 orang dengan persentase ketidaktuntasan menjadi menjadi 7,41%.
PENGARUH ICE BREAKING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN FPB DAN KPK KELAS V SDN KRAMAT 01 BANGKALAN Yuliana Alfiyatin
AL - IBRAH Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v8i1.265

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SDN Kramat 01 Bangkalan, tepatnya di kelas V menunjukkan bahwa suasana pembelajaran yang monoton sebab Guru menerapkan pembelajaran konvensional yaitu menjelaskan, memberi contoh dan memberi tugas serta pembahasan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut memunculkan rasa bosan dan kurangnya rasa semangat pada sebagian siswa sehingga banyak siswa yang kurang memperhatikan guru saat menjelaskan materi pembelajaran, akibatnya hasil belajar belum mampu untuk dicapai. Dibuktikan dengan hasil belajaran siswa banyak yang mendapatkan nilai di bawah KKM (Kriteria kelulusan minimal) yaitu 70, serta secara klasikal kurang dari 80% siswa secara klasikal yang mendapat nilai di atas KKM. Peneliti ingin menerapkan inovasi pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan semangat siswa dalam belajar dan hasil belajarnya. Salah satu alternatifnya yang dapat dikembangkan untuk membantu permasalahan tersebut adalah melalui permainan ice breaking diharapkan siswa menjadi semangat dalam belajar dan menjaga konsentrasi dan perhatian dalam melakukan proses pembelajaran menjadi lebih baik dan siswa dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru.
KURIKULUM DAN MASYARAKAT Hermanto Halil; Yuliana Alfiyatin
AL - IBRAH Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i2.176

Abstract

Masyarakat senantiasa berubah dan akan terus berubah dari masa ke masa. Masyarakat di era modernisasi sangat jauh berbeda dengan masyarakat pada sebelum ini, dan akan berbeda dengan masyarakat pada anak cucu kita nanti. Dan yang jelas semakin banyak tuntutan masyarakat dalam rangka mengimbangi pola dan gaya hidup saat ini. Perubahan itu jelas akan mempengaruhi cara atau gaya hidup dan cara berpikir kita. Dunia yang luas ini, kini tidak lagi menjadi kendala perhubungan manusia. Segala sesuatu yang dianggap penting oleh manusia, akan terpublish di media sosial. Pendek kata, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu memanjakan manusia. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa ciri masyarakat itu adalah dinamis. Dikarenakan banyaknya tuntutan pola da gaya hidup. Kurikulum, dengan demikian, harus elastis dan fleksibel serta dinamis mengikuti arus perkembangan yang terus diusahakan oleh manusia itu. Kurikulum yang dinamis penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, sebab sifatnya yang fungsional dan mempersiapkan anak untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat mereka hidup. Abstract Society is always changing and will continue to change from time to time. Society in the modernization era is very much different from the society in the past, and will be different from the society for our children and grandchildren later. And what is clear is that there are more and more demands from society in order to balance the current patterns and lifestyles. These changes will obviously affect the way or lifestyle and our way of thinking. This vast world is now no longer an obstacle to human communication. Everything that is considered important by humans will be published on social media. In short, advances in science and technology can spoil humans. As we all know, the characteristics of society are dynamic. Due to the many demands of the pattern and lifestyle. The curriculum, therefore, must be elastic and flexible as well as dynamic following the current of developments that are continuously being pursued by humans. A dynamic curriculum is important for maintaining human survival, because it is functional and prepares children to face problems in the society in which they live.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN BILANGAN BULAT KELAS VI MI AL-FALAH Yuliana Alfiyatin
JEMI Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i2.285

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena manusia juga terlahir dengan tanpa membawa apapun untuk hidup di dunia ini. Maka perlu ikut serta berikhtiar dalam proses kehidupan manusia salah satunya dengan belajar. Belajar juga dapat diartikan sebagai kegiatan menuntut ilmu yaitu salah satunya dapat ditempuh melalui pendidikan. Dalam proses belajar, Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai bidang studi yang akan diajarkan saja, tetapi juga harus menguasai dan mampu menggunakan salah satunya model pebelajaran. Guru kreatif, professional dan menyenangkan harus memiliki beberapa konsep dan cara untuk mendongkrak kualitas pembelajaran. Pembelajaran akan berjalan dengan baik ketika guru memiliki tanggung jawab di dalam pembelajaran tersebut misalnya inisiatif penggunaan inovasi model pembelajaran yang memungkinkan siswa bisa belajar secara maksimal dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk belajar secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri .tujuan penelitian ini adalah Menggambarkan Proses penerapan Model Pembelajaran inkuiri terbimbing dan Untuk mengetahui adanya pengaruh Proses penerapan Model Pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Bilangan Bulat Kelas VI MI Al-Falah Dakiring. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Dokumentasi, Angket , THB (Tes Hasil Belajar). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI MI Al-Falah Dakiring. Pada penelitian ini sampel dari kelas VI berjumlah sebanyak 29 siswa. penelitian ini dilakukan MI. Al-Falah berada di desa Dakiring Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Analisis penelitian ini adalah menggunakan analisis dengan menggunakan rumus prosentase. dari hasil pembahasan dan penelitian tersebut memperoleh kesimpulan sebagai berikut, rekomendasi pada penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat memberi belajar yang baru dan aktif sehingga mendapatkan kesempatan pada siswa untuk belajar lebih dan mampu mencoba hal yang baru tanpa dilepas langsung melainkan guru akan membimbing dan mengarahkanya Kata kunci: Model pembelajaran inkuiri terbimbing, hasil belajar
PENGARUH MODEL PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA KELAS II SDN TOLBUK Subaidi; Yuliana Alfiyatin
JEMI Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i1.297

Abstract

Belajar merupakan aktivitas interaksi aktif individu terhadap lingkungan sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Sementara itu pembelajaran adalah penyediaan kondisi yang mengakibatkan terjadinya proses pelajaran pada siswa. Yang perlu menjadikan perhatian adalah pola interaksi yang dibangun karena disinilah proses penyampaian pengetahuan dan nilai-nilai dalam materi pelajaran tersebut berlangsung. Apabila pola interaksi yang dibangun antara guru dan siswa sangat baik, maka bukan untuk memperoleh perubahan prilaku melalui berbagai upaya, metode dan pendekatan kearah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus kreatif dan tepat dalam memilih model ataupun metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satunya menggunakan model paradigma pedagogi reflektif (PPR) yang hal itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Model PPR juga mengembangkan pola pikir siswa menjadi siswa yang berkemanusian. Model PPR mengembangkan competence, conscience, dan compassion yang sama dengan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Langkah-langkah model PPR sendiri diawali dengan konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Siswa diharapkan mempunyai pemikiran yang nalar, sikap disiplin dan berinisiatif, serta mampu mengembangkan integritas pribadi dan berpikir positif. Siswa juga diharapkan mampu menerima nilai kedisiplinan dengan baik, bukan hanya kemampuannya kognitifnya saja, namun juga dapat merasakan pentingnya nilai dalam kehidupan serta dapat melaksanakan nilai tersebut. Penerapan model paradigma pedagogi reflektif di kelas II SDN Tolbuk dikategorikan baik. Hal ini terbukti dari angket yang sudah dianalisa karena rata-rata berada diatas 70% Kemandirian siswa kelas II SDN Tolbuk berkategorikan baik dan secara klasikal memperoleh nilai lebih dari 3 dan berkategori baik. Berdasarkan hasil penghitungan korelasi product moment antara model paradigma pedagogi reflektif di kelas II SDN Tolbuk menggunakan rumus product moment dengan nilai perhitungan yang diperoleh dari koefisien kolerasi (r) sebesar 0,78 lebih besar daripada r table, baik taraf signifikansi 10% dengan nilai maupun pada signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesa penelitian Ha yang diajukan dapat diterima artinya ada pengaruh model paradigma pedagogi reflektif terhadap kemandirian siswa kelas II SDN Tolbuk. Kata Kunci: model paradigma pedagogi reflektif, kemandirian
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN PECAHAN SISWA KELAS III MI AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN Yuliana Alfiyatin
JEMI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v2i1.394

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika merupakan permasalahan yang terjadi di MI Al-Ibrohimy Galis-Bangkalan. Rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III tersebut disebabkan oleh faktor guru di antaranya: (1) guru dalam proses pembelajaran kurang membimbing siswa dalam bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain atau teman sebangkunya; (2) guru kurang mengoptimalkan partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan pada proses pembelajaran;dan (3) guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain. Adapun materi pembelajaran yang sangat sulit dipecahkan oleh siswa khususnya di kelas III MI-Alibrohimy Bangkalan ialah materi pecahan sebab materi ini merupakan materi dasar yang akan dipakai pada materi-materi selanjutnya, baik pada materi kelas V dan VI bahkan pada jenjang pendidikan setelah SD/MI/Sederajat. Alternatif pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas III MI Al-Ibrohimy Bangkalan yaitu menerapkan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation) serta ada tidaknya pengaruh Penerapan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation) terhadap hasil belajar siswa kelas III MI al-Ibrohimy Bangkalan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket dan Tes Hasil Belajar (THB) yang kemudian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara Penerapan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation) dengan hasil belajar siswa kelas III MI Al-Ibrohimy pokok bahasan pecahan yaitu menggunakan analisis product moment. Diperoleh hasil rxy hitungnya adalah 0,751 r table pada taraf signifikan 5% adalah 0,413 r hitung diperoleh 0,751 yang kemudian dibandingkan dengan r tabelnya diperoleh 0,413 menunjukkan bahwa lebih besar r hitung dibandingkan r table, artinya H1 diterima dan H0 ditolak, maka ada pengaruh model pembelajaran POE (Prediction, Observation, Explanation) terhadap hasil belajar pada pokok bahasan pecahan siswa kelas III MI Al-Ibrohimy Galis-Bangkalan.
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN TELLOK 1 GALIS BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v4i1 Januari.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis, faktor, model diagnosis kesulitan belajar, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar anak di SDN Tellok 1 Galis Bangkalan pada mata Pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Responden utama penelitian ini adalah siswa, guru, dan orang tua di SDN Tellok 1 Galis Bangkalan. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi pola-pola dalam data yang relevan dengan konsep kesulitan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi berbagai macam kesulitan, seperti kesulitan memahami konsep Matematika yang abstrak, keterampilan komputasi yang terbatas, dan rasa takut atau kecemasan terhadap pelajaran tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar ini meliputi lingkungan belajar di sekolah dan di rumah, serta metode pengajaran yang digunakan oleh guru. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru di sekolah tersebut meliputi penyesuaian dengan gaya belajar siswa, mengadopsi pendekatan yang positif dan pemberian motivasi bagi siswa, serta melakuan kolaborasi yang erat antara guru, orang tua, dan siswa.
Kausalitas dalam Perspektif Teologi dan Filsafat Al-Ghazali Firdiansyah, Adin Lazuardi; Alfiyatin, Yuliana
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/elbanat.2023.13.2.254-271

Abstract

Al-Ghazali is often cited as the first theologian to systematically explain the inevitability of cause-and-effect relationships. In fact, Al-Ghazali did not reject the law of causality, but what he rejected was the view of Muslim philosophers who said that causality is a necessity or certainty. This literature research aims to analyze Al-Ghazali's thoughts about causality from two points of view at once: theology and philosophy. The author finds that in al-Ghazali's view, causality is only an appearance and is the impact of the human habit of linking two events that occur consistently in nature. Religion according to Al-Ghazâlî must be defended from attacks by philosophy. The dynamics of these beliefs and attitudes are closely related to critical responses to the thoughts of Muslim philosophers. Therefore, socio-historically, Al-Ghazâlî's argument about causal relationships cannot be used as a holistic benchmark or standard that this is Al-Ghazâlî's true view and attitude