Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA, KOMPETENSI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA YANG BERDAMPAK PADA KINERJA DOSEN POLITEKNIK ATMI SURAKARTA Dewi Kartikasari
Media Akuntansi Vol 30 No 01 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : STIE St. Pignatelli Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.262 KB) | DOI: 10.47202/mak.v30i01.56

Abstract

The purpose of this study are to examine and analyze the influence of Leadership, Work Environment, Competence And Organizational Culture To Job Satisfaction That Impact Lecturer Performance At Polytechnic ATMI Surakarta.This study is a survey research. The data used are primary data by sampling of lecturer at Polytechnic ATMI Surakarta as many as 57 respondents. The data analysis method was tested by validity, reliability test, t-test, F, coefficient of determination (R2) and path analysis test.T test results as follows: leadership not significant effect on job satisfaction, work environment significant effect on job satisfaction, competence significant effect on job satisfaction, organizational culture not significant effect on job satisfaction, leadership not significant effect on performance, the working environment have a significant effect on performance, competence significantly influence the performance, organizational culture not significant effect on the performance, satisfaction significant effect on the performance of work. F test results showed simultaneous variables of leadership, work environment, competence, organizational culture and job satisfaction have a significant effect on the performance of lecturers. Results Analysis The coefficient of determination (R2) shows that 77.7% of faculty performance variation can be explained by the leadership, work environment, competence, organizational culture and job satisfaction while the remaining 22.3% is explained by other factors outside the model. The result of path analysis showed a direct influence on the performance of greater competence than the indirect effect on performance competence through job satisfaction. The direct effect on the performance of the work environment is greater than the indirect effect on the performance of the work environment through job satisfaction. The direct effect on the performance leadership is smaller than the indirect effect of leadership on performance through job satisfaction. The direct effect on the performance organizational culture is smaller than the indirect effect of organizational culture on performance through job satisfaction. Based on the results of total leverage to improve performance would be more effective if through increased competence.
MENINGKATKAN PROFESIONALISME HUMAN RESOURCES DALAM MENGEMBANGKAN ENTERPREUNERSHIP BAGI PELAKU UMKM DAERAH PENUMPING LAWEYAN SURAKARTA JAWA TENGAH Dewi Kartikasari; Margaretha Prihatiningsih; Evi Dewi Kusumawati
Media Akuntansi Vol 33 No 01 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : STIE St. Pignatelli Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47202/mak.v33i01.112

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat di daerah Penumping memberikan pembinaan lebih dalam tentang bagaimana pengembangan Enterpreunership dapat menciptakan Profesionalisme Human Resources sehingga Industri tersebut (IKM) dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak baik tenaga kerja terdidik, terlatih dan terampil sesuai jenjang pendidikan dan pelatihan yang telah diikutinya, serta hasil pengabdian diharapkan dapat mendorong kegiatan peran aktif pelaku IKM dalam meningkatkan citra produk yang kompetitif dan mengedepankan kualitas produk. Metoda pelaksanaan kegiatan pengabdian pada pelaku UMKM wilayah Penumping Laweyan Surakarta bekerja sama dengan Tim Pengabdian STIE ST. Pignatelli Surakarta ini dengan metode ceramah dan praktik merajut oleh Pihak Anggota IKM dengan Tema Pelatihan: Profesionalisme Human Resources Dalam Mengembangkan Enterpreunership Bagi Pelaku UMKM Wilayah Penumping Laweyan Jawa Tengah. Selain metoda ceramah dari Tim Pengabdian STIE St. Pignatelli dan SMK ST. Paulus Pajang Laweyan Surakarta akan senantiasa memberikan pendampingan dan bimbingan pengetahuan dibidang Profesionalisme Human Resources yang berkelanjutan sehingga sampai dengan berhasil sukses. Hasil dari pelaksanaan pengabdian tersebut adalah Profesionalisme Human Resources dapat mengembangkan Enterpreunership bagi pelaku UMKM dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi penyerapan tenaga kerja UMKM di wilayah Penumping Surakarta Jawa Tengah sangat relevan terutama dalam mempersiapkan tenaga kerja terampil, terlatih dan terdidik sesuai kebutuhan dunia usaha yang telah terkover di dalam kewirausahaan daerah setempat. Dimulai dari Usaha home industry kecil membuat sabun cuci pakaian dan piring kemudian berkembang ke produk rajutan, bahan batik dan batik. Hal ini menunjukkan keinginan dan cita-cita home industry tersebut mulai berkembang hingga terampil dan fokus terhadap produk inti kemudian produk sampingan.
PERTUMBUHAN ENTERPREUNERSHIP BERBASIS KINERJA LINGKUNGAN MENUJU GREEN BUSSINES ORGANIZATIONAL DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA TERDIDIK, TERLATIH DAN TERAMPIL BAGI IKM DI DAERAH SOLO BARU SUKOHARJO JAWA TENGAH Margaretha Prihatiningsih; Vitalis Ari Widiyaningsih; Dewi Kartikasari
Media Akuntansi Vol 30 No 02 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : STIE St. Pignatelli Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47202/mak.v30i02.121

Abstract

IKM (Industri Kecil Menengah) sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi   kerakyatan harus selalu mendapatkan pembinaan secara khusus serta bertahap agar terus berkembang dan mampu berperan secara aktif, efesien terutama dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran di negeri ini. Peran IKM akan sukses dan lancar jika berbagai pihak yang berkepentingan di bidang pengembangan IKM mampu menjalin kerjasama dan bersinergi secara continue dan aktif. Seperti misalnya : Pihak Pemerintah melalui Disperindag, Akademisi melalui Tim pengabdian masyarakat STIE dapat menstimulus untuk tercapainya tujuan tersebut. Dalam Kegiatan Pengabdian ini TIM menyoroti tentang bagaimana peran IKM dalam Penyerapan tenaga kerja terdidik, terlatih dan terampil dilingkungan sekitarnya guna mengurangi pengangguran dikaitkan dengan Kinerja lingkungan menuju Green Bussines organizational. Hasil pengamatan langsung menunjukkan perkembangan Industri kecil dan menengah di Solo Baru meningkat seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat yang lebih bervariatif. Saran yang diberikan hendaknya TIM Pengabdian Masyarakat seperti ini lebih aktif dalam meningkatkan pembinaan, penyuluhan dan pendampingan kepada dunia usaha industri kecil menengah sebagai usaha perluasan pangsa pasar. Pembinaan kepada calon IKM bidang industri tekstil, pencuci piring & tekstil dan semacamnya, Kain Batik yang dibina dengan memberi pengetahuan cara menjahit, membordir, menyulam, merajut dsb. dan perawatan tekstil dengan baik dapat dijadikan contoh produk Aneka Industri. Pembinaan tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk pelatihan, ceramah, pemberian pengetahuan dan salah satunya dalam bentuk kegiatan Pelatihan enterpreuner berbasis inovasi dan IT bagi IKM Sabun cuci di lingkungan Pajang Laweyan Surakarta yang telah dilaksanakan pada Oktober -2017 lalu; akan dilanjutkan pada Bulan April – Mei- 2018. Pembinaan tahap kedua dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat bersama Tim Mitra dan Kerjasama STIE dengan memasukan indicator baru yaitu Kinerja lingkungan yang dikemas dalam judul : Kegiatan Pengabdian Growth Enterpreunership Berbasis Kinerja Lingkungan Dalam Meningkatkan Penyerapan tenaga kerja terdidik, terlatih dan terampil menuju Green Bussines Organizational. Hasil nya diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang tumbuhnya Enterpreunership hasil binaan tahun lalu berkarakter innovative dan creative dalam menggunakan teknologi informasi serta memiliki basis yang kuat terhadap analisis lingkungan bisnis yang diukur dari kinerja lingkungan terutama dalam menyerap tenaga kerja terdidik, terlatih & terampil sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru serta menciptakan green bisnis organisasional secara menyeluruh melalui tahapan-tahapan daur hidup produk IKM yang beraneka macam yang menjadi binaannya. Kerja sama yang baik antara TIM Mitra dan Tim Akademisi akan menentukan kunci suksesnya pencapaian tujuan tersebut.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAJANAN BENZENE PADA PEKERJA DI BAGIAN LABORATORIUM INDUSTRI PENGOLAHAN MINYAK BUMI Dewi Kartikasari; Nurjazuli Nurjazuli; Mursid Rahadjo
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 4, No 4 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.734 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v4i4.14384

Abstract

Benzene (C6H6) is a compound produced from petroleum distillation process. Workers in the laboratories of petroleum revinery unit industry are individuals at risk due to exposure to benzene. The purpose of this research is to estimate the health risks of benzene exposures mainly via inhalation in continuous time. This research did at laboratory of PT. Pertamina RU IV Cilacap. This research was descriptive research with environmental health risks analysis method. Total sample were 51 respondents. Benzene concentration measurements was at 8 points in laboratory. The anthropometric characteristics include weight gain, long exposure, exposure frequency, and duration of exposure. The measures include the analysis of hazard identification, dose-response analysis, exposure analysis, risk characteristics, and risk management. The results of the average concentration of benzene from 8 point was 0,287 mg/m3. The average yield intake of all workers on non-carcinogenic effects was 0.0027 mg/kg/day. The average of workers intakes of carcinogenic effect was 0.0039 mg/kg/day. A total of 19 respondents (37.35) had risk of non-carcinogenic effects (because RQ> 1) in realtime exposure and 100% were risk on lifetime exposure. At the carcinogenic effects 20 respondents (39.2%) had a risk of carcinogenic effect (because ECR>10-4) in realtime exposure and 100% were risk on lifetime exposure. Levels of benzene in the air environment of the lab in 2016 may lead to non- cancer health risks and cancer . It is necessary to risk management by reducing the concentration of benzene , reducing the length of exposure , reducing the frequency of exposure , or reducing the duration of exposure.
PENGARUH METODE RGEC TERHADAP PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PERUSAHAAN PERBANKAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2018-2020) Dewi Kartikasari; Evi Dewi Kusumawati
Media Akuntansi Vol 34 No 01 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : STIE St. Pignatelli Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47202/mak.v34i01.152

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh Metode RGEC Terhadap Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Pada Perusahaan Perbankan” (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar di BEI Tahun 2018-2020) bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) terhadap penilaian tingkat kesehatan bank melalui peraturan Bank Indonesia No.13/1/PBI/2011.Penelitian ini menggunakan populasi dan sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020 dengan menggunakan metode stratified purposive sampling. Berdasarkan metode tersebut didapat 29 perusahaan yang dapat digunakan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel Risk Profile diukur menggunakan rasio NPL dan LDR. Good Corporate Governance diukur dengan penilaian self assessment dari perusahaan. Earnings diukur menggunakan rasio ROA, ROE, NIM dan BOPO serta Capital diukur menggunakan rasio CAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa sebelum dan saat pandemi terdapat 8 perusahaan perbankan yang mengalami penurunan tingkat kesehatan bank, 4 perusahaan perbankan yang mengalami kenaikan tingkat kesehatan bank, dan 17 perusahaan perbankan yang tidak mengalami perubahan tingkat kesehatan bank. Hal ini mencerminkan sebagian besar bank mampu menghadapi pengaruh negative dari perubahan kondisi yang mungkin terjadi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT INVESTASI SELAMA PANDEMI COVID 19 DI AKADEMI TEKNIK MESIN INDUSTRI SURAKARTA Evi Dewi Kusumawati; Dewi Kartikasari
Media Akuntansi Vol 34 No 01 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : STIE St. Pignatelli Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47202/mak.v34i01.154

Abstract

This study aims to determine the factors that influence investment interest during the covid 19 pandemic at Industrial Mechanical Engineering Academy (ATMI). This research is survey research. The data used is primary data by taking samples of 84 respondents from ATMI’s students. This research is descriptive research with a quantitative approach.The results showed that investment understanding had a significant effect on investment interests of ATMI Surakarta students, minimal capital had no significant effect on investment interests of ATMI Surakarta students, motivation had no significant effect on investment interests of ATMI Surakarta students, risk perception had a significant effect on investment interests of ATMI Surakarta students, literacy The capital market has a significant effect on the investment interest of ATMI Surakarta students. This shows that simultaneously the variables of understanding investment, minimum capital, motivation, risk perception and capital market literacy have a significant effect on investment interest.
Strategi Pemasaran Destinasi Wisata Yang di Pengaruhi Ekuitas Merek, Marketing, dan Motivasi Perjalanan (Studi pada Pantai Klayar Pacitan Jawa Timur) Kurniawati Darmaningrum; Nurita Elfani Prasetyaningrum; Evi Dewi Kusumawati; Dewi Kartikasari
Jurnal Ekonomi Efektif Vol 4, No 4 (2022): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v4i4.22017

Abstract

Pantai Klayar merupakan salah satu wisata bahari yang menjadi pilihan wisatawan untuk dikunjungi di Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur. Pantai Klayar menjadi salah satu tempat pariwisata yang merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian terutama bagi masyarakat lokal yang ada di sekitar pantai Klayar. Keberadaan kawasan wisata sendiri berpotensi mendatangkan nilai ekonomi sebagai penghasil jasa wisata. Keberadaan objek wisata Pantai Klayar berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat lokal melalui pendirian unit-unit usaha dan penyerapan tenaga kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat berkunjung ke wisata pantai Klayar, mengetahui motivasi perjalan yang dilakukan ke pantai Klayar, serta menganalisis ekuitas merek dari pantai Klayar pada wisatawan yang berkunjung.
Literasi Keuangan sebagai Variabel Moderasi dalam Pengaruh Persepsi Keuangan Terhadap Perencanaan Keuangan Evi Dewi Kusumawati; Alfa Santoso Budiwidjojo Putra; Dewi Kartikasari
Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol. 22 No. 2 (2023): Fokus Bisnis
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokbis.v22i2.738

Abstract

UMKM merupakan pilar perekonomian bangsa Indonesia yang pertumbuhannya sangat pesat namun mempunyai beberapa kendala yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan bagi UMKM di Surakarta sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan kelangsungan hidup bisnis mereka. Salah satu cara untuk peningkatan kinerja bisnis adalah dengan menambah literasi keuangan. Individu yang memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi cenderung memiliki lebih banyak pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, termasuk perencanaan keuangan usaha. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat literasi keuangan pelaku UMKM dapat menguatkan sikap dan persepsi resiko dalam pengelolaan keuangan usaha untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan keuangan yang tepat. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS), dengan subyek penelitian yang diambil adalah pelaku UMKM dibawah pembinaan Unit Pelayanan Teknis Daerah Kawasan Sains Teknologi Solo Technopark.
Evaluation of Audit Quality Control at the Surakarta City Inspectorate Leonardo Gilang Indra Nugraha; Dewi Kartikasari; Daniel Budi Pratama
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v12i1.4810

Abstract

Audit quality control is required to ensure and provide the assurance of audits that had applied with auditing standards and code of ethics.. The Government Internal Supervisory Appartus (APIP) considered the three lines model functions to provide independent for objective assurance and advice on all matters related for the achievement of organizational goals. Therefore, APIP is obliged to apply the Guidelines for Quality Control Audit of Government Internal Supervisory Apparatus. This research aims to analyze the suitability of the implementation of audit quality control at the Surakarta City Inspectorate using the eight elements contained in the APIP Pedoman Kendali Mutu APIP dan Pedomaan Telaah Sejawat, and to analyze the strategies implemented for improving audit quality controls at the Surakarta City Inspectorate. The research methodology used a case study-based on qualitative descriptive method. The data used in this study are primary data, which obtained through interviews with source person and secondary data from 32 documents. The results of data analysis indicated, that the audit implementation at the Surakarta City Inspectorate had not been fully implemented the APIP Auditi Quality Control Guidelines. The strategy needs for improving the effectiveness of the implementation of audit quality control are the commitment of the leadership and all employees to enforce the supervision in according with PKMA-APIP.
The Training on the Use of E-Cashier Application for MSMEs of Eltha Kartasura Market Snacks Dewi Kartikasari; Maria Rosa Kumala Dewi; Leonardo Gilang Indra Nugraha; Margaretha Prihatiningsih; Evi Dewi Kusumawati; Alfa Santoso Budiwidjojo Putra
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i3.10207

Abstract

This Community Service activity aims to develop the knowledge and skills of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Jajan Pasar Eltha Kartasura through e-cashier training. This service partner is one of the MSME players in Kartasura who is engaged in the culinary field. The method used in the implementation of this community service is Participatory Action Research (PAR). The implementation of these activities starts from the diagnosis stage, namely the identification of the main problems that the research subjects have and want to solve or change. The next stage is action planning identified that researchers and practitioners or other stakeholders of the research topic work together to systematically develop steps to overcome the problems that arise. The next stage is taking action with e-cashier training to increase knowledge in expediting the process of buying and selling goods aims to make it easier to record sales transactions. Furthermore, direct evaluation is carried out to find out that the solution provided can solve the problems that occur. The final stage is to identify learning by handing over 1 set of e-cashier application equipment that can assist in making sales transaction notes through the smart cashier application. After the training and mentoring, there was an increase in the knowledge and skills of MSME players in the Eltha Kartasura Market about the importance of making notes using the e-cashier application so that there is no tearing of notes. This can be seen from the comparison before and after using the e-cashier application directly. After using the E-cashier application, it can make it easier for MSME actors to make financial records. In terms of knowledge, MSME actors increase knowledge in financial management. In terms of skills, all buying and selling transactions are recorded properly, making it easier to count incoming and outgoing goods. The results obtained after the community service implementation increased turnover by 5%, which amounted to Rp3,150,000 and production capacity increased by 5% to 420 pcs.