Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penguatan Kesadaran Hak Cipta Karya Pembelajaran Bagi Guru di Kota Tegal melalui Katalogisasi dan Digitalisasi Yuniawan, Tommi; Febriani, Meina; Rizkiansyah, Rio Anugrah; Imas Ati, Ning; Cahya Aina, Desyfa; Farchan Muntaha, Muhammad
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i1.22688

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan karya inovatif pembelajaran berbasis digital yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa. Sasaran program ini adalah para guru di Kota Tegal yang memiliki potensi besar namun menghadapi kendala dalam pengembangan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan era digital. Dengan demikian SMP 1 Tegal sangat cocok sebagai mitra UNNES untuk memperluas jejaring tridarma perguruan tinggi sesuai dengan visi UNNES sebagai PTNBH dan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK). Masalah utama yang dihadapi guru meliputi: (1) kurangnya wawasan terkait pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung inovasi pembelajaran, (2) minimnya pemahaman tentang mekanisme perlindungan hak cipta atas karya pembelajaran, dan (3) terbatasnya akses ke pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan profesional.Program ini mengusung metode pelaksanaan berbasis partisipatif, meliputi pelatihan, pendampingan teknis, dan penyusunan karya inovatif. Guru dibimbing untuk menciptakan berbagai bentuk media pembelajaran, seperti modul digital interaktif, video pembelajaran, atau presentasi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, program juga mengintegrasikan sesi pendampingan untuk membantu guru dalam proses pendaftaran hak cipta di Kemenkumham sehingga karya inovatif mereka mendapatkan perlindungan hukum sekaligus dapat digunakan untuk keperluan kenaikan angka kredit. Untuk menjaga keberlanjutan program, tim pengabdi merencanakan pendampingan lanjutan berupa klinik hak cipta dan inovasi pembelajaran yang dilakukan secara berkala, baik secara luring maupun daring. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhenti pada peningkatan kompetensi individual, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Kota Tegal.
Integrasi Ekoliterasi Bermuatan Konservasi dalam Program Literapreneur di Komunitas Literasi Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) Purwokerto Yuniawan, Tommi; Febriani, Meina; Rizkyansyah, Rio Anugrah; Sugiarto, Eko; Fernando, Leo; Hidayat, Sefiyan Eza
Varia Humanika Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v6i1.27124

Abstract

Krisis lingkungan dan rendahnya kesadaran ekologis pada generasi muda menjadi tantangan nyata di era antroposen, termasuk dalam ranah komunitas literasi. Komunitas Literasi Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) Purwokerto menghadapi dua permasalahan utama, yakni rendahnya wawasan ekoliterasi dan belum adanya integrasi antara ekoliterasi dan literapreneur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan ekoliterasi para generasi Z yang menjadi pegiat literasi dan anggota komunitas, serta mengintegrasikan ekoliterasi dalam program literapreneur. Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan dan pendampingan dalam menghasilkan karya literasi hijau yang mengusung tema lingkungan hidup, diikuti dengan pelatihan menulis dan penerbitan karya melalui Penerbit Wadas Kelir. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang berfokus pada alam dapat meningkatkan kesadaran ekoliterasi di kalangan generasi Z, sekaligus mengembangkan kemampuan literapreneur mereka. Implikasi dari program ini adalah pentingnya mengintegrasikan ekoliterasi dalam kegiatan literasi komunitas, yang tidak hanya memperkaya wawasan lingkungan tetapi juga memberikan bekal wirausaha berbasis literasi bagi anggota komunitas. Dengan demikian, penguatan kompetensi ekoliterasi dalam kerangka literapreneur di RKWK dapat menjadi model pemberdayaan komunitas berbasis literasi yang efektif pada era antroposen.