Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kurangnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Hukum Berlalu Lintas di Indonesia Khairunnisa Khairunnisa
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 7 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i7.1592

Abstract

Kesadaran hukum merupakan salah satu unsur penting selain unsur ketaatan hukum yang sangat menentukan efektif atau tidaknya pelaksanaan hukum atau perundang-undangan di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap hukum berlalu lintas di Indonesia saat ini, yang dimana menunjukan bahwa kesadaran hukum pada masyarakat yang masih kurang kuat untuk membuat masyatakat patuh terhadap peraturan-peraturan berlalu lintas. Artikel ini dibuat dengan cara menggunakan metode empiris, yaitu tulisan hukum yang mengambil hukum sebagai makna dan mempelajari bagaimana hukum bekerja di masyarakat dan juga metode ini melakukan penelitian individu yang berkaitan dengan kehidupan sosial, sehingga disebut sebagai sosiologi hukum. Penelitian hukum ini didasarkan pada banyak fakta yang ada di masyarakat dan pimpinan RT yang tahu mengenai kesadaran hukum. Salah satu problem hukum pada saat ini adalah masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat yang berakibatnya terjadi pelanggaran hukum. Kesadaran hukum berlalu lintas juga perlu ditanamkan sejak dini yang berawal dari linkungan keluarga, yaitu setiap anggota keluarga dapat melatih untuk memahami hak-hak dan tanggung jawabnya terhadap keluarga, menghormati hak-hak anggota keluarga lain, dan menjalankan kewajibannya sebelum menuntut haknya. Apabila hal ini dapat dilakukan, maka ia pun akan terbiasa menerapkan kesadaran yang telah dimilikinya dalam lingkungan yang lebih luas.
PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI MAHAKAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ONLINE MONITORING (ONLIMO) PADA STASIUN KLHK 167 KOTA SAMARINDA Rahmahtriananda Faradilla; Febrina Zulya; Khairunnisa Khairunnisa; Ibrahim Ibrahim; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23093

Abstract

Sungai Mahakam mengalami penurunan kapasitas baik dari segi kualitas maupun kuantitas air, sehingga fungsi dan perannya sebagai sumber air bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai menjadi kurang optimal. Untuk menjaga kualitas air sesuai peruntukannya, diperlukan sistem pemantauan yang berkelanjutan dan terintegrasi secara daring.  Penelitian ini bertujuan untuk memantau kualitas air Sungai Mahakam secara berkala serta menentukan status mutunya berdasarkan data dari Stasiun KLHK 167 menggunakan sistem Online Monitoring (ONLIMO). Metode yang digunakan adalah analisis Indeks Pencemaran (IP) dengan parameter Amonia, BOD, COD, DO, TSS, dan TDS. Data dikumpulkan dan dianalisis secara daring melalui sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja secara otomatis dan real-time. Hasil pemantauan selama bulan Oktober 2025 menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Mahakam berada pada kategori cemar sedang selama 14 hari (50%) dan cemar berat selama 2 hari (7,14%) dari total 28 hari pengamatan, sedangkan sisanya tergolong cemar ringan hingga memenuhi baku mutu. Nilai amonia yang tinggi mencapai 11,39% menjadi faktor dominan penyebab pencemaran. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan sistem ONLIMO sebagai alat pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan kualitas air secara cepat dan mendukung upaya pengendalian pencemaran di wilayah Sungai Mahakam.
Biosorption of Ni(II) Ions from Aqueous Solution Using Immobilised Cells of Bacillus cereus Khairunnisa Khairunnisa; Ahmad Moh Nur; Dian Febrianti Pisceselia; Aulia Almag Fira; Putri Aldeani
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i4.1773

Abstract

In the present study, immobilised Bacillus cereus cells were used as a biosorbent for the removal of Ni2+ ions from aqueous solution. Bacillus cereus was immobilised with 3% sodium alginate and 2% CaCl2. The adsorption studies of bacteria were investigated in batch mode. Optimum biosorption conditions were determined as a function of pH, biosorbent dose, Ni2+ ion concentration, and contact time. The removal of Ni2+ ions increases with increased dose of biosorbent, while the adsorption capacity decreases with increasing dose of biosorbent. The equilibrium adsorption data were analysed using the Langmuir and the Freundlich isotherm models. The regression coefficient (R2) for the Langmuir isotherm was 0.9822 at a contact time of 60 minutes and pH 6. The maximum monolayer adsorption capacity (qe) of the biosorbent, as obtained from the Langmuir adsorption isotherm, was found to be 57.80 mg/g with the Langmuir adsorption constant ( 0,086 L/mg. RL values range from 0 to 1, as shown, supporting the previous observation that the Langmuir isotherm was favourable for Ni2+ ion adsorption. The adsorption kinetics were analysed using the pseudo-first-order and pseudo-second-order models. Kinetics of Adsorption followed pseudo-second order with a regression coefficient of pseudo-second order of  R2 0.98, the coefficient of rate constant for pseudo-second order () obtained 0.004 g/mg.min, pointing out that the adsorption mechanism is chemosorption or ion exchange. FTIR spectrum of biosorbent revealed the presence of OH, NH, C-H, C=O and COO-. SEM-EDX was used to analyse the surface morphology and texture of the biosorbent.